Selasa, 7 April 2026

Kota Bangun ke Kenohan Kini Hanya Ditempuh 40 Menit

Di pinggir jembatan, warga ramai menggelar dagangan, seperti kue, roti, dan minuman di bak belakang pikap.

Penulis: Rahmad Taufik |
TRIBUN KALTIM/RAHMAD TAUFIK
Jembatan Martadipura Kecamatan Kota Bangun, saat proses pembangunan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG – Geliat perekonomian warga di daerah Hulu Mahakam mulai berkembang sejak Jembatan Martadipura, Kota Bangun, dan akses jalan penghubung dari Kota Bangun hingga Tabang sudah bisa dilewati warga.

Di pinggir jembatan, warga ramai menggelar dagangan, seperti kue, roti, dan minuman di bak belakang pikap.

Warung-warung pinggir jalan juga tumbuh pesat. Banyak sopir truk singgah untuk sekadar makan dan minum kopi.

Pantauan Tribun, Sabtu (23/1/2016), sepanjang perjalanan lewat jalur darat menuju ke Kahala, Kecamatan Kenohan, kendaraan pikap hilir mudik mengangkuti hasil pertanian, kebun, dan perikanan.

(Baca juga: Digadang Jadi Pemain Terbaik, Ini Ungkapan Rizky Pellu)

Truk pengangkut sawit juga ramai melintas. Selain itu, transportasi umum jenis minibus juga berseliweran mengangkut penumpang dari Tabang menuju Tenggarong, bahkan Samarinda.

Akses jalan darat ini sudah dilakukan pengerasan. Beberapa bulan lalu, warga di Hulu Mahakam harus menggunakan transportasi sungai kalau hendak ke Kota Bangun atau Tenggarong untuk memasarkan hasil kebun, palawija, dan perikanan, baik ikan tangkap maupun keramba.

Selain memakan waktu lama, transportasi sungai berupa perahu ces ini terbilang mahal.

“Kalau kita sewa perahu ces dari Kota Bangun ke Kahala, ongkosnya mencapai Rp 600-700 ribu sekali jalan. Sedangkan kalau sekarang sewa mobil lewat jalan darat cuma Rp 350 ribu pulang-pergi, jadi bisa lebih hemat,” kata Iman, warga Kahala.

Kini, anak sekolah di sejumlah desa juga tidak perlu lagi menyeberangi sungai. Mereka bisa naik motor ke sekolah.

Jarak yang ditempuh dari Kota Bangun ke Kahala memakan waktu sekitar 40 menit lewat akses jalan darat.

Sedangkan jika menggunakan transportasi sungai bisa mencapai 2 jam dengan menyusuri Danau Melintang, Danau Semayang, dan Sungai Kahala.

Jika ke depan akses jalan darat ini dicor atau diaspal, maka waktu perjalanan dari Kota Bangun ke Kahala bisa lebih cepat menjadi 25 menit.

Sedangkan waktu tempuh jalur darat dari Kota Bangun ke Tabang, kecamatan terjauh di Kukar, berkisar 4 jam.

Sedangkan jalur sungai memakan waktu 7-8 jam dengan kondisi air sungai dan danau normal atau tidak sedang surut.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved