Selasa, 7 April 2026

Guru Kejam, Gara-gara Sobek Kertas Dua Murid Ini Diikat dan Disumpal Lakban

Kedua oknum guru ini memberikan hukuman yang dianggap keji yakni mengikat dan menyumpal mulut dua murid tersebut dengan lakban.

metro.co.uk
Dua murid dihukum gurunya dengan cara diikat tangan dan disumpal mulutnya dengan lakban. Penyebabnya sepele, murid-murid itu menyobek kertas saat pelajaran sedang berlangsung. 

TRIBUNKALTIM.CO -- Tugas utama sebagai tenaga pendidik alias guru yakni membimbing serta mendidik para murid agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Namun apa yang dilakukan oleh dua oknum guru Taman Kanak-kanak (TK) di Surin, Thailand ini malah justru sebaliknya.

Kedua oknum guru ini dikenakan saksi berat dari Dinas Pendidikan setempat lantaran memberikan hukuman kepada dua orang murid didiknya.

Melansir dari laman Metro, kedua oknum guru ini memberikan hukuman yang dianggap keji yakni mengikat dan menyumpal mulut dua murid tersebut dengan lakban.

Foto kondisi para murid yang sedang mendapatkan hukuman ini diabadikan oleh seorang guru di sekolah tersebut.

Terlihat bocah cilik ini terbaring dilantai dengan kondisi mata tertutup dan tangan diikat lakban.

Seorang murid diikat tangan dan ditutup matanya oleh gurunya sebagai hukuman karena ia telah merobek kertas.
Seorang murid diikat tangan dan ditutup matanya oleh gurunya sebagai hukuman karena ia telah merobek kertas. (metro.co.uk)

Foto tersebut kemudian dikirimkan sang guru langsung kepada orangtua murid.
Dalam keterangan foto tersebut sang guru mengungkapkan kedua murid ini sedang menjalani hukuman dan juga sedang mengajari mereka untuk terus konsentrasi saat belajar.

Orangtua murid yang menerima gambar tersebut sontak dibuat terkejut dan foto tersebut tersebar viral di media sosial.

Tak tinggal diam orangtua murid kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian untuk melakukan investigasi ke sekolah anaknya mengenyam pendidikan.

Menurut keterangan dari wali murid, kesalahan anaknya diketahui lantaran ketahuan bermain dan merobek kertas saat kegiatan belajar berlangsung.

"Anak-anak ini hanya bermain kertas dan merobeknya, tetapi para guru menyatakan bahwa keduanya telah melakukan sesuatu kesalahan dan menghukum mereka seperti ini," ujar wali murid yang tak disebutkan identitasnya.

Sementara itu guru lainnya yang menemukan kedua bocah cilik ini mengungkapkan bahwa murid-murid ini sangat ketakutan serta menangis terisak-isak.

Usai kasus ini mencuat dan telah diinvestigasi, kedua guru yang terlibat dalam penghukuman tersebut dikenakan sanksi.

Kedua oknum guru ini juga diwajibkan membayar uang ganti rugi sebesar £915 atau sekitar Rp 12 juta.

Menanggapi masalah ini Narong Meuanchart, Dinas Pendidikan di provinsi setempat beserta komite akan melakukan investigasi lebih lanjut mengenai kekerasan yang dilakukan oknum guru.

Di sisi lain sebagai solusi, kedua murid tersebut telah dipindahkan ke sekolah yang berbeda.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved