Berita Balikpapan Terkini
Agus Bei, Bapak Mangrove Balikpapan yang Merawat Tanaman Seperti Anak Sendiri
Mangrove Center Graha Indah Balikpapan bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga pusat edukasi dan konservasi yang berperan penting
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Mangrove Center Graha Indah Balikpapan bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga pusat edukasi dan konservasi yang berperan penting dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove.
Di balik keberhasilan tempat ini, ada sosok Agus Bei, seorang pengelola yang dengan penuh dedikasi menanam dan merawat mangrove layaknya anak sendiri.
Puluhan foto yang menggambarkan momen saat ia menerima berbagai penghargaan dari berbagai pihak dan instansi dipajang di bangunan utama Mangrove Center.
Sebelum memasuki hutan mangrove, terdapat sebuah spanduk berukuran cukup besar yang menunjukkan penghargaan Kalpataru yang diterimanya dari Presiden Joko Widodo pada tahun 2017.
Baca juga: Wisata Mangrove Telok Bangko Bontang, Pesona Tersembunyi di Lok Tuan
Agus Bei telah mengelola Mangrove Center seluas 150 hektare sejak tahun 2001. Kini, mangrove yang ditanam telah tumbuh tinggi dengan vegetasi yang cukup rapat.
Menurut Agus Bei, menanam mangrove tidak sekadar meletakkan bibit di tanah berlumpur, tetapi juga merawatnya dengan sepenuh hati agar tumbuh subur dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
"Saya menanam Mangrove perlakuanya seperti anak. Bahwa itu harus hidup, mau itu ada perawatan kalo saya ada tanggung jawab disitu. Jadi ini kalo sudah mulai tumbuh, bisa berkembang dengan baik senang sekali," ucapnya kepada TribunKaltim.co pada Rabu (19/2/2025).
Ia merasa memiliki kebangaan tersendiri saat melihat mangrove tumbuh dan berkembang dengan baik.
"Bangga sekali ketika itu sudah mulai punya fungsi dan peran yang lebih baik tumbuhnya, berkembang lebih baik ada merasa kebanggaan" ucapnya.
Baca juga: Peringati Hari Ibu, Ditpolairud Polda Kaltim Tanam 100 Bibit Mangrove di Pantai Lamaru Balikpapan
Ia menambahkan bahwa penanaman mangrove tidak bisa ditinggalkan begitu saja, karena hal itu mencerminkan kurangnya rasa tanggung jawab.
"Habis nanam terus ditinggal rasanya gak ada tanggung jawabnya" tambahnya
Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa sejak awal penanaman pada tahun 2001 hingga 2025, sekitar 1 juta mangrove telah ditanam di Mangrove Center Graha Indah Balikpapan.
"Mulai dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2025, ini kurang lebih 1 juta pohon yang saya tanam" pungkasnya. (*)
| Perjalanan Agus Bei dari Kalpataru Nasional 2017 Menuju Kalpataru Lestari 2026 |
|
|---|
| Muara Rapak Wakili Kaltim dalam Lomba Tiga Pilar Kamtibmas Nasional |
|
|---|
| Daya Beli Melemah dan Bahan Baku Naik, Pengusaha Kue di Balikpapan Putar Otak demi Bertahan |
|
|---|
| Harga Tiket Pesawat Balikpapan Melonjak, Penumpang Terpaksa Pantau Tarif Setiap Hari |
|
|---|
| Sevensix Hotel Balikpapan Rayakan Hari Jadi ke-8, Kekompakan Tim Jadi Kunci Hadapi Tantangan Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250220_Perawatan-Mangrove-oleh-Agus-Bei.jpg)