Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Bukan Angin Puting Beliung, BMKG Beber Penyebab Water Spout di Teluk Balikpapan, Kukuh: Umum Terjadi

BMKG menjelaskan Fenomena diduga puting beliung yang terekam warga di perairan Teluk Balikpapan, Sabtu (31/05), dipastikan merupakan water spout

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Dwi Ardianto | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
WATER SPOUT - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan Kukuh Ribudiyanto. BMKG menjelaskan Fenomena pusaran angin yang terekam warga di perairan Teluk Balikpapan, Sabtu (31/05), dipastikan merupakan water spout. (TRIBUN KALTIM.CO/DWI ARDIANTO) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Fenomena pusaran angin yang terekam warga di perairan Teluk Balikpapan, Sabtu (31/05), dipastikan merupakan water spout, atau puting beliung yang terjadi di laut.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan Kukuh Ribudiyanto menyebut fenomena ini berkaitan erat dengan awan cumulonimbus.

“Betul sekali, telah terjadi water spout. Kalau di darat disebut puting beliung, kalau di laut disebut water spout. Namun proses kejadiannya sama,” ungkap Kukuh saat dikonfirmasi Tribun Kaltim.

Ia menjelaskan bahwa water spout terbentuk dari awan cumulonimbus, yakni jenis awan yang dikenal sebagai awan badai. Di dalam awan ini terjadi turbulensi dan tekanan rendah yang menyebabkan terbentuknya pusaran angin.

“Awan cumulonimbus ini terbentuk karena adanya penguapan tinggi di wilayah sekitar. Biasanya terjadi di masa transisi antara musim penghujan ke musim kemarau atau sebaliknya,” terangnya.

Baca juga: Viral Video Angin Puting Beliung di Teluk Balikpapan, BMKG: Itu Water Spout

Menurut Kukuh, pada pagi hari, radiasi matahari yang tinggi memicu penguapan air laut yang cepat, sehingga membentuk awan cumulonimbus dengan potensi hujan lebat, angin kencang, kilat, hingga puting beliung.

“Dampaknya bisa hujan lebat walaupun durasinya singkat, hanya satu sampai dua jam. Di dalamnya juga ada potensi angin kencang, kilat, atau petir,” lanjut Kukuh.

Ia menegaskan bahwa water spout termasuk fenomena alami dan umum terjadi, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem di masa peralihan musim dan terus memantau informasi resmi dari BMKG melalui kanal-kanal resmi untuk mendapatkan informasi terbaru. (*)

Ikuti berita populer lainnya di Google NewsChannel WA, dan Telegram.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved