Minggu, 3 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Mengenal Anggah dan Anggi, Maskot MTQ Nasional XXX di Kaltim

MTQ Nasional XXX 2024 siap digelar di GOR Kadrie Oening, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Tayang:
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA
MTQ NASIONAL XXX - Jumpa pers Diskominfo Kaltim, Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni memaparkan perkembangan terkini persiapan MTQN XXX pada 6 September 2024 mendatang, Jumat (30/8/2023). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tak lama lagi, gelaran Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXX 2024 siap digelar di GOR Kadrie Oening, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Ajang kompetisi membaca Al-Qur'an paling bergengsi di Indonesia ini akan kembali menyatukan para qari dan qariah terbaik dari seluruh Tanah Air.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Sekdaprov Kaltim), Sri Wahyuni mengatakan bahwa persiapan acara ini dipastikan telah matang. Hal ini disampaikan pada Jumpa Pers yang digelar di Kantor Diskominfo Kaltim, Jalan Basuki Rahmat, Jumat (30/8/2024).

"Kalau lihat timeline sudah sesuai dengan jadwal, kita tinggal mematangkan instalansi keperluan MTQ di masing-masing venue," ungkapnya.

Baca juga: Jadwal Susunan Acara MTQ Nasional XXX di Kaltim, Sri Wahyuni: 24 Provinsi Telah Konfirmasi Hadir

Di samping itu, adapun yang kian mencuri perhatian adalah saat Sri Wahyuni memamerkan boneka berwarna hijau terang bernama Anggah dan Anggi, yang merupakan maskot MTQN XXX kali ini.

Sri Wahyuni menjelaskan bahwa Anggah dan Anggi terinspirasi dari Anggrek Hitam atau Coetogyne Pandurata L, salah satu flora endemik yang hanya tumbuh di daerah Kersik Luai, Kabupaten Kutai Barat, Kaltim Anggrek ini berwarna hijau dengan lidah bunga berwarna hitam, menjadikannya maskot flora Provinsi Kalimantan Timur.

Makna dan filosofi Anggrek Hitam adalah sebagai simbol keindahan dan keanggunan.

"Allah Sang Khalik adalah puncak dari segala keindahan dan Allah menyukai keindahan" jelasnya.

Lebih lanjut, Sri Wahyuni menambahkan bahwa Anggrek Hitam memiliki berbagai manfaat bagi manusia.

Sejak dahulu, bunga ini digunakan dan dipercaya oleh masyarakat sebagai obat tradisional. 

Selain itu, Anggrek Hitam juga melambangkan perlindungan karena termasuk tumbuhan langka dan dilindungi dari perdagangan ilegal, sebagaimana tercantum dalam Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Liar Hewan dan Tumbuhan Langka (CITES) Appendix I dan II.

Baca juga: MTQ Nasional di Kaltim dan IKN Nusantara Diikuti 1.587 Orang, Kamaruddin akan Tetapkan Peserta Resmi

Karena kelangkaannya, Sri Wahyuni juga menekankan pentingnya perlindungan dan pelestarian Anggrek Hitam.

Terlebih, eksistensi flora ini terancam akibat semakin menyusutnya lahan hutan di Kalimantan Timur

"Penting sekali untuk memelihara keseimbangan dan keharmonian ciptaan Allah, dan pesan moral ini juga sudah yang disampaikan di dalam Surah Al-A'raf," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved