MotoGP
Valentino Rossi Beber Titik Tertinggi dan Terendah Karirnya di MotoGP, Soal Yamaha dan Juara Dunia
Legenda hidup MotoGP, Valentino Rossi beber titik tertinggi dan terendah karirnya di MotoGP. Dual hal tersebut berhubungan soal Yamaha dan juara dunia
TRIBUNKALTIM.CO - Legenda hidup MotoGP, Valentino Rossi beber titik tertinggi dan terendah karirnya di MotoGP.
Dual hal tersebut berhubungan dengan Yamaha dan juara dunia
Belum lama ini, Valentino Rossi mengungkapkan sejumlah momen paling berkesan dan penuh penyesalan dalam karier balapnya di MotoGP.
Pebalap asal Italia itu menyebut kemenangan perdananya bersama Yamaha sebagai pencapaian tertingginya di dunia balap motor.
Baca juga: Valentino Rossi Tantang Bagnaia di MotoGP Italia 2025, Janjikan Bonus Besar
“Itu adalah titik tertinggi dalam karier saya,” ujar Rossi, dikutip dari Motosan.es, Jumat (13/6/2025), merujuk pada kemenangannya di Grand Prix Afrika Selatan 2004, yang sekaligus menjadi debutnya dengan tim Yamaha setelah hengkang dari Honda.
Namun, jika diberi kesempatan untuk mengulang satu balapan dalam hidupnya, Rossi memilih GP Valencia 2006.
Saat itu, ia mengalami kecelakaan yang menyebabkan dirinya kehilangan gelar juara dunia dan memberikannya kepada Nicky Hayden.
“Saya ingin mengulang GP Valencia 2006, saat saya terjatuh dan kehilangan gelar juara dunia. Saya ingin mengulangnya karena hasilnya mungkin akan berbeda,” kata Rossi.
Seperti diketahui, sepanjang karier Rossi di MotoGP diwarnai dengan rivalitas.
Salah satunya adalah rivalitas dan kontroversi antara dirinya dan Marc Marquez yang hingga saat ini masih menjadi sorotan.
Baca juga: Perekrutan Toprak Razgatlioglu Memakan Korban, Jack Miller Berpotensi Pensiun Dini dari MotoGP
Namun, ketika ditanya siapa lawan terberat yang pernah dihadapi di MotoGP, Rossi justru menyebut nama Casey Stoner.
“Saya punya banyak rival, tapi saya pilih Casey Stoner,” kata dia. Rossi juga menyinggung masa-masa yang ia anggap sebagai penyesalan terbesarnya, yakni menjelang akhir musim 2015.
Ia meyakini bahwa dirinya seharusnya bisa mengamankan gelar juara dunia pada musim tersebut.
“Saya bisa saja memenangkan gelar itu,” ucapnya. Seperti diketahui, musim 2015 terjadi perseteruan kontroversial dengan Marc dalam insiden yang dikenal sebagai Sepang Clash.
Insiden tersebut membuat Rossi start dari posisi buncit di GP Valencia, sehingga kehilangan peluang menjadi juara dunia dan menyerahkan gelar kepada Jorge Lorenzo. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Valentino Rossi: Momen Berkesan dan Penyesalan Terbesar di MotoGP"
Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram
Valentino Rossi Tantang Bagnaia di MotoGP Italia 2025, Janjikan Bonus Besar |
![]() |
---|
Perekrutan Toprak Razgatlioglu Memakan Korban, Jack Miller Berpotensi Pensiun Dini dari MotoGP |
![]() |
---|
Bikin Valentino Rossi Menyesal, Ini Pembalap MotoGP yang Sulit Dikalahkannya, Bukan Marc Marquez |
![]() |
---|
Jadwal MotoGP Italia 2025, Valentino Rossi Siap Beri Bonus untuk Bagnaia Jika Taklukkan Marc Marquez |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.