Berita Balikpapan Terkini
RT 51 Jalan Dahor Balikpapan Sulap Tanjakan Jadi Lorong Hijau Lewat Program Warga Siaga Sehat
Salah satu bentuk konkret dari program ini terlihat di lingkungan RT 51, Jl. Dahor, Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - PT Kilang Pertamina Internasional terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program inovatif bertajuk Wasiat sejahtera singkatan dari Warga Siaga Sehat.
Salah satu bentuk konkret dari program ini terlihat di lingkungan RT 51, Jl. Dahor, Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat.
Di wilayah yang memiliki kontur geografis berbukit ini, warga binaan Pertamina tidak menyerah pada kondisi alam.
Baca juga: Tanggapan Ketua YLKI Kaltim Piatur Terkait Pernyataan Pertamina Stok BBM di Balikpapan Aman
Mereka justru memanfaatkan lahan yang ada dengan menanam berbagai jenis tanaman, salah satunya markisa, yang kini menjadi ikon dari wilayah tersebut.
Memasuki kawasan RT 51, tepat di jalan tanjakan setelah melewati gerbang masyarakat yang lewat akan disambut dengan lorong yang asri dan sejuk.
Warga menyebutnya sebagai lorong hijau, sebuah jalan sepanjang sekitar 40 meter yang teduh karena ditutupi tanaman markisa merambat di atas kerangka baja ringan. Saat malam tiba, lorong ini terlihat semakin memikat dengan hiasan lampu warna-warni yang dipasang sepanjang jalur tersebut.
Markisa ditanam dalam media pot permanen yang dibuat dari campuran semen dan batu bata disisi kanan dan kiri jalan tanjakan. Selain menambah keindahan lingkungan, tanaman ini juga memberikan manfaat langsung kepada warga, seperti keteduhan dan hasil panen untuk konsumsi.
Siti Aminah, Ketua Kelompok UMKM Wasiat Sejahtera 51, mengatakan bahwa budidaya markisa ini merupakan inisiatif dan hasil arahan PT Kilang Pertamina Internasional RU5 yang belum lama dijalankan.
"Belum ada satu tahun kalau markisa," ujarnya Rabu (9/4/2025) sore.
Sebelum menanam markisa, kelompoknya sempat mencoba budidaya tanaman anggur. Namun, karena tidak berhasil, mereka memutuskan beralih ke markisa yang lebih cocok dengan kondisi lingkungan setempat.
Dengan memanfaatkan media tanam yang tersedia, warga berupaya maksimal mengoptimalkan potensi lorong hijau ini. Bahkan, meski belum berskala besar, mereka telah beberapa kali menikmati hasil panen buah markisa.
"Sudah beberapa kali panen, setiap panen itu biasa 2 kompek (plastik)," katanya.
Panen dilakukan setiap minggu, tergantung dari tingkat kematangan buah yang ditandai dengan warna merah. Menariknya, proses panen masih dilakukan secara tradisional menggunakan alat sederhana berupa gagang kayu yang ujungnya diberi botol plastik untuk menjangkau buah markisa yang menggantung tinggi.
Lebih lanjut, Siti menyampaikan bahwa kelompoknya tengah bersiap mengikuti pelatihan untuk mengolah buah markisa menjadi produk minuman.
"Ini baru mau ada pelatihan untuk pengolahan markisa menjadi minuman," ujarnya.
Ke depan, hasil olahan ini diharapkan bisa menambah nilai ekonomi warga dan memperkuat kemandirian kelompok UMKM binaan.
Selain itu, lorong hijau yang telah ada juga direncanakan akan diperpanjang hingga 20 meter lagi, menyambung sampai ke gerbang masuk kawasan RT 51.(*)
| DPRD Tinjau Instalasi PDAM Balikpapan di Gunung Sari dan Kampung Damai, Pendistribusian Air Disorot |
|
|---|
| Akademisi STIE Balikpapan Imbau Warga Tetap Tenang Hadapi Kenaikan Harga, Hindari Panic Buying |
|
|---|
| Efisiensi Energi Bakal Picu Inflasi, Akademisi dari STIE Optimis Ekonomi Balikpapan Tetap Terkendali |
|
|---|
| Hemat Energi Dorong Perputaran Uang di Tengah Ekonomi Balikpapan yang Tetap Bergerak |
|
|---|
| 5 Fakta WNA Belanda yang Diamankan Imigrasi Balikpapan, Kondisi Terkini |
|
|---|
