Jumat, 10 April 2026

Tim Aparat Gabungan Lumpuhkan Teroris yang Bajak Tanker Permina

Siuuu..siuuu..siauuuu! Bunyi desingan bom terdengar di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Senin (11/5/2015) kemarin.

TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Anggota Kopaska TNI-AL beraksi pada latihan Operasi Penanggulangan Aksi Teroris di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (11/5/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Siuuu..siuuu..siauuuu! Bunyi desingan bom terdengar di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Senin (11/5/2015) kemarin.

Bersamaan dengan itu berkelebat asap kuning di atas kapal tanker MT Permina II. Perlahan, terlihat pengibaran bendera oleh sekelompok orang. Teroriskah? Benar, hari itu kapal tanker tersebut dibajak sekelompok teroris jumlahnya 11 orang.

Kejadian tersebut merupakan bagian dari simulasi kesiapsiagaan penanggulangan terorisme melibatkan Danlanal Balikpapan, Polda Kaltim dan aparat gabungan. Tiga kapal polisi, tiga ALDRI, dan sebuah heli diturunkan mengamankan kondisi.

Teroris tak mau kalah. Ancaman penembakan sandera setiap enam jam diberikan jika mereka tak mendapatkan dana. Kesal tak kunjung mendapat dana, tiga orang anak buah kapal (ABK) ditembak.

Baca: Usai Hadapi Teroris, Jenderal Ini pun Bernyanyi

Empat unit kapal tim gabungan mendekati kapal tempat teroris berada. Bak film Holywood, tembak-menembak tak terelakkan. Sebuah heli turut mendekati kapal. Satu penerjun kemudian diturunkan ke lokasi keberadaan teroris.

Sedikitnya 30 pasukan pengamanan melaksanakan tugas. Tak sampai 30 menit, akhirnya para teroris berhasil dilumpuhkan.

Lima teroris diamankan, sementara yang lainnya ditembak mati. Sandera dibawa ke tempat aman. Mobil gegana sigap membawa para teroris.

Sesaat kemudian, riuhan tepuk tangan bergemuruh usai gladi bersih latihan kesiapan Koarmaritim menghadapi aksi terorisme berakhir.

Asop Koarmaritim Kolonel Laut (P) Maman Firmansyah menjelaskan latihan menghadapi teroris melibatkan aparat gabungan.

"Untuk penyergapan tadi kami kerahkan berbagai elemen, melalui terjun tempur, pass rope, maritime introduction operation, dan dibantu asistensi kapal yang sedang beroperasi," ucapnya.

Kapal yang digunakan berjumlah 4 unit, yakni KRI Makassar, KRI Ki Hajar Dewantara, KRI Keris, dan KRI Birang. Dari 4 kapal tersebut, satu kapal disimulasikan sebagai kapal yang dikuasai teroris, dan 3 kapal lainnya sebagai kapal penyelamat.

"Dalam simulasi ini kami kerahkan 800 personel secara keseluruhan. 175 personel di antaranya berasal dari Lanal Balikpapan," ungkap Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Ariantyo Condrowibowo.

Tim gabungan yang terlibat dalam gladi bersih kemarin, antara lain anggota TNI AL Lanal Balikpapan, Tagana, Pomal, Dinkes, Paska, Polair, Patkamla, Gagana, dan Brimobda Kaltim.

Kopaska Penyelamat Kolonel Laut (E) Bramantyo menjelaskan seputar pasukan keamanan yang bersiap di operasi tersebut.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved