Mantan Raja Smartphone BlackBerry Merugi hingga Rp 4,8 Triliun
Sesuai dengan janji yang diutarakan CEO John Chen beberapa waktu lalu, BlackBerry pun memutuskan untuk berhenti mengembangkan ponsel
TRIBUNKALTIM.CO - BlackBerry, sang mantan raja smartphone, dalam laporan keuangan terbarunya mencatat kerugian sebesar 372 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,8 triliun dalam kuartal kedua tahun fiskal yang berakhir pada 31 Agustus.
Angka tersebut menurun dari laba sebesar 51 juta dollar AS (Rp 660 miliar) yang tercatat pada kuartal yang sama tahun lalu.
Pendapatan perusahaan turut menyusut hingga hanya sepertiganya menjadi 334 juta dollar AS.
Pendapatan tersebut, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Fox Business, Kamis (29/9/2016), antara lain berasal dari divisi software and services sebesar 156 juta dollar AS dan divisi perangkat keras (ponsel) sebesar 105 juta dollar AS.
Pangsa pasar smartphone BlackBerry kini telah menyusut hingga menjadi kurang dari satu persen.
Divisi ponsel BlackBerry pada kuartal kedua tahun fiskal tercatat hanya mampu menjual 400.000 unit perangkat dengan kerugian 8 juta dollar AS.
BACA JUGA: Inilah Penampakan Android Terbaru dari BlackBerry, Apa Keistimewaannya?
Sesuai dengan janji yang diutarakan CEO John Chen beberapa waktu lalu, BlackBerry pun memutuskan untuk berhenti mengembangkan ponsel karena tak kunjung kembali meraih untung dari bisnis tersebut.
“Mungkin Anda bertanya-tanya ‘kenapa lama betul’ (bagi BlackBerry untuk memutuskan berhenti membuat ponsel)?” ujar Chen dalam sesi interview sehabis pengumuman laporan keuangan.
“Anda harus menyadari bahwa saya mesti membangun pasaran dan model bisnis untuk layanan software sebelum melakukan hal itu,” tambah dia.
CEO BlackBerry John Chen menunjukkan smartphone BlackBerry Passport. (FOTO:
Ponsel BlackBerry kini akan dibuat di Indonesia oleh PT BB Merah Putih, sebuah perusahaan joint venture yang dibentuk melalui kerja sama antara BlackBerry Limited dan Tiphone.
Langkah ini sekaligus merupakan upaya memenuhi persyaratan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang diperlukan untuk memasarkan ponselnya di Indonesia.
“BB Merah Putih akan membuat, mendistribusikan, dan mempromosikan perangkat bermerk BlackBerry yang menggunakan software dan aplikasi Android BlackBerry yang aman,” sebut pernyataan tertulis BlackBerry yang diterima KompasTekno.
BACA JUGA: Kisah BlackBerry, Dulu Raja Sekarang Rakyat Biasa
Pasar modal menyambut positif langkah BlackBerry “melempar handuk” di bisnis ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-smartphone-blackberry_20160929_172550.jpg)