Senin, 13 April 2026

Alasan Puncak Gunung Semeru Terlihat "Bertopi", Ini Penjelasannya

Beberapa gunung pernah mengalami hal yang sama. Tergantung dinamika atmosfer lokal," katanya.

Dok. BB TNBTS
Puncak Gunung Semeru atau Mahameru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tertutup awan sehingga terlihat seperti bertopi pada Senin (10/12/2018) 

Alasan Puncak Gunung Semeru Terlihat "Bertopi", Ini Penjelasannya 

TRIBUNKALTIM.CO - Fenomena tak biasa terjadi di puncak Gunung Semeru atau yang dikenal dengan sebutan Mahameru, Jawa Timur. 

Puncak Gunung Semeru terlihat tertutup awan yang melingkar sehingga membuatnya seperti bertopi.

Kepala Subbagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Sarif Hidayat mengatakan, fenomena itu terjadi pada Senin (10/12/2018).

Fenomena 191 Juta Tahun Sekali, Astronom Amatir Temukan Mars Berdampingan Neptunus

Fenomena itu merupakan fenomena biasa, tetapi jarang terjadi.

"Kejadiannya pada Senin kemarin tanggal 10 Desember 2018. Merupakan fenomena alam biasa yang jarang dan langka terjadi. Secara umum diduga karena adanya perubahan atau pergerakan angin di Puncak Semeru," katanya, Selasa (11/12/2018).

"Tapi secara pasti apa yang terjadi belum bisa disampaikan sehingga perlu ada penelitian lebih lanjut oleh pihak yang berkompeten," katanya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, fenomena itu terjadi lantaran tertutup awan jenis lentikularis atau altocumulus lenticularis.

Sosok Fenomenal Cristiano Ronaldo Jadi Inspirasi, Ini 5 Pemain yang Dianggap Titisannya

Awan tersebut terbentuk karena pusaran angin di puncak.

"Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, bertopi. Puncak gunung tertutup awan jenis lentikularis atau altocumulus lenticularis. Awan ini terbentuk akibat adanya pusaran angin di puncak," tulis Sutopo dalam akun instagramnya, @sutopopurwo.

Sutopo menyampaikan, fenomena itu merupakan fenomena biasa dan pernah dialami oleh puncak gunung lainnya.

"Ini fenomena alam biasa saja. Beberapa gunung pernah mengalami hal yang sama. Tergantung dinamika atmosfer lokal," katanya.

"Tidak usah dikaitkan dengan mistis, tanda akan akan ada musibah, politik, atau jodoh seret," imbuhnya.

Sementara itu, kondisi itu sangat berbahaya bagi pendakian. Para pendaki rentan terkena hyphotermia karena cuaca sangat dingin. (*) 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Puncak Gunung Semeru "Bertopi", Ini Penjelasannyahttps://regional.kompas.com/read/2018/12/11/13325761/puncak-gunung-semeru-bertopi-ini-penjelasannya

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved