Ibu Kota Negara

Mimpi Besar Pemerintahan Jokowi Jelang Lengser, Bangun Tol Bawah Laut IKN dengan Biaya Rp 11 Triliun

Mimpi besar pemerintahan Jokowi jelang lengser, bangun tol bawah laut IKN dengan biaya Rp 11 triliun.

Kompas.com
Ilustrasi tol sambung ke IKN Nusantara. Dua negara Australia dan Korea Selatan jadi rujukan untuk belajar pembangunan tol bawah laut yang akan dibangun di Indonesia. Mimpi bangun tol bawah laut akan dibuat, tembus ke Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara di Kalimantan Timur. Mimpi besar pemerintahan Jokowi jelang lengser, bangun tol bawah laut IKN dengan biaya Rp 11 triliun. 

TRIBUNKALTIM.CO - Mimpi besar pemerintahan Jokowi jelang lengser, bangun tol bawah laut IKN dengan biaya Rp 11 triliun.

Tak hanya membangun jalan tol darat, Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) punya mimpi besar membangun tol bawah laut pertam di Indonesia.

Lokasi tepatnya akan berada di Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur.

Baca juga: Dilirik Investor Asing, China hingga Rusia Tanam Modal Rp1,15 Triliun di IKN Nusantara

Jalan tol bawah laut atau dikenal dengan istilah immersed tunnel ini akan menjadi bagian dari jaringan Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Saat ini, proyek prestisius dan padat modal tersebut masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study) dan masuk dalam rangkaian konektivitas Tol IKN Seksi 4A-4B.

Betapa tidak padat modal, tol ini membutuhkan dana tak kurang dari Rp 11 triliun untuk asumsi angka tahun 2025 saat mulai dibangun.

Potret IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada 11 Juli 2024.
Potret IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada 11 Juli 2024. (AFP/STRINGER)

Itulah mengapa, immersed tunnel yang bakal melibatkan para insinyur terbaik Indonesia ini diminati Korea Selatan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M Zainal Fatah mengatakan, Pemerintah Korea Selatan yang sudah mendahului keberhasilan memiliki terowongan bawah laut, berminat untuk membantu merealisasikan mimpi Indonesia ini.

"Kami terus komunikasi dengan Korea, Korea juga tertarik," kata Zainal saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (1/10/2024).

Baca juga: Waktu Tempuh dari Balikpapan atau Samarinda ke ke IKN Kaltim Ditargetkan Jadi Cuma 40-50 Menit

Zainal melanjutkan, untuk membangun terowongan bawah laut serta ibu kota negara baru, pemerintah belajar dari Korea Selatan dan Australia.

"Intinya kita tidak mengulangi kesalahan yang sama yang dilakukan mereka, makanya bisa lebih cepat," imbuh Zainal.

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis H Sumadilaga mengharapkan proyek tol bawah laut IKN bisa dimulai pada tahun 2025. 

"Belum, masih desain (belum dibangun)," ungkap Danis di Jakarta, Jumat (27/9/2024).

Menurut Danis, realisasi pembangunan fisik akan sangat bergantung pada proses pembiayaannya.

Bisa jadi, proyek raksasa ini dilaksanakan dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), atau malah dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca juga: 2 Bagian Asrama Timnas PSSI di IKN, Presiden Jokowi dan Gianni Infantino akan Meresmikan

"Sehingga, apabila proyek tersebut menggunakan APBN, maka harus ditempuh melalui tahapan lelang," cetus Danis.

Sementara itu, Direktur Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Wida Nurfaida menyampaikan, pembangunan immersed tunnel IKN akan dikerjasamakan dengan Pemerintah Korea Selatan.

"Perkiraan biaya untuk penyelesaian immersed tunnel, kurang lebih sekitar Rp 11 triliun," ujarnya dalam acara Indonesia-Korea Technical Exchange Seminar dan Business Networking 2024 pada Rabu (7/8/2024).

Secara kesuluruhan, total panjang jalan tol yang dibangun di IKN membentang 88,54 kilometer.

Di mana sejauh ini yang sudah terbangun sepanjang 67,65 kilometer. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Ikuti berita populer lainnya di Google NewsChannel WA, dan Telegram.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved