Berita Internasional Terkini
Awal Mula Konflik Thailand dengan Kamboja Hingga Mengakibatkan Perang di Wilayah Perbatasan
Ketegangan memuncak antara dua negara tetangga Indonesia, Thailand dengan Kamboja, mengakibatkan perang di wilayah perbatasan.
TRIBUNKALTIM.CO - Ketegangan memuncak antara dua negara tetangga Indonesia, Thailand dengan Kamboja.
Thailand dan Kamboja, saling serang mengerahkan kekuatan militer, yang mengakibatkan 12 orang tewas.
Konfrontasi antara Thailand dengan Kamboja, memperpanjang konflik bersenjata antar negara-negara di era modern ini.
Sebelumnya telah terjadi perang di Ukraina, perang di Timur Tengah, dan yang terbaru perang di Asia Tenggara, antara Thailand vs Kamboja.
Baca juga: 10 Fakta Kamboja dan Thailand Saling Serang di Perbatasan, Duduk Perkara hingga Situasi Terkini
Baca juga: Skandal Telpon dengan Eks Pemimpin Kamboja Bocor, Kini PM Thailand Paetongtarn Shinawatra Diskors MK
Dalam perang Thailand melawan Kamboja, warga sipil berjatuhan, tumbang, tewas terkena senjata militer antara kedua negara.
Sedikitnya 12 orang menjadi korban tewas dalam pertempuran antara Thailand dan Kamboja yang meletus pada Kamis (24/7/2025).
Korban tersebut berasal dari laporan Kementerian Kesehatan Thailand.
11 di antaranya adalah warga sipil.
Selain itu, 31 orang yang terdiri atas 24 warga sipil dan tujuh tentara mengalami luka, sebagaimana dilansir Al Jazeera.
Sementara itu, Kamboja belum melaporkan korban tewas maupun luka dari pihaknya.
Baca juga: Ibu Soleh Ungkap Kronologi Tragedi Anaknya Jadi Korban TPPO Kamboja, Ada Luka Mencurigakan
Konflik bersenjata antara kedua belah pihak pecah pada Kamis di sepanjang perbatasan.
Angkatan bersenjata kedua negara saling jual-beli serangan.
Pertempuran dimulai pada Kamis dini hari.
Thailand menuding Kamboja melepaskan serangan ke pangkalan militer di dekat Kuil Ta Muen Thom kuno.
Lokasi tersebut terletak di wilayah sengketa di selatan Provinsi Surin, Thailand, dan di barat laut Kamboja, sebagaimana dilansir CNN.
Thailand menuturkan, Kamboja mengerahkan pesawat nirawak di depan kuil tersebut sebelum mengirim pasukan dengan senjata.
Baca juga: DPMPTSP PPU Beberkan Potensi Investasi di Hadapan Duta Besar Maroko, Bahrain dan Kamboja
Bangkok juga menuduh pasukan Kamboja menembakkan senjata berat ke wilayah sipil di Distrik Kap Choeng, Provinsi Surin.
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja Letnan Jenderal Maly Socheata mengatakan, pasukannya melakukan tindakan untuk membela diri setelah serangan tak beralasan dari tentara Thailand.
"Pasukan Kamboja bertindak secara ketat dalam batas-batas pembelaan diri, menanggapi serangan tak beralasan oleh pasukan Thailand yang melanggar integritas teritorial kami," kata Maly.
Perdana Menteri Kamboja Hun Manet mengatakan dalam sebuah unggahan di Facebook bahwa Thailand menyerang posisi tentara di dua lokasi kuil di Provinsi Oddar Meanchey, serta di Provinsi Preah Vihear di Kamboja dan Provinsi Ubon Ratchathani di Thailand.
"Kamboja selalu mempertahankan posisi penyelesaian masalah secara damai, tetapi dalam kasus ini, kami tidak punya pilihan selain merespons dengan kekuatan bersenjata terhadap agresi bersenjata," kata Hun Manet.
Thailand mengatakan telah mengerahkan enam jet F-16 dan kemudian mengklaim telah menghancurkan dua markas militer regional Kamboja.
Baca juga: 10 Fakta Kamboja dan Thailand Saling Serang di Perbatasan, Duduk Perkara hingga Situasi Terkini
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Kamboja mengonfirmasi bahwa serangan udara Thailand mengenai wilayahnya.
Kementerian tersebut mengatakan akan merespons dengan tegas serangan jet tempur F-16 Thailand tersebut.
"Jet tempur F-16 menjatuhkan (dua) bom di jalan menuju Pagoda Wat Kaew Seekha Kiri Svarak," kata Kementerian Pertahanan Kamboja.
Wilayah tersebut terletak di perbatasan antara Kamboja dan Thailand yang disengketakan.
Kamboja mengatakan, aksi Thailand melanggar hukum internasional dan menimbulkan bahaya ekstrem.
Bahaya tersebut tidak hanya bagi perdamaian dan stabilitas regional tetapi juga bagi fondasi tatanan berbasis aturan internasional.
Awal Mula Konflik
Ketegangan antara Thailand dan Kamboja bukan hal baru.
Baca juga: Skandal Telpon dengan Eks Pemimpin Kamboja Bocor, Kini PM Thailand Paetongtarn Shinawatra Diskors MK
Pada 2011, pasukan Thailand dan Kamboja bentrok di daerah sekitar kuil Preah Vihear abad ke-11, mengakibatkan ribuan orang dari kedua pihak mengungsi dan menewaskan sedikitnya 20 orang.
Tahun ini situasi memanas sejak Mei lalu, ketika satu tentara Kamboja tewas dalam baku tembak dengan pasukan Thailand di wilayah sengketa Segitiga Zamrud, perbatasan yang mempertemukan Thailand, Kamboja, dan Laos.
Konflik tersebut kemudian berkembang menjadi krisis diplomatik yang berdampak pada dinamika politik dalam negeri Thailand.
Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, diskors dari jabatannya setelah rekaman percakapan pribadinya dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen, bocor ke publik.
Dalam rekaman tersebut, ia terdengar mengkritik tindakan militer negaranya sendiri dan memanggil Hun Sen dengan sebutan "paman".
Pada Rabu (23/7/2025), bentrokan Thailand dan Kamboja terjadi setelah lima tentara Bangkok terluka akibat ledakan ranjau darat.
Insiden ini mendorong Thailand menarik pulang duta besarnya dari Phnom Penh dan mengusir duta besar Kamboja dari Bangkok.
Thailand juga menutup seluruh penyeberangan perbatasan dengan Kamboja.
Baca juga: 10 Fakta Kamboja dan Thailand Saling Serang di Perbatasan, Duduk Perkara hingga Situasi Terkini
Ketegangan meningkat lagi pada Kamis (24/7/2025) pagi waktu setempat ketika militer Thailand menuduh pasukan Kamboja melepaskan tembakan ke pangkalan militer “Negeri Gajah Putih” itu, yang terletak di dekat kuil Ta Muen Thom, situs perbatasan yang menjadi sengketa kedua negara.
Bangkok juga menuduh Kamboja menembakkan dua roket BM-21 ke wilayah sipil di distrik Kap Choeng, Provinsi Surin, Thailand.
Kementerian Luar Negeri Thailand mengungkapkan, serangan Kamboja terhadap wilayah sipil terus berlanjut sepanjang Kamis, termasuk di rumah sakit di Surin.
Thailand menyebut bahwa Kamboja sebelumnya menerbangkan drone ke wilayah tersebut sebelum mengirim pasukan bersenjata.
Kamboja membantah tuduhan-tuduhan Thailand.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Letnan Jenderal Maly Socheata, mengatakan bahwa pasukan negaranya bertindak dalam batas pembelaan diri setelah terjadi pelanggaran wilayah oleh pasukan Thailand. (*)
Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenapa Thailand-Kamboja Tempur? Begini Awal Mulanya..."
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Korban Tewas Pertempuran Kamboja-Thailand Capai 12 Orang"
| Polri Ungkap Pergeseran Kejahatan Siber dari Negara Indochina ke Indonesia, Termasuk Markas Judol |
|
|---|
| Amerika Akhirnya Buka 160 Dokumen Rahasia UFO, Ada Penampakan 'Mata Sauron' hingga Piring Terbang |
|
|---|
| QRIS Bisa Dipakai di China, Ini Daftar 7 Negara yang Sudah Mendukung Pembayaran Digital Indonesia |
|
|---|
| AS Luncurkan Rudal Tomahawk dari Filipina, China Sebut Provokatif |
|
|---|
| AS Batal Tempatkan Rudal Tomahawk di Jerman, Kanselir Friedrich Merz: Agak Dilebih-lebihkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250725_Perang-Thailand-vs-Kamboja.jpg)