Breaking News
Selasa, 7 April 2026

Aplikasi

WhatsApp Samai Facebook, Jadi Aplikasi Chat dengan Pengguna Terbanyak

Pengguna aktif WhatsApp kini tembus 3 miliar secara global. Meta sebut WhatsApp sebagai platform utama dalam distribusi layanan Meta AI.

Editor: Ahadian Gusnita
canva.com
APLIKASI WHATSAPP - Gambar yang memperihatkan seseorang sedang menggunakan WhatsApp. WhatsApp Samai Facebook, Jadi Aplikasi Chat dengan Pengguna Terbanyak (Canva.com) 

TRIBUNKALTIM.CO - WhatsApp kini mencatatkan 3 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia, menurut laporan keuangan Meta untuk kuartal I tahun 2025 yang diumumkan pada Rabu (30/4/2025) waktu Amerika Serikat.

Angka ini menunjukkan peningkatan dari laporan sebelumnya pada Juni 2024, di mana pengguna WhatsApp tercatat sebanyak 2,9 miliar. Kini, popularitas aplikasi perpesanan ini semakin menguat dan sebanding dengan platform Meta lainnya, seperti Facebook yang mencatat 3,07 miliar pengguna di akhir 2024.

WhatsApp menjadi pilar penting strategi bisnis Meta, khususnya dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Aplikasi ini juga disebut sebagai saluran distribusi terbesar bagi layanan Meta AI, yang terintegrasi dengan Messenger dan Instagram.

Meta AI Paling Banyak Diakses dari WhatsApp

Chief Financial Officer Meta, Susan Li, menjelaskan bahwa penggunaan Meta AI paling tinggi berasal dari WhatsApp dibanding aplikasi lainnya. Sebagian besar interaksi terjadi melalui chat pribadi antar pengguna dengan chatbot AI tersebut.

Meski begitu, laporan Meta belum menjabarkan secara rinci soal proporsi wilayah pengguna WhatsApp. Namun Susan menyebut India sebagai negara dengan basis pengguna terbanyak, mencapai 500 juta pengguna, menjadikannya pasar utama untuk pengembangan fitur AI.

META AI WHATSAPP - Cara mengatasi Meta AI WhatsApp tidak muncul. Lengkap dengan daftar fitur dan cara aktifkan serta hilangkan chatbot kecerdasan buatan aplikasi WA
META AI WHATSAPP - WhatsApp Samai Facebook, Jadi Aplikasi Chat dengan Pengguna Terbanyak (KOMPAS.com/Zulfikar Hardiansyah)

WhatsApp Kurang Populer di Amerika Serikat

Menariknya, meski berasal dari AS, penggunaan WhatsApp di negara asalnya justru rendah. Meta menyebut masyarakat AS lebih memilih aplikasi pesan bawaan seperti iMessage di iPhone.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengatakan bahwa pihaknya harus menerapkan pendekatan berbeda untuk meningkatkan penetrasi pasar di AS. Salah satunya dengan mengembangkan aplikasi Meta AI mandiri (standalone) untuk menjangkau pengguna lebih luas di negara tersebut.

WhatsApp Business dan AI untuk Pelaku Usaha

Salah satu lini yang terus tumbuh adalah WhatsApp Business, yang disebut berkontribusi sebesar 510 juta dollar AS (sekitar Rp 8,46 triliun) dalam pendapatan Meta dari layanan aplikasi.

Meta saat ini tengah menguji integrasi chatbot Meta AI di WhatsApp Business, termasuk tampilan manajemen chatbot dan dashboard khusus pelatihan AI. Pelaku usaha nantinya bisa melatih chatbot menggunakan informasi dari situs web, profil WhatsApp Business, hingga halaman Facebook.

WhatsApp Terus Tumbuh Sejak Diakuisisi Meta

WhatsApp sendiri didirikan pada tahun 2009 dan diakuisisi oleh Facebook pada 2014 dengan nilai 19 miliar dollar AS. Sejak saat itu, WhatsApp menjadi aplikasi bebas iklan dan terus berkembang pesat.

Pada tahun 2020, pengguna aktif WhatsApp tercatat sebanyak 2 miliar. Kini, dalam lima tahun, angka tersebut melonjak hingga 3 miliar pengguna, menjadikannya salah satu aplikasi paling populer di dunia bersama Facebook.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "WhatsApp Makin Populer, Jumlah Penggunanya Saingi Facebook"

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved