Berita Samarinda Terkini
Sejak Dilucurkan Baru 774 Warga Samarinda yang Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis
Partisipasi masyarakat di Kota Samarinda untuk mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) masih tergolong rendah
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Partisipasi masyarakat di Kota Samarinda untuk mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) masih tergolong rendah.
Padahal, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda telah menyiapkan 26 puskesmas untuk melayani program ini dengan dukungan fasilitas dan tenaga medis yang memadai.
Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, dr. Ismed Kusasih, mengungkapkan bahwa hingga 15 April 2025, jumlah warga yang telah memanfaatkan layanan CKG masih jauh dari proyeksi nasional yang ditargetkan oleh pemerintah pusat.
“CKG (Cek Kesehatan Gratis) untuk Samarinda pada Februari kemarin sudah tercatat yang melakukan CKG ada 774 orang per 15 April di 26 puskesmas,” ujar Ismed pada Kamis (17/4).
Sebagai perbandingan, jumlah peserta CKG di Kalimantan Timur telah mencapai 5.026 orang, sementara secara nasional tercatat sebanyak 1,8 juta orang.
Fakta ini menunjukkan bahwa Samarinda masih perlu menggenjot sosialisasi program yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden dalam bidang kesehatan tersebut.
Baca juga: Pos Mudik Lebaran di Kutai Timur Kaltim Tersedia Cek Kesehatan dan Bengkel Darurat
“Artinya, di Samarinda untuk program CKG dari pemerintah pusat Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik tapi memang kalau dilihat masih butuh sosialisasi lagi pada masyarakat. Karena memang CKG adalah salah satu program pemerintah yang disediakan dalam rangka preventif kesehatan,” jelasnya.
Ismed menekankan bahwa CKG bukan sekadar pemeriksaan kesehatan biasa, tetapi merupakan langkah deteksi dini terhadap faktor risiko penyakit yang bertujuan untuk mencegah kondisi yang lebih serius di kemudian hari.
“Karena bagaimanapun ilmu kedokteran itu yang paling penting mencegah daripada mengobati. Makanya tujuan untuk mendeteksi faktor-faktor risiko melalui CKG, bahkan sekarang dipermudah, tidak harus menunggu hari ulang tahun. Jadi datang saja ke puskesmas atau mengisi aplikasi di Satu Sehat Mobile, nanti disesuaikan,” lanjutnya.
Saat ini, menurut Ismed, mayoritas peserta CKG di Samarinda berasal dari kelompok usia dewasa. Sementara untuk anak-anak, partisipasi masih bergantung pada inisiatif orang tua.
Namun demikian, ke depan Dinkes akan menerapkan pemeriksaan CKG bagi peserta didik yang baru memasuki jenjang pendidikan dasar dan menengah.
“Kalau yang anak-anak itu kan tergantung orang tuanya. Tapi nanti di masa pendidikan, masa anak usia sekolah, CKG akan dilakukan di sekolah untuk anak yang baru masuk sekolah — yang SD baru masuk, dengan SMP,” jelasnya.
Ismed juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat menargetkan sepertiga penduduk Indonesia — atau sekitar 90 juta jiwa — dapat menjalani CKG dalam waktu satu tahun. Namun hingga saat ini, capaian nasional baru menyentuh angka 1,8 persen dari target tersebut.
“Berarti masih butuh sosialisasi karena dua bulan ini masih 1,8 persen, padahal masalah bahan habis pakai dan peralatan kita di puskesmas sudah siap,” tegasnya.
Baca juga: Pendaftaran Online Cek Kesehatan Gratis di Kukar Dibatasi 20 Orang per Hari
Sebagai langkah percepatan, Ismed menyatakan bahwa Dinkes Samarinda tidak hanya mengandalkan media untuk menyampaikan informasi, tetapi juga akan menggandeng komunitas dan organisasi masyarakat untuk menjangkau publik secara lebih luas dan efektif.
=“Selain melalui media, yang paling cepat itu memang lewat pergerakan organisasi masyarakat. Lewat posyandu, misal ada pertemuan di kecamatan, di kelurahan, itu juga disampaikan. Karena CKG di bidang kesehatan adalah Asta Cita Presiden. CKG adalah salah satunya, kan ada tiga, yaitu CKG, pemberantasan TBC, dan peningkatan kualitas RS,” pungkas Ismed. (*)
| Saddam Husin Terpilih jadi Ketua Usaha Taman Rekreasi Samarinda Gantikan Bos Rumah Ulin Arya |
|
|---|
| Polresta Samarinda Ringkus Ibu Rumah Tangga Pelaku Perampokan Lansia 88 Tahun |
|
|---|
| Playbox Samarinda Raup Cuan dari Bisnis PlayStation Portable Pertama di Ibu Kota Kaltim |
|
|---|
| Takut Banjir, Warga Sekitar SDN 012 Karang Mulya Samarinda Pilih Sekolahkan Anak Lebih Jauh |
|
|---|
| SDN 012 Karang Mulya Samarinda Belum Ada MBG, Plt Kepsek Akui Kerap Dapat Pertanyaan dari Wali Murid |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250417-Kepala-Dinas-Kesehatan-Kota-Samarinda-dr-Ismed-Kusasih.jpg)