Rabu, 22 April 2026

Berita Kaltim Terkini

Dinkes Kaltim Harap Program Makan Bergizi Gratis Bisa Penuhi Gizi dan Tekan Angka Stunting

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim juga berkomitmen terus memastikan kandungan di setiap paket makanan guna pemenuhan gizi bagi setiap anak

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Nur Pratama
TribunKaltim.co/Mohammad Fairoussaniy
Pemprov Kaltim menggelar uji coba program makan bergizi gratis. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Uji coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih terus berjalan di setiap wilayah.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim juga berkomitmen terus memastikan kandungan di setiap paket makanan guna pemenuhan gizi bagi setiap anak pada program unggulan Presiden Prabowo tersebut.

Kepala Dinkes Provinsi Kaltim, Dokter (dr) Jaya Mualimin mengatakan setiap paket makanan yang tersedia tentu harus lengkap unsur gizinya.

Mulai dari nasi putih sebagai sumber karbohidrat, lalu sayur mayur dan buah yang mengandung vitamin dan serat.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Bus Asal Samarinda vs Truck di Semoi 2 PPU Pagi Tadi, Tidak Ada Korban Jiwa

"Kemudian ada daging ayam atau telur serta tahu tempe sebagai sumber protei. Baik protein hewani maupun nabati," ujar dr. Jaya.

Ia menyebutkan, pada pelaksanaan simulasi program Makan Bergizi Gratis di Samarinda, setiap paket makanan seharga Rp 17 ribu telah dihitung kandungan kecukupan gizinya.

"Nanti pada saat Makan Bergizi Gratis mulai di laksanakan, kita juga sudah siapkan semuanya termasuk kecukupan gizi sesuai angka standarnya," ucapnya.

Selain itu, dr. Jaya menjelaskan bahwa pada saat simulasi program MKG di Samarinda yang menjadi perhatian pula ialah penyediaan susu bagi anak-anak disabilitas khususnya autisme.

Anak-anak disabilitas autisme ini menurutnya tidak dianjurkan untuk mengonsumsi susu hewani sebab akan mengakibatkan alergi.

"Makanya untuk anak autisme diberikan susu kedelai. Selain itu menu makanan mereka juga diberlakukan berbeda untuk memastikan makanan atau olahan itu aman atau tidaknya di konsumsi," katanya.

Sebelum kegiatan simulasi dilaksanakan di Kaltim pihaknya juga telah melakukan rapat koordinasi bersama dengan Tim Gizi serta Tim Kesehatan Lingkungan.

"Hal ini dilakukan karena kegiatan makan bersama dilaksanakan di waktu yang sama. Jangan sampai malah menimbulkan permasalahan baru misalnya sampah yang meningkat," jelasnya.

"Semoga berjalannya program Makan Bergizi Gratis di tahun depan ini bisa mendorong peningkatan gizi bagi anak-anak dan mampu menekan angka stunting di Kaltim," pungkas dr. Jaya Mualimin.(*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved