Borneo FC Samarinda

Reaksi Pelatih PSM Bernardo Tavares Usai Menahan Imbang Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri

PSM Makassar menahan imbang tuan rumah Borneo FC Samarinda pada pertandingan pekan ke 29 Liga 1 di Stadion Segiri Samarinda

Penulis: Nevrianto | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
BRI LIGA 1 - Pelatih PSM Makassar membawa gambar dari laptop usai bermain imbang melawan tuan rumah Borneo FC pada pertandingan Liga 1 di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (19/4/2025). Bernardo Tavares mengutarakan seharusnya PSM Makassar dapat tiga penalti dan orang bekerja di balik VAR harus dievaluasi. (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO) 

TRIBUNKALTIM. CO, SAMARINDA - PSM Makassar menahan imbang tuan rumah Borneo FC Samarinda pada pertandingan pekan ke 29 Liga 1 di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (19/4/2025).

Berkat eksekusi gol bek PSM Makassar Yuran Fernandes dari titik penalti.

Pelatih PSM Bernardo Tavares senang dengan penampilan anak anaknya namun tidak dengan hasil pertandingan. 

Baca juga: Borneo FC vs PSM di Liga 1, Penalti Yuran Fernandes Gagalkan Kemenangan Borneo FC di Stadion Segiri

"Saya kira kita melakukan pertandingan baik kali ini dan kedua tim memiliki peluang namun PSM memiliki peluang lebih banyak ketimbang Borneo FC Samarinda baik lewat korner dan seranggan.

Borneo FC Samarinda berhasil mencetak gol, itu peluang pertama mereka, " ungkapnya pada sesi konferensi pers seusai pertandingan di Stadion Segiri

Namun menurut Bernardo Tavarez ada beberapa momen seharusnya Borneo FC dihukum penalti karen pelangaran, Pelanggaran tersebut clear dibabak pertama dan kedua. 

Penyerang sayap PSM Makassar, Rizky Eka Prata menilai penampilan PSM sudah maksimal berjuang. 

"Kami bermain berdasarkan rencana pelatih dan kita memiliki beberapa peluang tapi sayang tidak jadi gol. Untuk kedepan pasti kita lebih baik lagi saat melawan Bali United, Semoga bisa menang dan didukung fans di kandang kita, " katanya. 

PSM meiliki ada 11 tembakan hanya mencetak 1 dari penalti ditanggapi Bernardo Tavares, Paling tidak dua penalti lagi yang seharusnya kami dapatkan.

Tapi sekarang Saya melihat bahwa orang yang kerja di belakang VAR harus ditingkatkan kualitasnya.

Mereka harus orang yang bertanggung jawab dengan pekerjaannya kenapa harus takut tmengambil keputusan. 

PSM tak akan terdegradasi dengan hasil ini begitu juga Borneo FC tak akan terdegradasi dari hasil ini.

Kenapa tidak melakukan yang seharusnya dilakukan. 

Standar ini ketika dibawa ke sepak bola Internasional tak baik untuk sepak bola di Indonesia. 

Buat apa menghamburkan banyak uang untuk VAR  jika pengaplikasiannya seperti ini.

Mereka harus memberikan respek pada yang bekerja yakni kepada pelatih, kepada pemain dan manajemen, "pungkasnya sembari dua kali menggebrak meja. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved