Berita Kaltim Terkini
LeKOP Indonesia Gelar Diskusi Bareng KONI, Bahas Kaltim Darurat Atlet
LeKOP Indonesia gelar diskusi bareng KONI, bahas soal Kalimantan Timur darurat atlet.
Penulis: Nevrianto Hardi Prasetyo | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM. CO, SAMARINDA - Prestasi atlet di Kalimantan Timur (Kaltim) perlu ditingkatkan.
Komite Olahraga Nasional Indonesia Kaltim menyatakan, jumlah atlet Kaltim yang akan meneruskan prestasi di PON XXII Nusa Tenggara sisa 20 persen.
Sebagai informasi, Kaltim meraih 29 emas, 55 perak dan 68 perunggu pada PON XXI Aceh-Sumut.
Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras menjelaskan beberapa rekomendasi strategis KONI saat diskusi
bersama Lembaga Kajian Olahraga Prestasi (LeKOP) Indonesia di Kolam Ulin Arya, Jalan PM Noor, Sempaja, Samarinda Utara, Kamis (27/2/2025).
Rekomendasi KONI meliputi diversifikasi cabang olahraga, optimalisasi peningkatan SDM pelatih fisik, pencetakan 1.000 pelatih, peningkatan SDM sport massage dan Fisioterapi, kerja sama internasional, regenerasi atlet (kompetisi berkelanjutan), optimalisasi infrastruktur dan SDM pendukung.
Baca juga: Gelar Rakor Persiapan Porprov dan PON, KONI Kaltim Ingatkan Atlet yang Ingin Mutasi Daerah
Sementara pembina LeKOP Indonesia, Achmad Husry mengatakan, diskusi ini membahas masa depan olahraga Kaltim karena adanya informasi soal darurat atlet.
"Maka secara teknis, politis, yuridis didiskusikan karena olahraga tak bisa lepas dari pemerintah. Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Kalimantan Timur telah membina atlet sejak dini. Kita ingin olahraga Kaltim berdaya dan berjaya. Semoga diskusinya bermanfaat, bisa juga menyegarkan pikiran stakeholder yang ada. Jangan selalu marah-marah di olahraga," ungkapnya.
Lanjut Achmad Husry mengatakan, ia menilai positif regulasi pembatasan usia atlet 30 tahun jelang pelaksanaan Porpov Paser 2026.
"Saya kira keinginan KONI Kaltim menetapkan usia 30 tahun. Itu bagus saja, sehingga tak didominasi senior. Karena, jika terus-terusan, maka calon atletyang berprestasi terhambat. Enggak ada atlet makin tua makin jadi. Maka, dengan adanya DBON, pembinaan usia dini paling tidak KONI bisa lebih optimis mempersiapkan," katanya.
Baca juga: KONI Kaltim Gelar Rakor Hari Ini, Samakan Persepsi Jelang Porprov VIII dan PON XXII
Kepala Sekretariat DBON Kaltim, Zairin Zain menambahkan, diskusi ini memberikan satu pandangan besar bagaimana prestasi atlet Kaltim bisa meningkat lagi ke depannya.
"Ketua KONI Kaltim sudah menyampaikan kondisi hasil PON di Aceh-Sumut kemarin, salah satunya apa saja kendalanya. Dan mungkin kita juga membahas keterlanjutan DBON yang kemarin sempat gempar dibubarkan. Kita masih melanjutkan ini sampai bulan Maret, setelah selesai anggaran 2023, kita akan ditarik Dispora langsung. Kalau Dispora menarik kegiatan DBON, artinya kita lihat tetap pada posisi. Bagaimana prestasi atlet tetap kita pertahankan dan hasil pertemuan dengan orangtua atlet, mereka tak mau dibubarkan.W alaupun hanya dikasih makan ikan asin pun anak-anak harus dilatih karena prestasinya sudah meningkat. Kalau tiba-tiba mau dipindahkan ini menjadi hal-hal baru untuk memberikan semangat mereka lagi untuk berprestasi," bebernya.
Lanjut Zairin mengungkapkan, DBON sejak 2 Februari 2025 sudah tak aktif.
"Jangan sampai pembinaan atlet berprestasi berhenti. DBON lagi dibuat seperti ini, kasihan gitu. Rencana DBON tak dibubarkan tapi program dipegang Dispora. Kita pengurus lama keluar dan beberapa bidang dikurangi. Sebanyak 120 atlet dari 14 cabor yang kita bina selama 8 bulan ada 76 atlet. Karena beberapa cabor belum bisa kita lakukan, sisanya venue-nya tak ada, seperti renang panjat tebing, dayung, "pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250228_Ketua-KONI-Kaltim-Rusdiansyah-Aras.jpg)