Kamis, 21 Mei 2026

Remaja Samarinda Tenggelam

Remaja Samarinda Tenggelam di Sungai Karang Mumus, Sempat Dikira Bercanda Sama Penambang Pasir

Remaja Samarinda tenggelam di Sungai Karang Mumus. Sempat dikira becanda sama penambang pasir.

Tayang:
Tribun Kaltim
Pencarian korban tenggelam di Sungai Karang Mumus, Minggu (4/8/2024). - Remaja Samarinda tenggelam di Sungai Karang Mumus. Sempat dikira becanda sama penambang pasir. 

TRIBUNKALTIM.CO - Remaja Samarinda tenggelam di Sungai Karang Mumus jadi sorotan warga Kota Tepian.

Fakta terungkap, Muhammad Ridho (16) korban tenggelam sempat dikira bercanda sama penambang pasir yang melintasw di sungai Karang Mumus, Samarinda.

Padahal momen itu, merupakan saat-saat kritis korban tenggelam dibawa arus sungai.

Sebagai informasi, remaja bernama Muhammad Ridho (16) tenggelam di Sungai Karang Mumus (SKM), Samarinda, Provinsi Kaltim, Minggu (4/8/2024)

Baca juga: BREAKING NEWS: Remaja 16 Tahun Tenggelam di Sungai Karang Mumus Samarinda

Korban dinyatakan tenggelam saat asik berenang di sungai kawasan Jalan Agus Salim, Gang Tanjung, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota pada Pukul 11.30 Wita.

Menurut keterangan Sani (48) berdasarkan keterangan Galih (16), rekan korban yang selamat, kala itu korban datang bersama dua rekannya.

Bermodalkan jerigen ukuran 5 liter, Ridho yang diduga tidak bisa berenang nekat turun ke Sungai Karang Mumus mengikuti rekannya yang bernama Galih.

Mereka turun dari sisi Gang Tanjung, RT 37 dan berniat menyeberang ke sisi Kelurahan Bandara.

Ridho lebih dulu ke tengah. Namun tidak lama berselang, Galih melihat tubuh Ridho timbul tenggelam di permukaan sungai yang perlahan surut tersebut.

"Akhirnya temannya ini (Galih) menyusul mau menolong. Sempat dapat, tapi katanya gak kuat. Bajunya sampai lepas ikut hanyut sama korban," kata Sani.

Baca juga: BREAKING NEWS: Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Jalan Poros Tenggarong-Samarinda

Melihat Galuh kewalahan, Farid, rekan korban yang lain mencoba menyusul untuk menolong.

Nahas, tubuh Ridho sudah terseret arus cukup jauh.

Saat itu kedua remaja ini mencoba meminta bantuan dari penambang pasir yang melintas.

"Anak-anak ini minta tolong. Tapi penambang pasir itu kira bercanda. Jadi lewat saja," sambungnya.

Lima menit kemudian tubuh korban sudah tidak terlihat. Dengan sisa tenaga yang ada Galih dan Farid menepi dengan perasaan campur aduk untuk memberitahu pihak keluarga terkait kejadian ini.

Tim SAR gabungan akhirnya tiba pada Pukul 12.30 Wita untuk melakukan pencarian.

Hingga berita ini diturunkan, Pukul 16.30 Wita, upaya pencarian masih dilakukan. Ratusan warga dengan berbagai usia memenuhi area kejadian menyaksikan proses pencarian. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved