Copa Del Rey
Ricardo De Burgos Bengoetxea, Wasit Final Copa Del Rey Barca vs Madrid, Nangis Dikecam Los Blancos
Inilah sosok Ricardo De Burgos Bengoetxea, wasit yang bertugas dalam pertandingan final Copa del Rey Barcelona vs Real Madrid.
TRIBUNKALTIM.CO - Inilah sosok Ricardo De Burgos Bengoetxea, wasit yang bertugas dalam pertandingan final Copa del Rey Barcelona vs Real Madrid.
Adapun laga final Copa Del Rey yang akan digelar Minggu (27/4/2025) pukul 03.00 WIB.
Ya, wasit Ricardo De Burgos Bengoetxea dianggap Real Madrid tak pantas memimpin duel bertajuk El Clasico tersebut.
Mereka melihat sosoknya sebagai seorang inkompeten dan tak netral dalam memimpin sebuah laga.
Baca juga: Link Live Streaming Barcelona vs Real Madrid Final Copa del Rey 2025 Malam Ini, Kick-off 03.00 WIB
Sebenarnya pencapaian Ricardo De Burgos Bengoetxea musim ini terbilang cukup baik.
Ia bekerja keras untuk bisa mendapatkan pengakuan dari RFEF dan Liga Spanyol.
Pria kelahiran Bilbao, 16 Maret 1986 ini sudah mendapatkan kepercayaan memimpin 9 pertandingan sejak awal tahun 2025.
Laga antara Almeria menghadapi Leganes menjadi tugas pertamanya tahun ini.
Pertandingan itu kebetulan juga digelar di ajang Copa Del Rey.
Laga berlangsung kondusif dengan kepemimpinan Bengoetxea.
Ia mengeluarkan 4 kartu kuning pada laga itu.
Barangkali sorotan cukup besar terjadi saat dirinya memimpin laga antara Getafe menghadapi Sevilla di Liga Spanyol (1/2/2025) lalu.
Pada laga tersebut, Bengoeretxea mengeluarkan 10 kartu kuning.
Ia juga tak segan-segan mengeluarkan kartu merah, sebagaimana yang terjadi pada laga Espanyol vs Getafe dan Real Valladolid vs Las Palmas di Liga Spanyol musim ini.
Tak cuma memimpin laga-laga domestik, Ricardo De Burgos Bengoetxea juga mendapatkan amanah dari UEFA menjadi pengadil di level benua.
Ia pernah memimpin laga-laga Liga Champions, Liga Eropa, hingga Liga Konferensi Eropa.
Pertandingan level Eropa terbaru yang ia pimpin adalah duel antara Bodo/Glimt vs Maccabi Tel Aviv yang berlangsung pada 24 Januari 2025 lalu.
Riwayat kepemimpinan Ricardo De Burgos Bengoetxea di Liga Champions sudah berlangsung sejak 2017 silam.
Namun kala itu perannya masih sebatas seorang asisten wasit keempat.
Wasit berusia 39 tahun ini baru merasakan debut sebagai pengadil utama di Liga Champions pada 2024 lalu.
Ia mendapatkan kepercayaan memimpin laga antara Struga menghadapi Slovan Bratislava di babak kualifikasi pertama.
Sayangnya ia memang belum mendapatkan momen memimpin partai Liga Champions di babak utama.
Hal itulah yang menjadi salah satu sorotan Real Madrid kepadanya.
Ketidakpercayaan UEFA kepada De Burgos menjadi celah bagi Real Madrid melancarkan serangan.
Untuk diketahui, beberapa jam sebelum duel El Clasico dimulai, Real Madrid TV merilis sebuah video berdurasi tiga setengah menit yang secara tajam menyerang reputasi wasit De Burgos Bengoetxea yang akan memimpin laga.
Dikutip dari Marca, video itu menyoroti serangkaian keputusan kontroversial yang pernah ia buat dalam laga-laga Real Madrid.
Saluran resmi milik Los Blancos itu juga membandingkan statistik kemenangan saat sang wasit memimpin laga Madrid (64 persen) dengan Barcelona (81 persen).
Namun siapa sangka dari video tersebut, sang wasit yang ditugasi untuk memimpin final Copa del Rey menanggapi dengan serius, bahkan sampai berbicara di konferensi pers.
De Burgos Bengoetxea didampingi ofisial VAR Pablo González Fuertes tak mampu menahan emosinya saat berbicara dalam konferensi pers.
Karena tekanan dari Madrid, Bengoetxea mengaku anaknya sampai dirundung di sekolah.
"Ketika anak Anda pergi ke sekolah dan dikatai bahwa ayahnya adalah seorang pencuri kemudian dia pulang ke rumah sambil menangis, itu berat," kata Bengoetxea.
"Saya selalu mencoba mendidik anak saya, mengatakan kepadanya bahwa ayahnya jujur, bahwa dia terkadang membuat kesalahan seperti orang lain."
"Pada hari saya meninggalkan tempat ini, saya ingin anak saya bangga pada ayahnya dan pekerjaan sebagai wasit yang telah memberikan begitu banyak nilai kepada kami."
Federasi Sepak Bola Spanyol sendiri tidak menggubris protes Real Madrid.
Lewat presidennya, Rafael Louzan, RFEF menegaskan tidak akan mengganti wasit.
"Ini masalah kompetensi Komite Wasit. Federasi beroperasi secara independen, tidak bisa dipengaruhi pihak luar."
"Untuk sekarang, situasinya seperti ini. Saya tidak punya waktu membaca pernyataan Real Madrid."
"Kami telah mengatur semuanya untuk pertandingan nanti, kita akan melihat laga yang hebat. Itu saja yang perlu saya katakan."
Real Madrid Tak Mundur dari Final
Belakangan, Real Madrid juga menyatakan bahwa mereka tidak akan memboikot final Copa del Rey.
"Menjawab isu yang berkembang dalam beberapa jam terakhir, Real Madrid ingin mengumumkan bahwa klub tidak mempertimbangkan mundur dari pertandingan final besok," demikian isi pernyataan Real Madrid.
"Klub kami paham bahwa pernyataan yang disayangkan dan tidak patut dari wasit yang ditunjuk untuk pertandingan ini, 24 jam dari final, tidak bisa merusak sebuah ajang olahraga yang memiliki kepentingan global."
"Real Madrid percaya nilai-nilai sepak bola harus dijunjung tinggi kendati sekali lagi ada sikap permusuhan dan kebencian yang ditujukan kepada klub kami oleh wasit yang ditunjuk untuk pertandingan final."
Artikel ini telah tayang di BolaSport dengan judul Isu Real Madrid Boikot Final Copa del Rey, Wasit Sampai Nangis
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Profil Ricardo De Burgos Bengoetxea, Wasit Final Copa Del Rey yang Dikecam Real Madrid
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250426_Ricardo-De-Burgos-Bengoetxea.jpg)