Berita Balikpapan Terkini
Gimme New Rhime Jadi Grup Musik yang Eksis Sejak 2013 di Sangasanga
Seniman musik nyatanya tak hanya berasal dari kota-kota besar, melainkan juga hadir di kota kecil atau bahkan kecamatan yang cukup dekat
Penulis: Ardiana | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Seniman musik nyatanya tak hanya berasal dari kota-kota besar, melainkan juga hadir di kota kecil atau bahkan kecamatan yang cukup dekat dengan perkotaan, Kamis (29/8/2024).
Salah satunya, grup musik Gimme New Rhime (sering disebut GNR band) yang telah mewarnai belantika musik di kecamatan Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara.
Siapa sangka, band yang digawangi oleh Cikal (vokal dan gitar), Romi (drum), Indra (bass), serta Abdi (gitar) ini telah eksis sejak 2013 lalu.
Berbagai panggung di Sanga-Sanga telah mereka jajaki. Bahkan, hingga kota-kota besar disekitarnya, seperti Tenggarong hingga Samarinda.
Berangkat dari hobi bermusik dan sekolah yang sama, Cikal cs memberanikan diri melawan kebiasaan anak muda di wilayah tersebut yang kerap menjadi operator tambang atau pekerja perusahaan.
Meski bukan band perintis, mereka berusaha menghidupkan gairah musik di Sanga-Sanga, sembari bekerja dan tetap menyalurkan hobinya di dunia musik.
Baca juga: Kemenparekraf Tetapkan Samarinda Jadi Kota Musik danDorong Kolaborasi Pentahelix
Baca juga: Hampir 10 Tahun Eksis di Belantika Musik Balikpapan, Wizard Band Beberkan Suka Duka yang Dilalui
Tak ayal, hingga kini terdapat sekitar 4 band aktif berasal dari wilayah pesisir Kukar tersebut.
"Sebelum kami, ada band perintis yang genrenya blues. Dari situ, kami punya spirit melawan arus. Biasanya orang sini kan, lulus sekolah, jadi operator tambang. Kami melawan arus itu dan mencoba menjadi seniman di kota kecil ini. Walaupun pada akhirnya kami kembali ke habitat orang sini, sambil tetap menyalurkan hobi kita," jelas sang Vokalis, Cikal.
Cikal juga membeberkan, GNR sempat mengalami beberapa kali pergantian personil. Bahkan, GNR awalnya memiliki arti "Generation", namun berganti nama saat dirilisnya album pertama.
Pergantian nama ini, kata Cikal, memiliki filosofi berupa sajak, lagu, atau bait-bait baru yang terus mereka buat untuk para pendengarnya. Meski begitu, grup musik bergenre grunge ini telah menelurkan 2 EP atau mini album dan 1 single.
"Karena dirasa kurang keren, jadi ganti nama. Itupun rekomendasi dari teman. Dia juga yang gambar cover mini album pertama. Kalau Generation kan kayak band-band 'Dahsyat' gitu. Jadi namanya ganti aja," pungkasnya. (*)
| Arus Penumpang Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Stabil di 13 Ribu per Hari Usai Lebaran |
|
|---|
| Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Test Pit Secara Terjadwal, Uji Runway tanpa Ganggu Penerbangan |
|
|---|
| Pemkot Keruk Waduk Manggar Balikpapan, Walikota Rahmad Mas'ud Imbau Warga Tampung Air |
|
|---|
| Program Sertifikasi Tanah Gratis Membludak di Balikpapan, Permohonan Melebihi Kuota |
|
|---|
| Pemkot Samarinda Siapkan Layanan Sampah Elektronik Berbasis Aplikasi SamaGov |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240829-Grup-Band-GNR.jpg)