Jumat, 8 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

OJK Ajarkan Generasi Muda di Balikpapan Bijak Manfaatkan Produk Keuangan 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja menghadirkan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It) untuk mengajak gen z memanfaatkan produk keuangan

Tayang:
Penulis: Ardiana | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ARDIANA
OJK mengajarkan generasi muda di Balikpapan untuk bijak manfaatkan produk keuangan. TRIBUNKALTIM.CO/ARDIANA 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja menghadirkan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It) untuk mengajak gen z memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak. 

Hal ini disampaikan langsung Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi. 

Ia mengatakan, acara yang digelar di Pentacity Shopping Venue Balikpapan ini menjadi bagian dari perencanaan keuangan kedepannya. 

"Literasi keuangan yang baik dan inklusi keuangan yang bijak akan menjadikan generasi muda yang cerdas mengelola keuangan, terhindar dari kejahatan keuangan dan dapat menjadi agen literasi di tengah-tengah masyarakat," ungkapnya, Rabu (9/10/2024). 

Sebab menurutnya, literasi keuangan untuk generasi muda, khususnya gen z, sangat penting diberikan. Terlebih, gen z mendominasi populasi di Indonesia sebanyak 27,94 persen dari total penduduk. 

Baca juga: OJK Gelar Bulan Inklusi Keuangan, Targetkan Capaian Naik 10 Persen Dibanding Tahun Lalu

Baca juga: Bank bjb Bersama Pemkot Sukabumi dan OJK Dorong Edukasi dan Literasi Keuangan Bagi Pelaku UMKM

Bahkan, generasi muda yang juga tengah dihadapkan dengan berbagai fenomena sosial. Mulai dari  You Only Love Once (YOLO), Fear of Missing Out (FOMO) hingga Fear of Other People Opinion (FOPO) yang cenderung mengarahkan mereka pada pola hidup konsumtif. 

Sehingga, imbuhnya, hal ini bisa berdampak pada pengelolaan keuangan yang tidak bijaksana.

Tak hanya itu, fenomena doom spending juga terjadi di kalangan Generasi Milenial dan Gen Z. 

Untuk diketahui, fenomena Doom spending merupakan seseorang yang cenderung berbelanja dengan impulsif tanpa mempertimbangkan penting atau tidaknya suatu barang.

"Perilaku ini perlu diimbangi dengan perilaku delayed gratification yaitu menunda pemenuhan kesenangan saat ini untuk masa depan yang lebih baik," ungkapnya. 

Baca juga: Terindikasi Lakukan Transaksi Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 6 Ribu Rekening

Tak hanya itu, fenomena serupa juga marak terjadi, berupa instant gratification yang merupakan perilaku untuk mendapatkan keinginan tanpa mencoba melakukan penundaan. 

"Generasi muda diimbau untuk lebih bijak menggunakan produk dan layanan jasa keuangan. Kemampuan membedakan antara need and want juga harus dimiliki agar terhindar dari pola hidup konsumtif," pungkasnya. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved