Hobi
Demi Bermain Airsoft Gun, Amin Empat Kali Ganti Pesawat
Deretan suara yang berasal dari senjata dua klub ini terdengar menggelegar di sebuah lapangan rumput yang berukuran 50x40 meter.
Penulis: Junisah |
Laporan wartawan TribunKaltim.co, Junisah
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Di balik drum, tumpukan ban hingga papan, terlihat dua pria sedang berjongkok sambil memegang senapan laras panjang.
Dua pria yang menggunakan rompi anti peluru ini saling membidik untuk saling mengarahkan tembakan.
Tatapan kedua pria ini sangat tajam di depan lensa senapan. Jari telunjuknya pun menempel erat di pelatuk senapan tersebut.
Tak berapa lama terdengar suara keras, door..dooor...door... yang berasal dari senapan dua pria yang memakai kacamata hitam.
Salah satu pria yang berada di balik drum, langsung berdiri dan berlari melangkah maju ke depan untuk pindah posisi. Sedangkan teman-teman pria tersebut juga ikut berlari sambil menembakkan peluru kaliber ke arah lawannya.
Delapan orang pria yang berasal dari dua klub dari dua kota berbeda ini saling baku tembak, selama beberapa menit.
Deretan suara yang berasal dari senjata dua klub ini terdengar menggelegar di sebuah lapangan rumput yang berukuran 50x40 meter.
BACA JUGA: Pemilik "Airsoft Gun" Tidak Tahu tentang Izin Kepemilikan
Dari delapan orang pria, ada sekitar lima orang dari dua klub ini yang terkena tembak. Bahkan usai melakukan baku tembak dan berlarian mencari posisi, terlihat para pria yang mengenakan baju hitam dan hijau ini kelelahan.
Dua klub yang saling baku tembak ini adalah bagian dari kegiatan North Borneo Airsofter 2015 yang diselenggarakan Lanud Tarakan Provinsi Kaltara dengan memperebutkan Piala Bergilir Danlanud Tarakan, Sabtu (3/10/2015) di Lapangan Bola Lanud Tarakan.
"Asyik banget nih tempatnya, memacu adrenalin," ucap Amin, salah satu penggemar airsoft gun yang jauh-jauh datang dari Kota Lampung.
Amin mengaku, ia bersama empat orang rekannya, baru pertamakali mengikuti kejuaran airsoft gun di luar Kota Lampung.
"Jujur saja, kami ke Kota Tarakan ini pertama kalinya, dan bisa dikatakan kota yang paling jauh yang kami datangi. Sebab untuk datang ke Kota Tarakan, saya bersama teman-teman empat kali ganti pesawat dan akhirnya sampai juga di Kota Tarakan," ungkapnya.
Menurut anggota, klub Airsoft Gun Lampung (ASL), demi hobinya bermain airsoft gun, ia bersama rekan-rekannya tidak mempermasalahkan jarak yang begitu jauh untuk ke Kota Tarakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/airsoft-gun_20151003_174341.jpg)