Senin, 27 April 2026

Berita Bontang Terkini

Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Loktuan Bontang Diprediksi Terjadi 25 Maret dan 28 Maret Mendatang

Gelombang pemudik yang menggunakan jalur laut dari Pelabuhan Loktuan, Kota Bontang, diprediksi mencapai puncaknya pada 25 dan 28 Maret 2025

Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN
ARUS MUDIK - KM Binaiya  nampak di kejauhan saat akan sandar di Pelabuhan Loktuan, Kota Bontang, pada Rabu (19/3/2025). Gelombang pemudik yang menggunakan jalur laut dari Pelabuhan Loktuan, Kota Bontang, diprediksi mencapai puncaknya pada 25 dan 28 Maret 2025 (TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Gelombang pemudik yang menggunakan jalur laut dari Pelabuhan Loktuan, Kota Bontang, diprediksi mencapai puncaknya pada 25 dan 28 Maret 2025.

Perkiraan ini mengacu pada jadwal keberangkatan KM Egon milik PT Pelni dan kapal swasta KM Cattleya Express, yang menjadi andalan masyarakat untuk menuju kampung halaman, terlebih pada momentum Idul Fitri tahun ini.

Kepala Staf PT Pelni Cabang Bontang, Kadir Tue, mengatakan lonjakan penumpang selalu terjadi menjelang Idul Fitri, seiring meningkatnya permintaan perjalanan laut.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, puncak arus mudik biasanya terjadi pada kapal yang berangkat mendekati Lebaran," ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Loktuan, Rabu (19/3/2025) petang.

Menurut Kadir, KM Egon dan KM Cattleya Express menjadi opsi utama bagi pemudik, terutama setelah KM Binaiya, yang juga melayani rute Bontang-Parepare, menyelesaikan keberangkatan terakhirnya pada Rabu, kemarin.

Baca juga: Kapal Jadi Pilihan Moda Transportasi Mudik Lebaran Warga, Suasana di Balikpapan, Samarinda, Bontang

Kapal ini baru akan kembali melayani penumpang pada 6 dan 8 April, atau sepekan setelah Lebaran.

Ia menjelaskan bahwa untuk KM Egon, kapasitas penumpang diperkirakan mencapai 950 orang lebih dalam dua keberangkatan. Namun, ada perubahan kebijakan yang perlu diperhatikan.

"Pada akhir Maret ini, KM Egon akan berangkat dua kali, yaitu pada 25 dan 28 Maret, menuju Parepare. Namun, kali ini kapal tidak akan membawa kendaraan seperti biasanya," ungkap Kadir.

Ia pun mengingatkan, terkait lonjakan penumpang sering dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab yang menjual tiket dengan harga lebih tinggi atau bahkan melakukan penipuan.

Baca juga: Bisa Bawa Sepeda Motor! Link dan Cara Daftar Mudik Gratis 2025 dengan Kapal Perang TNI Angkatan Laut

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk membeli tiket hanya di loket resmi atau kanal penjualan yang telah ditentukan.

"Pastikan tiket dibeli dari sumber resmi agar terhindar dari risiko penipuan," tegasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved