Kisah Bonus Rp 200 Juta Buat Liliyana Natsir
Liliyana Natsir sendiri telah bergabung dengan PB Tangkas sejak masih berusia 12 tahun.
Gelar juara anda campuran
Tontowi/Liliyana dianggap fenomenal karena merupakan gelar juara ganda
campuran ALl England pertama setelah Christian Hadinata/Imelda Wiguna
pada 1979, serta gelar juara pertama buat Indonesia setelah Sigit
Budiaro/Candra Wijaya menjadi juara ganda putera pada 2003.
Di final, Minggu (11/3) pasangan pelatnas Cipayung ini menang dua game langsung 21-17, 21-19 atas pasangan Denmark Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl.
Bonus sebesar itu diberikan oleh klub mereka masing-masing, PB Djarum untuk Tontowi AHmad dan PB Tangkas Alfamart untuk Liliyana Natsir. Penghargaan diberikan secara simbolis oleh ketua PB Djarum, Joppy Rosimin dan pembina PB Tangkas Alfamart, Ir Justian Suhandinata di Jakarta, Rabu (21/3).
Pembina PB Tangkas Alfamart yang akan berganti nama menjadi PB Tangkas Specs pada Mei 2012 ini, Justian Suhandinata mengaku langsung menghubungi Victor dari PB Djarum usai menyaksikan kemenangan Liliyana/Tontowi di final All England lalu.
"Saya tanya Pak Victor, you mau kasih bonus berapa, karena saya tahu pasti Djarum pasti memberi. Dijawab buat pemain kami yang menjadi juara biasanya kami memberi bonus 200 juta rupiah," kata Justian. "Saya sih maunya menawar, kami kan tidak sebesar Djarum. Tapi kan tidak mungkin. Jadi saya berikan senilai yang sama kepada Liliyana," kata Justian.
Liliyana Natsir sendiri telah bergabung dengan PB Tangkas sejak masih berusia 12 tahun.
Tentang iming-iming bonus buat Liliyana/Tontowi apabila mampu merebut medali emas di Olimpiade London mendatang, baik Joppy Rosimin mau pun Justian tidak memberi nilai yang pasti. "Yang pasti lebih besar dari saat ini. Acara penghargaannya pun pasti akan lebih besar daripada saat ini," kata Joppy.
Sementara Justian mengatakan sebenarnya bonus dari klub akan jauh lebih kecil daripada penghargaan yang akan diberikan pemerintah atau pun pihak swasta lainnya. "Pasti kan akan ada bonus uang, rumah atau pun mobil buat para pemain dari banyak pihak. Masak masih minta juga dari klub?" kata Justian.
Namun ia kemudian meralat pernyataannnya itu. "Pasti ada-lah (dari klub). Kalau Pak Joppy bilang lebih besar dari 200 juta, ya mungkin 201 juta rupiah," kata Justian.