Selasa, 19 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Banjir Sedalam 3 Meter Masih Merendam 9 Kampung di Kabupaten Berau Kaltim

Sudah memasuki hari kelima, sebanyak 9 desa dari 4 kecamatan yang berada di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur masih terendam banjir

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO/-Kabid Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, Tresna.
BANJIR DI BERAU - Banjir di Berau, Senin (24/3/202%. Banjir yang merendam ratusan rumah di 9 kampung area pesisi sungai, Kabupaten Berau, Provinsi Kaltim sedari Senin (24/4/2025) lalu (TRIBUNKALTIM.CO/HO/-Kabid Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, Tresna) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sudah memasuki hari kelima, sebanyak 9 desa dari 4 kecamatan yang berada di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur masih terendam banjir dengan rata-rata tinggi muka air (TMA) 1-3 meter.

Awalnya hujan terus menerus dengan intensitas sedang hingga deras mengguyur Kabupaten Berau pada Senin (24/3/2025).

Hal itu menyebabkan Sungai Sidung dan Sungai Segah meluap ke permukiman penduduk setempat.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (PBDB) Kaltim, 9 desa yang berada di pesisir sungai dari Kecamatan Sambaliung, Kecamatan Teluk Bayur, Kecamatan Kelay dan Kecamatan Segah diterjang banjir sedalam 1-3 meter yang masih bertahan sampai Jumat (28/3/2025) ini.

Baca juga: Endapan Lumpur Drainase Jadi Penyebab Banjir di Berau, Bupati Minta Dinas Terkait Lakukan Pengerukan

Tidak hanya itu, musibah ini merendam 2 sekolah negeri, 4 puskesmas pembantu, 3 PAUD dan 2 jembatam di Kampung Labanan Makarti tertutup longsor.

Bahkan dalam musibah yang merendam rumah dari 2.722 kepala keluarga (KK) itu dua lansia yakni Lajiu Langka (laki-laki 70 tahun) dan Yea Deng (perempuan 68 tahun) meninggal dunia.

"Dari keterangan pihak keluarga, Bapak Lajiu kelelahan sehabis berkebun dan Ibu Yea memang sedang sakit dan diduga terjatuh," jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Tresna Rosano saat dikonfirmasi Tribunkaltim.co petang ini.

Ia menjelaskan sedari awal mendapat laporan BPBD Kaltim telah berkoordinasi dengan semua unsur terkait.

Tim SAR gabungan ini telah mengevakuasi warga terdampak ke posko pengungsian.

"Bantuan logistik, makanan dan minuman langsung kita salurkan ke posko-posko," sebutnya.

Baca juga: Banjir Tahunan di Berau Kaltim Sebabkan 9 Kampung Terendam 

Terkait kondisi terkini, pihaknya memastikan air mulai menyusut dengan perlahan.

"Kita juga terus mengingatkan agar waspada sebab wilayah Utara Kaltim berpotensi diterjang cuaca ekstrem mulai 27 Maret sampai April 2025.

Masyarakat juga kita imbau agar mengikuti arahan petugas dan memantau informasi cuaca dari aplikasi InfoBMKG," pungkas Tresna Rosano. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved