Berita Samarinda Terkini
Warga Samarinda Semakin Antusias Investasi Emas untuk Pendidikan dan Perlindungan Ekonomi
Antusiasme masyarakat terhadap investasi logam mulia meningkat signifikan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur
Penulis: Nevrianto | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Antusiasme masyarakat terhadap investasi logam mulia meningkat signifikan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Aktivitas jual beli emas, baik dalam bentuk batangan maupun perhiasan, ramai terjadi di pertokoan kawasan Pasar Pagi, Kecamatan Kota Samarinda, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (12/8/2025).
Dwi, seorang warga yang tinggal di Jalan DI Panjaitan, Sungai Pinang, rela menempuh perjalanan sekitar 10 km meski tengah turun hujan deras. Ia membeli perhiasan emas seberat 2 gram sebagai bentuk investasi pribadi.
“Saya beli kalung emas untuk disimpan sebagai investasi. Setelah ramai kasus perbankan, saya jadi enggan berurusan dengan bank. Sudah tiga tahun saya menekuni investasi emas,” kata Dwi.
Baca juga: Dampak Perburuan Investasi Emas, Deposito Pegadaian Tembus 1 Ton
Menurut Dwi, profit atau loss investasi emas tergantung strategi dan durasi penyimpanan:
“Kalau buat investasi jangka pendek, memang bisa rugi. Tapi kalau dipupuk selama beberapa tahun, seperti dua, tiga, atau empat tahun, emas hampir pasti menguntungkan,” tambahnya.
Dukungan dari keluarga turut memperkuat keyakinannya.
“Transaksi uang tunai cepat habis, tapi investasi emas punya nilai tersendiri. Saya bersyukur suami dan keluarga mendukung,” ujarnya.
Sementara itu, Anjeli, warga Lempake, Samarinda Utara, mengagumi perhiasan emas dari sisi estetika.
“Saya mewarisi hobi mengoleksi perhiasan dari ibu. Sejak kecil senang melihat emas—semoga harganya bisa kembali stabil agar saya bisa tambah koleksi,” ucapnya.
Seorang pedagang emas di Pasar Pagi, Zulkifli, menyatakan proporsi transaksi saat ini didominasi penjualan oleh warga 75 persen, sementara pembelian emas hanya 25 persen.
Baca juga: Kondisi Ekonomi Fluktuatif, Gen Z Asal Balikpapan Ini Pilih Investasi Emas Digital
Menurut Zul, ketertarikan masyarakat terhadap emas meningkat seiring kebijakan perbankan dan pemerintah di bidang ekonomi.
Emas kini dianggap alternatif penyelamatan keuangan publik. Kadang stok emas batangan terbatas.
"Kami terus berusaha mencarikan pasokan bagi pelanggan yang ingin investasi,” jelasnya.
Zul juga menyebut lonjakan penjualan emas sering terjadi saat masyarakat menghadapi kebutuhan mendesak seperti kebutuhan sekolah anak, atau ketidakpastian dalam sistem perbankan.
Ada pelanggan yang menjual emas karena butuh uang sekolah. Beberapa juga membeli emas saat terjadi pemblokiran rekening oleh PPATK.
"Masyarakat jadi waspada dan lebih memilih menyimpan dana dalam bentuk logam mulia,” katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250812_Investasi-Emas-Warga-Samarinda.jpg)