Berita Balikpapan Terkini
Unit Tipidter Polresta Balikpapan Ungkap Kasus Dugaan TPPO, Bermula dari Informasi Masyarakat
Unit Tipidter Polresta Balikpapan mengungkap kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Balikpapan Selatan
Penulis: Zainul | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Unit Tipidter Polresta Balikpapan mengungkap kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Balikpapan Selatan.
Tersangka, seorang pria berinisial RAC (22), ditangkap saat tengah melakukan transaksi dengan seorang pria hidung belang di salah satu kafe kawasan Balikpapan Superblock, Jumat (30/8/2024) dini hari.
Kanit Tipidter Polresta Balikpapan, Iptu Wirawan Trisnadi, menjelaskan bahwa penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat terkait adanya transaksi mencurigakan.
Baca juga: Rakornas Baznas di Balikpapan, Noor Achmad: Siap Berkolaborasi Dukung Makan Siang Gratis
"Kami langsung melakukan penyelidikan mendalam dan berhasil mengamankan tersangka saat tengah melakukan transaksi," ujar Wirawan, Jumat (27/9/2024).
RAC diduga menjalankan bisnis haram ini dengan menawarkan sejumlah wanita kepada pria hidung belang dengan tarif yang bervariasi.
"Dari hasil pemeriksaan handphone tersangka, kami menemukan bukti bahwa RAC telah menawarkan beberapa wanita dengan tarif mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp3juta," ungkap Wirawan.
Uang hasil transaksi yang didapat kemudian dibagi antara RAC dan korban sebagai bentuk komisi.
"Tersangka mendapatkan keuntungan sekitar Rp 1 juta dari setiap transaksi yang dilakukan," tambah Wirawan.
Saat penangkapan, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit ponsel merek iPhone 11 dan uang tunai Rp3 juta.
Atas perbuatannya, RAC dijerat dengan Pasal 2 atau Pasal 9 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.
Ia juga terancam Pasal 296 KUHP atau Pasal 506 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun, serta denda paling banyak Rp600 juta.(*)
| Harga Ayam Potong di Pasar Sepinggan Balikpapan Turun Usai Iduladha, Pedagang Keluhkan Pembeli Sepi |
|
|---|
| Harga Beras dan Minyak Goreng di Pasar Klandasan Balikpapan Merangkak Naik |
|
|---|
| Harga Wortel dan Kentang di Balikpapan Meroket, Pedagang Akui Dampak Distribusi dan Pelemahan Rupiah |
|
|---|
| PDAM di Balikpapan Pastikan Belum Ada Rencana Kenaikan Tarif, Fokus Peningkatan Pelayanan |
|
|---|
| Harga Bahan Pokok di Balikpapan Masih Relatif Stabil, Cabai Rawit Rp60 Ribu Per Kg |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240927_tersangka-perdagangan-orang.jpg)