Minggu, 3 Mei 2026

Konflik Thailand Vs Kamboja

Kemlu Ungkap Kondisi 15 WNI yang Berada di Perbatasan Thailand dan Kamboja

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkap kondisi 15 WNI yang berada di perbatasan Thailand dan Kamboja.

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
Instagram indonesiainbangkok/indonesiainphnompenh
KONFLIK THAILAND-KAMBOJA - Imbauan dari KBRI Bangkok dan Phnom Penh untuk WNI yang berada di perbatasan Thailand-Kamboja. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkap kondisi 15 WNI yang berada di perbatasan Thailand dan Kamboja.(Instagram indonesiainbangkok/indonesiainphnompenh) 

TRIBUNKALTIM.CO - Seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah perbatasan Thailan dan Kamboja terus menjadi perhatian Pemerintah Indonesia.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan seluruh WNI di perbatasan Thailand-Kamboja dalam kondisi aman.

Rolliansyah Soemirat, Juru bicara Kemlu  menyatakan secara tegas bahwa sejauh ini belum ditemukan satu pun WNI yang terdampak langsung oleh konflik bersenjata Thailand vs Kamboja yang berlangsung sejak 24 Juli 2025 tersebut.

Pernyataan tersebut mengacu pada data dari KBRI Bangkok yang mencatat keberadaan sebanyak 15 WNI yang tinggal di wilayah perbatasan di Thailand.

Baca juga: Update Perang Thailand vs Kamboja: Jet Tempur Dikerahkan, 16 Tewas, 120 Ribu Mengungsi

Khususnya di wilayah distrik Trat, Sa Kaeo, Ubon Ratchathani, dan Ratchathani tetap dalam pantauan aktif pemerintah serta belum mengalami kejadian bahaya fisik maupun evakuasi darurat.

Data resmi dari KBRI Bangkok memperlihatkan bahwa pemerintah Indonesia terus mengimbau WNI yang menetap lebih dari enam bulan di Thailand segera melakukan pelaporan diri melalui portal Peduli WNI.

Imbauan itu dimaksudkan agar keberadaan mereka terus terkendali dan mendapatkan perlindungan yang optimal dari pemerintah di masa situasi krisis, khususnya di daerah yang berbatasan langsung dengan Kamboja.

Imbauan Lapor Diri dari KBRI Phnom Penh dan Bangkok

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh dan KBRI Bangkok sama - sama menerbitkan imbauan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Kamboja dan Thailand

Imbauan ini terbit menyusul eskalasi konflik khususnya di wilayah perbatasan Provinsi Preah Vihear dan Provinsi Oddar Meanchey di Kamboja, dan Provinsi Surin, Buri Ram, Si Sa Ket, Sa Kaeo, Trat dan Ubon Ratchathani di Thailand pada Kamis, 24 Juli 2025.

KBRI Phnom Penh dan KBRI Bangkok meminta WNI yang tinggal di kedua negara untuk tetap tenang, waspada dan tidak panik, serta menghindari berpergian ke wilayah perbatasan.

“Tetap tenang, waspada dan tidak panik, menghindari atau membatasi perjalanan ke wilayah terdampak,” tulis KBRI Phnom Penh, Kamis.

Pemerintah menegaskan pentingnya profesionalisme dalam pelaporan diri serta kehati-hatian dalam menerima tawaran pekerjaan atau menetap di wilayah konflik.

Dengan tekanan militer yang terus meningkat di kedua negara, langkah aktif preventif dari sektor diplomasi dan perlindungan menjadi sangat krusial bagi keselamatan WNI di kawasan yang hampir memasuki fase peperangan.

KBRI juga meminta para WNI mengikuti perkembangan informasi dari sumber-sumber terpercaya dan resmi, baik dari otoritas negara dan media setempat, atau media resmi kantor perwakilan RI.

Diharapkan juga WNI melakukan lapor diri di portal Peduli WNI pada lama peduliwni.kemlu.go.id agar identitas tervalidasi untuk memudahkan komunikasi.

Perihal perkembangan situasi, kantor perwakilan RI di Kamboja dan Thailand akan terus memantau kondisi terkini dan menginformasikannya secara berkala.

Masuki Fase Mematikan

Sementara itu, konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja tengah memasuki fase mematikan.

Ketegangan mendalam terjadi sejak insiden ranjau darat pada 23 Juli di distrik Nam Yuen, Ubon Ratchathani, yang menyebabkan beberapa tentara Thailand mengalami luka serius dan bahkan satu orang kehilangan kakinya.

Sehari kemudian, pertukaran serangan dengan senjata berat seperti artileri, BM‑21 rocket, dan serangan udara menggunakan F‑16 berlangsung intens hingga menelan korban sipil dan militer di kedua pihak, serta memicu pengevakuasian massal warga sekitar.

Thailand segera memberlakukan keadaan darurat militer di delapan distrik di Provinsi Chanthaburi dan satu distrik di Trat, yakni di sekitar kawasan perbatasan.

Pemerintah setempat mengambil langkah penutupan total perbatasan di enam provinsi sejak pertengahan Juni, menyusul eskalasi ketegangan yang terus berlangsung.

Pembatasan akses diberlakukan untuk lalu lintas kendaraan dan pejalan kaki, kecuali dalam kasus kemanusiaan seperti pendidikan dan perawatan medis

Hingga laporan terakhir, jumlah korban sipil di Thailand mencapai puluhan orang, termasuk tewas, luka-luka, dan kerusakan infrastruktur publik.

Puluhan ribu warga sipil terpaksa mengungsi ke lokasi lebih aman.

Di satu sisi, Kamboja juga melaporkan korban jiwa dan pengungsian besar-besaran dari wilayah perbatasannya termasuk di Provinsi Oddar Meanchey.

PBB, ASEAN, dan sejumlah negara besar mendesak gencatan senjata dan dialog damai segera dilakukan untuk mencegah konflik melebar menjadi perang terbuka regional

Latar Belakang Konflik

Sebelum bentrokan pecah, Thailand telah memanggil pulang duta besarnya dari Kamboja pada Rabu malam (23/7/2025).

Thailand juga menyatakan akan mengusir duta besar Kamboja dari Bangkok.

Langkah itu dipicu oleh insiden ranjau darat yang melukai dua tentara Thailand dalam seminggu terakhir.

Menurut otoritas Thailand, ranjau baru dipasang di wilayah perbatasan yang masih disengketakan.

Kamboja membantah tuduhan itu.

Mereka menyebut tentara Thailand tersesat ke wilayah bekas perang, di mana masih banyak ranjau sisa konflik masa lalu.

Baca juga: Inilah Perbandingan Kekuatan Militer Thailand vs Kamboja dan Penyebab Perang

(*)

Ikuti berita populer lainnya di Google NewsChannel WA, dan Telegram.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Soal Konflik Thailand-Kamboja, Menko Airlangga dan WartaKotalive.com dengan judul Nasib 15 WNI di Perbatasan Thailand dan Kamboja, Ini Kata Kemlu! 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved