Berita Balikpapan Terkini
Pesut Laut Ditemukan Mati di Bibir Pantai Corong Penajam Paser Utara
Saya kaget dapat WA. Isinya foto seekor pesut terdampar di bibir Pantai Corong, Penajam Paser Utara," ungkap Bripka Taufik, Senin (2/9/2024)
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kematian mamalia laut kembali terjadi di Teluk Balikpapan, kali ini seekor pesut ditemukan tak bernyawa di bibir Pantai Corong, Penajam Paser Utara (PPU), pada Minggu (1/9/2024).
Binmas Perairan Ditpolairud Polda Kaltim, Bripka Taufik Ismail, mengamini temuan itu.
Dimana ia yang menerima kabar tersebut melalui pesan WhatsApp, langsung menuju lokasi bersama sejumlah petugas terkait.
"Saya kaget dapat WA. Isinya foto seekor pesut terdampar di bibir Pantai Corong, Penajam Paser Utara," ungkap Bripka Taufik, Senin (2/9/2024).
Mamalia tersebut, yang diidentifikasi sebagai irrawaddy dolphin atau lebih dikenal sebagai pesut laut (Orcaella brevirostris), ditemukan dalam kondisi perut pecah dan organ dalamnya terburai.
Baca juga: Pesut Mahakam Bernama Rexy Ditemukan Mati di Pulau Harapan Kecamatan Muara Muntai Kutai Kartanegara
Bripka Taufik bersama sejumlah pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan terhadap bangkai pesut.
Mamalia tersebut diperkirakan memiliki panjang 210 cm dengan diameter 80 cm, sirip badan sepanjang 30 cm, dan sirip ekor sepanjang 55 cm.
"Kemungkinan besar pesut ini mati karena terperangkap jaring, karena ada luka di sirip ekornya," tambahnya.
Bangkai pesut lantas dikuburkan pada hari yang sama, tak jauh dari tempat hewan tersebut ditemukan.
Penemuan ini menambah daftar kematian pesut di Teluk Balikpapan.
Dihimpun TribunKaltim.co, sebelumnya, pada pertengahan September 2017, seekor pesut juga ditemukan mati di Pantai Tanjung Sorong, PPU, dengan dugaan penyebab kematian yang sama.
Setahun kemudian, saat terjadi tumpahan minyak mentah di Teluk Balikpapan pada Maret 2018, seekor pesut mati lainnya ditemukan dengan perut penuh minyak.
Terpisah, menurut peneliti dari Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI), Danielle Kreb, populasi pesut di Teluk Balikpapan sangat mengkhawatirkan.
"Berdasarkan riset Yayasan Konservasi RASI, populasi pesut di Teluk Balikpapan tersisa 60-an ekor pada 2023 dari sebelumnya 73 ekor pada 2015," jelas Danielle.
Ia menekankan bahwa ancaman terhadap pesut bukan hanya dari aktivitas perburuan ikan.
Tetapi juga dari pembangunan IKN yang meningkatkan kepadatan aktivitas di Teluk Balikpapan.
Danielle menambahkan bahwa pemerintah harus segera menerbitkan kebijakan konkret untuk melindungi pesut, seperti membatasi aktivitas di Teluk Balikpapan.
"Tanpa kebijakan, eksistensi satwa endemik Teluk Balikpapan itu diyakini tidak lama lagi," tegasnya.(*)
| 6 Fakta Penemuan Proyektil Peluru di Balikpapan: Aktivitas Mencurigakan 2 Pria Asing jadi Sorotan |
|
|---|
| Kondisi Pelayanan Publik Balikpapan di Tengah WFH, Pemkot Prioritaskan untuk Masyarakat |
|
|---|
| Tidak Semua ASN di Balikpapan Diberlakukan WFH, Sektor Pelayanan Publik Tetap Bekerja dari Kantor |
|
|---|
| Inflasi Balikpapan Maret 2026 Turun 0,51 Persen, Harga BBM dan Pangan Jadi Pemicu |
|
|---|
| Wawali Bagus Susetyo Sebut Ada 4 Sektor Utama Pemkot Balikpapan, Diantaranya Penanganan Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240903_Seekor-pesut-laut.jpg)