Kanal

Taruhan di Dunia Maya, Yunarto Serius Janji Pindah Negara jika Capres Pilihannya Kalah di Pilpres?

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, saat memaparkan hasil survei Pilpres dan Pileg 2019, di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (6/6/2018). - KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO

TRIBUNKALTIM.CO - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menjawab tantangan untuk pindah negara, jika capres yang didukung kalah dalam kontestasi Pilpres 2019.

Dilansir oleh TribunWow.com, hal itu seperti dalam unggahan akun Twitter @yunartowijaya, Selasa (2/4/2019).

Awalnya, netter dengan akun @edihama233 memberikan komentar soal kampanye pasangan 01 dan 02 yang dicuitkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

"Tenang bang..

di survei @yunartowijaya bang Jae masih unggul 18%..

tapi saya ajak taruhan mingkem dia," ungkap akun @edihama233.

Yunarto yang namanya disebut lantas turut memberikan tanggapan, dan menyanggupi ikut taruhan.

"Yuk saya terima taruhannya...

sebutin berapa, saya ikut...

saya tunggu...," ujar Yunarto.

 

Postingan Yunarto Wijaya (capture/Twitter)

Warganet dengan akun @TaufanHikmat kemudian menantang Yunarto Wijaya pindah negara jika capres yang ia dukung kalah.

"Yu tak sama saya? berani tarohan?

berani ga kalau jae kalah ente pindah ke negara komunis?," tulis akun @TaufanHikmat.

Yunarto kemudian mengiyakan taruhan tersebut.

"Ok saya terima, berlaku buat anda juga ya?," balasnya.

Postingan Yunarto Wijaya (capture/Twitter)

"Ok tak deal ya

China atau Korut ya," balas akun tersebut.

Yunarto pun menyetujui taruhan ini.

Postingan Yunarto Wijaya (capture/Twitter)

 

Baca juga:

Hadapi Persebaya Surabaya, Madura United Tegaskan Siap Mainkan Andik Vermansah

Yusuf Mansur Ungkap Permintaan Maaf Sosok yang Diduga Bikin Video Rekayasa Gus Mus-Ma'ruf Amin

KPK: Sektor Legislatif Paling Tak Patuh LHKPN, Baru 312 yang Lapor dari 554 Anggota DPR

Begini Respons Mahkamah Konstitusi soal Pernyataan 'People Power' Amien Rais

 

 

Hasil Survei Pilpres Terbaru

Sementara itu, dari hasil survei beberapa lembaga survei, saat ini pasangan nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) masih unggul.

Akan tetapi, pasangan nomor urut 02 juga mengalami peningkatan perolehan suara dan mengejar ketertinggalan.

Masih adanya sisa waktu dan kampanye terbuka, hasil survei hingga pemungutan suara masih kemungkinan besar bisa berubah.

Berikut hasil survei sejumlah lembaga, pada Maret 2019.

1. CSIS 15-22 Maret 2019:

Jokowi-Ma'ruf Amin: 51,4 persen

Prabowo-Sandi: 33,3 persen

Tidak tahu/rahasia: 14,1 persen

Belum menentukan pilihan 1,2 persen

Selisih suara: 18,1 persen

2. Vox Populi 5-15 Maret 2019:

Jokowi-Ma'ruf Amin: 54,1 persen

Prabowo-Sandi: 33,6 persen

Tidak tahu/rahasia: 12,3 persen

Selisih suara: 20,5 persen

3. SMRC 24 Februari-5 Maret 2019:

Jokowi-Ma'ruf: 57,6 persen

Prabowo-Sandiaga: 31,8 persen

Tidak tahu/rahasia: 10,6 persen

Selisih suara: 25,8 persen

4. Charta Politika 1-9 Maret 2019:

Jokowi-Ma'ruf Amin: 53,6 persen

Prabowo-Sandi: 35,4 persen

Tidak tahu/rahasia: 11 persen

Selisih suara: 18,2 persen

5. Litbang Kompas 22 Februari-5 Maret 2019:

Jokowi-Ma'ruf: 49,2 persen

Prabowo-Sandiaga: 37,4 persen

Tidak tahu/rahasia: 13,4 persen

Selisih suara: 11,8 persen

(TribunWow.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Yunarto Janji Pindah Negara jika Capres Pilihannya Kalah di Pilpres 2019, http://wow.tribunnews.com/2019/04/02/yunarto-janji-pindah-negara-jika-capres-pilihannya-kalah-di-pilpres-2019?page=all.

Editor: Kholish Chered
Sumber: TribunWow.com

Berita Populer