Berita Samarinda Terkini
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Harus Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan
Menjelang Ramadan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di Samarinda dinilai cukup aman
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Menjelang Ramadan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di Samarinda dinilai cukup aman.
Namun, distribusi beberapa komoditas dari luar daerah, seperti Sulawesi dan Surabaya, masih bergantung pada kondisi cuaca.
Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Rusdi, usai meninjau sejumlah lokasi bersama jajaran pemerintah kota (Pemkot) hari ini, Rabu (26/2).
“Untuk ketersediaan bapokting cukup aman, hanya saja beberapa komoditas yang berasal dari Sulawesi dan Surabaya sangat bergantung pada cuaca.
Baca juga: Pemkot Samarinda akan Tertibkan Penjual BBM Eceran usai Idul Fitri
Jika kondisi cuaca baik, maka stok akan tetap tersedia tanpa hambatan,” ungkapnya.
Menurut Rusdi, jika cuaca mendukung, maka pasokan bapokting akan tetap lancar tanpa keterlambatan. Namun, pihaknya tetap akan mengawal agar pemerintah terus menjaga stabilitas harga.
“Dan insyaallah kita pun akan mengusahakan, baik dari Pemkot dan DPRD sebagai fungsi pengawasan dan memantau serta memonitor agar pemerintah terus menjaga kestabilan supaya tidak inflasi,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, Rusdi menyebutkan bahwa pemerintah bersama instansi terkait akan segera menggelar operasi pasar.
Diantaranya gelaran Pasar Murah Sembako yang akan digelar pada Kamis (27/2) di Halaman Kantor Kecamatan Samarinda Seberang, dan gelaran Pasar Murah LPG 3 Kilogram sehari sebelum Ramadan di Halaman Kantor Kelurahan Sengkotek, Jumat (28/2)
“Hal ini agar harga cepat kembali normal,” ujar Rusdi.
Selain memastikan kestabilan harga, Politikus PKB ini menjelaskan bahwa sidak yang dilakukan kali ini juga melibatkan pengawasan terhadap kualitas bahan pangan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).
“Mereka tadi mengambil beberapa sampel saat sidak, hal ini guna memastikan tidak ada kandungan berbahaya seperti formalin dalam bahan makanan yang dijual kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)
| Temuan 24 Obat Herbal Berbahaya, BBPOM Samarinda Intensifkan Pengawasan |
|
|---|
| UINSI Samarinda Sikapi Kuliah Jarak Jauh PJJ, Bakal Terapkan Sistem Hybrid |
|
|---|
| BBPJN Kaltim Bersihkan Drainase Samarinda, Warga Harap Banjir Dapat Berkurang |
|
|---|
| Pemkot Samarinda Percepat Lapak Pasar Segiri, Cegah Inflasi Pangan |
|
|---|
| Lapas Samarinda Over Kapasitas 314 Persen, Siap Direlokasi ke Bayur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250226_Anggota-Komisi-II-DPRD-Samarinda-Rusdi.jpg)