Berita Balikpapan Terkini
Teater SMPN 3 Balikpapan jadi Ajang Pembuktian Bakat Siswa
Salah satu program P5 yang dilaksanakan oleh siswa-siswi IXD SMPN 3 Balikpapan, pertunjukan teatrikal dance.
Penulis: Dwi Ardianto | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO , BALIKPAPAN - Salah satu program P5 yang dilaksanakan oleh siswa-siswi IXD SMPN 3 Balikpapan, pertunjukan teatrikal dance Rumah Ayli, bukan sekadar pentas seni biasa.
Menurut Guru Pengampu Seni Budaya SMPN 3 Balikpapan, Wahyudi Kahar, acara ini menjadi bukti nyata, bagaimana siswa dapat bekerja secara profesional dalam tim produksi yang terorganisir secara baik, Kamis (20/2/2025) malam.
Tentu saja ini ada 11 kelas, dalam satu kelas biasanya ada sekitar 38 siswa.
Mereka dibentuk dalam satu tim produksi kelas, di mana masing-masing sudah memiliki tugas sendiri, seperti mencari dana, mengerjakan properti, menjadi aktor, hingga menjadi sutradara.
Baca juga: Hadiri Lomba Teater se-Kutim, Kadispora Janji Berikan Wadah Kreativitas untuk Generasi Muda
"Jadi tidak ada kelompok-kelompok kecil lagi," jelas Wahyudi.
Acara ini melibatkan sekitar 30 siswa dalam satu tim produksi dan sudah memasuki malam keempat pelaksanaan.
Setiap kelas memiliki posternya sendiri, menunjukkan bagaimana kreativitas mereka berkembang.
Wahyudi sendiri hanya berperan sebagai pembimbing dalam aspek penyutradaraan, keaktoran, blocking, hingga penataan musik dan pencahayaan. Sisanya, para siswa belajar dan berkembang secara mandiri.
"Saya bangga melihat bagaimana mereka bisa mengorganisir semuanya dari nol. Konsep teater seperti ini bahkan jarang ditemukan di sekolah lain, baik SMP maupun SMA," tambahnya.
Baca juga: Lembaga Adat Bulungan Malinau Tampilkan Aksi Teatrikal Hikayat Raja, Edukasi Sejarah Lewat Teater
Selain menjadi ajang pementasan seni, kegiatan ini juga bersifat kompetitif karena 11 kelas yang tampil diperlombakan.
Ini memberikan motivasi lebih bagi para siswa untuk menampilkan yang terbaik.
Lebih jauh, Wahyudi berharap agar SMPN 3 Balikpapan dapat menjadi pionir dalam kebangkitan teater di kota ini.
"Teater di Balikpapan seperti mati suri. Padahal, bakat-bakat anak-anak ini sangat potensial. Kalau tidak kita bina, sayang sekali. Bisa saja suatu hari nanti ada di antara mereka yang sukses seperti Reza Rahadian, yang juga pernah menempuh pendidikan di Balikpapan sebelum menjadi artis ternama di Jakarta," tutup Wahyudi.
Dengan kesuksesan acara ini, SMPN 3 Balikpapan menunjukkan bahwa seni teater masih memiliki tempat di dunia pendidikan, mengajarkan siswa tentang kerja sama, kemandirian, serta membangun kepercayaan diri yang tinggi dalam berkarya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250221_Rumah-Ayli-Balikpapan-Kaltim.jpg)