Berita Kaltim Terkini
PON Beladiri Perdana Digelar di Kudus, KONI Kaltim Siapkan Atlet Terbaik Secara Selektif
Persiapan menghadapi ajang olahraga nasional bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025 di Kudus.
Penulis: Nevrianto | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Persiapan menghadapi ajang olahraga nasional bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025 di Kudus, Jawa Tengah, mulai memasuki tahap krusial.
Event yang akan berlangsung pada 11 Oktober hingga 26 Oktober mendatang ini merupakan gelaran perdana yang secara khusus mempertemukan cabang olahraga beladiri dari seluruh provinsi di Indonesia.
KONI Pusat bersama Djarum Foundation serta seluruh KONI provinsi menggelar rapat koordinasi virtual, Selasa (12/8/2025), untuk membahas teknis pelaksanaan mulai dari venue, transportasi, akomodasi hingga jumlah kuota atlet.
Dalam rapat ini, KONI Kaltim diwakili Ketua Harian H. Husinsyah, Wakil Ketua I Ego Arifin, dan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Alfons T Lung.
Baca juga: Menang Telak dari Tim Pra PON Kaltim, Pieter Huistra Sebut Pemain Borneo FC Bermain Sangat Baik
Sebanyak 10 cabang olahraga beladiri akan dipertandingkan, antara lain:
- Taekwondo;
- Tarung derajat;
- Judo;
- Gulat;
- Pencak silat;
- Sambo;
- Kempol
- Karatel
- Jujitsul
- dan wushu.
Seluruh pertandingan akan berlangsung di kompleks GOR Djarum, Kudus, dengan total kuota atlet mencapai 3.842 orang dan memperebutkan 1.196 medali.
Namun, efisiensi anggaran menjadi perhatian utama.
Wakil Ketua I KONI Pusat, Suwarno, mengingatkan setiap daerah untuk menyesuaikan jumlah atlet yang dikirim dengan kemampuan fiskal daerah masing-masing.
“Tidak semua provinsi harus mengisi kuota penuh. Tapi minimal, tetap mengirimkan perwakilan untuk setiap cabang,” ujarnya.
Kaltim tak Kirim Sembarangan
Menanggapi hal itu, Ketua Harian KONI Kaltim, H. Husinsyah, menyatakan kesiapan Kaltim untuk mengikuti ajang ini, namun dengan pendekatan yang selektif dan berbasis prestasi.
“Arahan Ketum KONI Kaltim sudah jelas. Kita siap berpartisipasi, tapi akan sangat selektif dalam menentukan atlet yang dikirim. Fokus pada yang benar-benar berpotensi meraih medali,” tegas Husin usai rapat.
Baca juga: KONI Kaltim Gelar Rakor Hari Ini, Samakan Persepsi Jelang Porprov VIII dan PON XXII
Ia menambahkan, meskipun Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sudah ditandatangani, pihaknya akan kembali melakukan evaluasi dan konsultasi internal sebelum finalisasi jumlah atlet yang dikirim.
“Saat ini kami sudah diminta menyiapkan semua hal teknis, termasuk Training Camp (TC). Tapi tetap akan disesuaikan dengan anggaran dan strategi prestasi,” tambahnya.
KONI Kaltim menilai bahwa ajang PON Beladiri ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga momentum untuk mengukur kekuatan beladiri daerah menjelang PON 2028. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250812_Rapat-Daring-di-Kalimantan-Timur.jpg)