Tribun Kaltim Hari Ini
Tol IKN Dibuka Selama Mudik Lebaran 2025, Kecepatan Kendaraan Maksimal 60 Km/Jam
Kabar gembira bagi para pemudik yang menggunakan moda transportasi darat dari Samarinda, Balikpapan tujuan Penajam Paser Utara.
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Kabar gembira bagi para pemudik yang menggunakan moda transportasi darat dari Samarinda, Balikpapan tujuan Penajam Paser Utara.
Selama arus mudik dan balik Lebaran jalan Tol Ibu Kota Nusantara akan difungsikan sebagai jalur alternatif mulai 23 Maret 2025.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional ( BBPJN ) Kalimantan Timur, Hendro Satrio MK mengatakan, hasil peninjauan kelayakan fungsional jalan bersama pihak-pihak terkait pada Jumat (21/3) kemarin, memutuskan, jalur tol IKN yang menghubungkan Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara melalui Jembatan Pulau Balang bisa dilalui saat arus mudik Lebaran 2025.
“Jalan Tol IKN Seksi 3A, 3B, 5A dan Jembatan Pulau Balang bentang panjang dinyatakan layak difungsikan sementara dengan sistem satu arah,” ujar Hendro kepada Tribun Kaltim, Sabtu (22/3).
Dia menjelaskan, penggunaan jalur alternatif trans Kaltim-Kalsel melalui jalu selatan akan dibuka pada 24–31 Maret 2025 lewat Jalan KKT Kariangau. Terkait biaya atau tarif tol, Hendro menegaskan sementara masih gratis, namun kendaraan yang melintas dibatasi.
Penggunaan jalan tol IKN hanya diperbolehkan untuk kendaraan Golongan I, yakni jenis sedan, jip, dan minibus pada pukul 06.00–18.00 WITA dengan kecepatan maksimal 60 km/jam. “ Masih gratis (tidak ada biaya), tidak tap kartu seperti tol biasanya. Tapi, hanya untuk kendaraan Golongan I (sedan, jip, minibus),” sebutnya.
Sementara untuk arus balik arah dari Penajam Paser Utara PPU menuju Balikpapan (Jalan KKT Kariangau) dibuka kembali mulai 1 April hingga 7 April 2025. “Jadi ada jadwalnya. Mohon masyarakat menyimak agar tidak tertukar jadwalnya,” kata Hendro.
BBPJN Kaltim juga telah berkoordinasi agar pihak terkait menyiapkan rambu lalu lintas, barrier, serta pengelolaan hazard untuk memastikan keselamatan dan keamanan pemudik selama jalan tol IKN difungsikan.
“Kami harap ini bisa menjadi solusi efektif mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama Kaltim selama momentum mudik Lebaran 2025,” ungkapnya.
Dalam hal ini juga, para pihak yang dilibatkan langsung yakni Direktorat Lalu Lintas Polda Kaltim, Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan Kaltim, serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kaltim.
Sebelumnya diberitakan, BBPJN juga memantau terkait jalur titik rawan mudik lebaran di wilayah Kaltim. Meski tradisi mudik umumnya di Kaltim tidak sepadat di Pulau Jawa, BBPJN tetap memberikan perhatian.
Lebih lanjut Hendro Satrio mengatakan, pihaknya tetap memantau jalur ruas nasional di wilayah Kaltim. Mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri diprediksi tetap meningkat. Tak hanya antarkota, masyarakat Kaltim biasanya melakukan perjalanan mudik antarprovinsi, seperti Kalimantan Selatan dan Utara.
Titik Rawan Macet
Catatan BBPJN Kaltim, beberapa jalur titik rawan yang dilelalui pemudik, antara lain di PPU, Paser, Kutim dan Berau. “Jembatan Bailey Sei Busui, Kabupaten Paser. Jembatan ini kan sempat ambruk ditabrak truk semen beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Jembatan yang letaknya berada di Selatan Kaltim ini juga menjadi perhatian bagi pengendara dari Kaltim yang akan menuju Kalsel. "Meski jembatan sudah bisa dilalui dan ada jalur alternatif melalui jalan hauling, potensi kemacetan tetap ada, terutama pada jam-jam sibuk," kata Hendro.
Titik rawan macet lainnya, di Pelabuhan Kariangau, Balikpapan, diprediksi akan mengalami peningkatan volume kendaraan selama arus mudik. Disusul jalur Semoi, tepatnya KM 38, yang menjadi perhatian BBPJN Kaltim terkait kewaspadaan adanya longsoran tanah.
Kemudian wilayah Penaham Paser Utara, ruas jalan yang selama ini menjadi titik kepadatan, yakni Pasar Sepaku. Meski kini, kepadatan sedikit berkurang adanya pengoperasian jalur bypass.
"Saat ini masih pemasangan rambu dan penerangan. Dalam Waktu dekat akan dioperasikan," tutur Hendro. Beralih ke utara Kaltim, ruas jalan Muara Wahau-Kelay juga menjadi perhatian BBPJN karena kondisi jalan yang mengalami kerusakan.
Hendro mengatakan, pemerintah telah merencanakan penanganan jalan tersebut melalui skema program multi-years sepanjang 25 kilometer pada periode 2025-2027, termasuk pengaspalan untuk memperlancar arus kendaraan. "Proyek pengaspalannya, Insya Allah akan dimulai tahun ini," tandas Hendro.
BBPJN Kaltim juga mengimbau para pemudik selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas saat mudik Lebaran, terutama saat melintasi titik-titik rawan yang dijelaskannya.
“Kami juga standby alat berat, juga bersama PUPR Kaltim melalui UPTD-nya ikut dalam pemantauan jalur titik rawan mengantisipasi hal tidak diinginkan,” pungkas Hendro.
Jalur Kutim-Berau
Sementara itu, jalur Kutai Timur - Berau dianggap menjadi jalur utama para pemudik arah timur Kaltim hingga Kaltara. Masyarakat, khususnya pemudik diimbau untuk hati-hati , karena jalur di kawasan ini rawan longsor.
Kabid Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi mengatakan, melalui pengamatan dan informasi publik, sekitar minggu lalu terdapat beberapa titik longsor yang membahayakan pengguna jalan.
Meskipun, jalur Kutim-Berau masuk dalam kewenangan nasional yang ada di Kementerian PU, melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional Kaltim.
“Terkait kondisi jalur Kutim-Berau kami berkordinasi ke pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional melalui PPK yang menangani ruas Wahau-Kelay dan Kelay - Labanan,” jelasnya kepada TribunKaltim.co, belum lama ini.
Kemudian, di Kecamatan Kelay titik longsor telah ditangani. Memang, Junaidi mengatakan untuk jalan sudah tidak rusak, namun longsor menjadi salah satu kendala yang perlu diwaspadai. Titik longsor dapat membahayakan pengguna jalan, karena lalu lintas tertutup dan hampir setengah. Sedangkan ruas jalan Berau-Kutim hanya satu, dan jalan Kelay adalah akses satu-satunya.
“Terlebih menyambut Idul Fitri 1446 H dan arus mudik, hal itu perlu dikhawatirkan. Dari informasi pihak PPK Jalan Nasional Poros Kelay-Labanan titik longsor telah ditangani pada 18 Maret 2025 lalu,” jelasnya.
“Nantinya ruas jalan ini akan terus kami pantau dan berkordinasi dengan pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional ketika ada kondisi yang perlu penanganan segera,” tegasnya. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berpergian nantinya. (uws/znl)
| Jangan Pakai e-KTP saat Check In Hotel, Kemendagri Sarankan Masyarakat Pakai Identitas Lain |
|
|---|
| Sopir Dipaksa Antre Panjang, Penyaluran BBM Subsidi di Balikpapan Sudah Melampaui Kuota |
|
|---|
| Kejagung Tetapkan Hery Susanto Tersangka Dugaan Korupsi Suap Nikel, Jejak Kasus Ketua Ombudsman RI |
|
|---|
| Polemik Pengalihan Kepesertaan JKN dari Provinsi ke Kab/Kota, Wali Kota Samarinda Minta Ditunda |
|
|---|
| Surat Pemprov Kaltim yang Minta Kabupaten/Kota Ambil Alih Pembiayaan BPJS PBI Dianggap Terlambat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/JEMBATAN-PULAU-BALANG1.jpg)