Rabu, 20 Mei 2026

Aplikasi

Berikut 15 Cara Penipu Beraksi Melalui WhatsApp, Pengguna Harus Lebih Hati-hati

Berikut cara penipu beraksi melalui WhatsApp, pengguna harus lebih hati-hati, berikut penjelasannya

Tayang:
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Anggi Firgianti Pratiwi
kompas.com
Ilustrasi Aplikasi WhatsApp. Berikut 15 Cara Penipu Beraksi Melalui WhatsApp, Pengguna Harus Lebih Hati-hati 

TRIBUNKALTIM.CO - Berikut cara penipu beraksi melalui WhatsApp, pengguna harus lebih hati-hati, berikut penjelasannya

Ada Cara Penipu Beraksi Melalui WhatsApp, Pengguna Harus Lebih Hati-hati. Berikut penjelasannya

Banyak manusia seluruh dunia berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp.

WhatsApp sangat berguna untuk berkomunikasi jarak jauh, dengan cara chat ataupun videocall.

Dibalik WhatsApp yang memiliki manfaat, sayangnya seringkali para pelaku kejahatan menjalankan aksi penipuan. 

Banyak sekali modus penipuan melalui WhatsApp atau pun di media sosial lainnya terus berkembang.

Pelaku sering menggunakan berbagai taktik baru yang semakin sulit dikenali.

Hal tersebut membuat korban menjadi tak sadar dan terperangkap oleh penipu. 

Ilustrasi Aplikasi WhatsApp..
Ilustrasi Aplikasi WhatsApp. Inilah 5 Cara Penipu Beraksi Melalui WhatsApp, Pengguna Harus Lebih Hati-hati

Terdapat tiga jenis modus penipuan yang dilakukan melalui aplikasi WhatsApp, Berikut penjelasannya: 

1. Terdapat penipu yang menyamar sebagai kurir yang paling sering ditemukan. 

File tersebut umumnya diberi nama "foto" agar korban tertarik membukanya. Namun, sebenarnya file yang diberikan ini adalah APK (aplikasi) berbahaya. Jika file tersebut dibuka, data di ponsel korban akan otomatis tercuri dan digunakan untuk mengambil alih serta menguras rekening korban. Pelaku biasanya berpura-pura menjadi kurir paket dan mengirimkan file melalui pesan WhatsApp

2. Memberikan undangan pernikahan 

Modus penipuan lain yang sering dilakukan melalui aplikasi WhatsApp adalah pengiriman pesan berisi undangan pernikahan palsu. Metode kejahatan yang digunakan dalam modus tersebut pada dasarnya tak jauh berbeda dengan penipuan yang mengatasnamakan kurir.Biasanya, penipu juga akan mengirimkan pesan yang tampak seperti undangan pernikahan lengkap dengan link menuju "detail acara".

3. Modus Penipuan Klik Link


WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang berisi pesan dan tautan tertentu, jangan pernah mencoba mengetuk tautan tersebut jika tidak ingin akun WhatsApp Anda dibajak orang lain atau data pribadi Anda disalahgunakan.

4. Catut MyTelkomsel

Penipuan di WhatsApp lainnya juga pernah ada yang menggunakan nama MyTelkomsel. Ini merupakan aplikasi milik operator Telkomsel. Korban akan diminta klik file apk yang dikirimkan. Berikutnya mereka akan diminta memberikan izin akses pada sejumlah aplikasi, termasuk foto, video, SMS, dan akses akun layanan perbankan digital atau fintech.

5. Pengumuman dari Bank

Penipuan lain adalah membuat pengumuman yang seakan berasal dari bank. Isinya mengenai perubahan tarif transaksi dan transfer yang tidak masuk akal.Pengguna WhatsApp akan diberikan link untuk mengisi formulir. Link tersebut akan membuat data mereka dicuri para pelaku.

6. Modus Penipuan WhatsApp Kode OTP

Ada banyak macam jenis modus penipuan WhatsApp yakni dengan metode pengelabuan yang bermacam-macam. Modus yang digunakan pelaku biasanya mengaku-ngaku salah kirim pesan dengan meminta kamu mengirim kode 6 digit khusus di kotak pesan ponsel yang memang dikirim khusus pelaku ke nomor kamu. 

7. Modus Penipuan Minta Tolong

Selanjutnya jenis penipu menggunakan foto dan biodata teman atau orang yang Anda kenal, kemudian mengirim pesan orang-orang terdekat meminta tolong dipinjamkan uang.

8. Modus sebagai CS lembaga keuangan

Selanjutnya penipuan yang mengaku sebagai customer service (CS) dari bank atau dompet digital juga jadi modus penipuan yang marak terjadi, pelaku akan menghubungi korban dan menipunya dengan menawarkan berbagai promo menarik ataupun menakuti korban lewat modus pembekuan akun.

9. Modus dari Dukungan Teknis

Terdapat modus panggilan pada karyawan perusahaan yang mengaku dari dukungan teknik. Peretas akan menelpon di akhir pekan dan mengaku ada aktivitas aneh terjadi di komputer kerja, lalu meminta untuk segera datang ke kantor.

10. Panggilan Palsu dari CEO 

Modus berikutnya yakni penipu biasanya berpura-pura sebagai manajer, CEO, atau mitra bisnis penting yang bertujuan agar korban mentransfer uang ke rekening yang telah ditentukan penipu online ini.

11. Undangan VCS

Modus lainnya adalah melakukan video call sex (VCS) dari nomor tidak dikenal. Mereka disebut akan memeras para korbannya. 

12. Surat Tilang Palsu

Para warganet juga mendapatkan dirinya dikirimi surat tilang palsu. Ada file apk berjudul 'Surat Tilang-1.0 apk' dalam chat tersebut. 

13. Modus Lowongan Kerja Palsu

Modus penipuan berikutnya adalah menawarkan lowongan kerja palsu. Penipu akan menjanjikan gaji tinggi dengan persyaratan mudah untuk membujuk korban agar melamar. Setelah korban terjebak, penipu yang menggunakan metode ini akan menggunakan berbagai alasan agar korban menyetorkan sejumlah uang muka, sambil terus menjanjikan pembayaran atas pekerjaan korban nantinya.

14. Modus Penipuan dari Pejabat atau Instansi

Penipuan dengan modus pejabat atau instansi Pemerintah juga marak terjadi di WhatsApp. Penipu akan menyamar sebagai pejabat atau petugas dari institusi Pemerintahan agar dipercayai orang-orang.

15. Modus mengirimkan Surat Tilang Online

Selain mengirimkan kode verifikasi, modus penipuan di WhatsApp dengan mengirimkan surat tilang. Penipu mengaku sebagai petugas kepolisian dan menempatkan korban telah melakukan pelanggaran lalu lintas.

 

Demikian penjelasan mengenai cara penipu beraksi melalui WhatsApp, pengguna harus lebih hati-hati(*)

 

Ikuti berita populer lainnya di Google News Tribun Kaltim

Ikuti berita populer lainnya di saluran WhatsApp Tribun Kaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved