Berita Bontang Terkini
Walikota Bontang Tekan BPD Kaltimtara, Neni: Pinjaman Tanpa Bunga untuk UMKM Harus Dipermudah
Walikota Bontang, Neni Moerniaeni desak BPD Kaltimra sederhanakan syarat pinjaman modal usaha tanpa bunga bagi pelaku UMKM
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Walikota Bontang, Neni Moerniaeni, mendesak Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltimtara untuk menyederhanakan syarat pinjaman modal usaha tanpa bunga bagi pelaku UMKM.
Ia menegaskan, akses permodalan seharusnya tak boleh membebani masyarakat kecil dengan persyaratan agunan rumah.
“Boro-boro punya rumah, usaha aja sudah susah. Cukup dengan Nomor Induk Berusaha saya kira bisa dapat,” tegas Neni, Kamis (12/6/2025).
Saat ini, pinjaman modal tanpa bunga dari BPD Kaltimtara bisa diakses tanpa jaminan hingga batas maksimal Rp 5 juta.
Namun untuk pinjaman Rp 15–25 juta, nasabah wajib menyertakan agunan, meskipun cukup dengan kendaraan, tidak harus rumah.
Baca juga: Akibat Penghapusan Honorer, Personel Damkar di Bontang Terancam, Layanan Penyelamatan Bisa Lumpuh
Menurut Neni, jika syarat yang ditetapkan adalah agunan rumah pribadi justru menghambat pelaku usaha kecil untuk tumbuh dan mandiri. Padahal, semangat program ini adalah untuk menjadi solusi agar pelaku UMKM tidak terjerat rentenir berkedok koperasi.
Dorong Akses Modal yang Lebih Mudah
Neni mengaku telah berkoordinasi dengan pihak BPD agar program pinjaman tanpa bunga benar-benar bisa dinikmati pelaku usaha kecil tanpa beban administrasi yang rumit.
“Niatan kita jelas, agar pelaku usaha bisa naik kelas. Jangan sampai mereka malah tergantung pada utang berbunga tinggi. Pemerintah harus hadir untuk permudah, bukan menyulitkan,” katanya.
Ia pun mengusulkan agar syarat pinjaman cukup melampirkan Nomor Induk Berusaha (NIB), tanpa perlu jaminan apapun.
Neni menegaskan akan terus mengawal kebijakan ini hingga benar-benar berpihak pada masyarakat kecil.
Baca juga: Nasib 250 Honorer di Bontang Kaltim di Ujung Tanduk, Pemkot Cari Cara Agar Tak Ada PHK Massal
Program ini juga sejalan dengan visi-misi kepemimpinannya untuk memperkuat sektor ekonomi menengah dan mendorong lahirnya pelaku usaha baru di Bontang.
Neni memastikan akan mengevaluasi implementasi program ini secara berkala. Jika dampaknya positif bagi pelaku usaha, maka skema serupa akan diperluas.
“Kalau program ini terbukti bermanfaat, tentu akan kami kembangkan. Tujuan kita jelas, ekonomi masyarakat harus tumbuh dari bawah,” pungkasnya. (*)
Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram.
Wawali Agus Haris Akui Pemangkasan DBH Berdampak, Pemkot Bontang Cari Sumber PAD Baru |
![]() |
---|
Pemkot Balikpapan Fokus Awasi Pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu, Progresnya Lebih dari 20 Persen |
![]() |
---|
Operasi Pasar di Berbas Pantai Bontang, Beras Bulog 5 Kg Dijual Rp 60 Ribu Diserbu Warga |
![]() |
---|
Suasana RSUD Bontang Gempar, Perempuan Diduga Depresi Naik ke Atap Gedung |
![]() |
---|
Patroli Trantib Satimpo Bontang Temukan Pekerja Minum Miras hingga Pasangan Mesum |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.