Kanal

BREAKING NEWS - Sedang Berteduh di Pondok, 4 Orang Tersambar Petir, 2 Meninggal Dunia

Dua korban meninggal yang karena disambar petir saat berteduh di Samboja - TribunKaltim.Co/HO

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Empat warga yang berteduh di sebuah pondok pinggir jalan di kawasan Salok Api Darat Kukar disambar petir, Rabu (1/5/2019) sekitar 15.20 Wita.

Dua di antaranya meninggal dunia, sisanya dalam kondisi selamat.

"Dua meninggal, 2 selamat. Sekarang di RS Samboja," kata Kapolsek Samboja Iptu Reza Pratama.

Belakamgan diketahui 4 korban yang diduga tersambar petir ini bukan warga Kutai Kartanegara.

Kapolsek Samboja Iptu Reza Pratama, mengatakan korban adalah warga Sulawesi yang singgah lantaran hujan mau menuju ke Samarinda.

"Bukan warga sini (Samboja).

Orang Sulawesi, singgah dia, tujuan mereka mau ke Samarinda," tuturnya.

Saat ditanya apa benar korban tersambar petir gara-gara bermain telepon seluler, Kapolsek Samboja Iptu Reza Pratama enggan berspekulasi dini.

"Menurut saksi dan korban selamat dan hasil dokter dari bekas luka di jenazah, identik luka kena petir," kata Kapolsek Samboja Iptu Reza Pratama.

10 Pekerja Kena Sambar Petir saat Makan Siang dalam Gubuk di Sawah

Petir menyambar gubuk yang ditempati 10 pekerja yang sedang makan siang di areal persawahan subak Tibu Beleng, Banjar Tembles Desa Penyaringan, Mendoyo, Jembrana, Balik, Jumat (5/4/2019).

Dua orang tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka.

Perbekel Desa Penyaringan, I Made Dresta menyatakan, sambaran petir terjadi Jumat (5/4/2019) sekira pukul 12.30 Wita.

Dua korban meninggal dunia ialah Ni Luh Niarti (50) dan Ni Luh Mi (41),  warga Banjar Wali, Yehembang, Kecamatan Mendoyo.
"Dua korban sudah dibawa ke rumah duka dengan ambulans,” ujarnya.

Dresta menyebutkan, delapan korban  lainnya yaitu Sayu Nami (55) dan Ni Nengah Ariani (45), warga Banjar Wali, Yehembang, Kecamatan Mendoyo. 

Ni Nyoman Kormu (50), warga Banjar Bale Agung, Yehembang, Saye Kade Sunarti (50) warga Banjar Wali, Yehembang, Kecamatan Mendoyo.

Ni Wayan Sumarni (47) dan Ni Luh Darma Wati (40) warga Banjar Kaleran, Yehembang,  Ni Ketut Dian Raini Purnami (53) warga Banjar Wali, Yehembang  dan Ni Nyoman Rudi (45), warga Banjar Kaleran Yehembang.

"Sepuluh (orang)  kena sambar petir. Ada dua meninggal, terus ada delapan selamat. Mereka itu sedang istirahat setelah meburuh (kerja) di persawahan Tembles," ungkapnya.

Dijelaskannya,  pada Jumat (6/4/2019) sekira pukul 08.00 Wita Kelompok Manyi memanen padi  yang melibatkan warga Banjar Wali dan banjar lainnya dari Desa Yehembang yang berjumlah 12 orang.

Mereka memotong padi milik Dewa Kade Jember  yang siap panen. 

"Karena sudah waktu makan siang makanya mereka istirahat di gubuk," jelasnya.

Dalam kondisi hujan, kata Dresta,  sepuluh pekerja yang sedang makan siang di gubuk itu disambar petir.

Dua rekan mereka yang selamat beristirahat di lokasi terpisah kurang lebih 300 meter. 

"Jadi dua orang temannya itu berlari meminta pertolongan ke warga sekitar lokasi sawah. Akhirnya kami terjunkan Binmas juga," paparnya.

Menurut Dresta, beberapa korban menjalani perawatan di puskesmas di kawasan Penyaringan dan yang lain dirujuk  ke RSU Negara.

Diah Terlempar

Satu di antara korban sambaran petir yang selamat ialah Ni Ketut Diah Raini Purnami (48), warga Banjar Wali, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo.

Diah mengaku dia dan sembilan pekerja lainnya terlempar ketika gubuk disambar petir.

"Kami terlempar semua. Terus telinga ini dengung keras dan kaki rasanya panas sekali," ujarnya di Puskesmas Mendoyo, kemarin.

Seluruh badannya ditenggelamkan ke dalam air yang menggenangi sawah karena takut terkena sambaran petir lagi.

Setelah itu, betapa kagetnya Diah ketika melihat sembilan temannya terkapar dalam kondisi luka bakar.

Bahkan tubuh kedua temannya terlihat hangus dan seorang lainnya mengeluarkan darah segar dari telinga.
Diah masih terguncang dan trauma.

"Saya shock melihat teman pingsan. Tapi ya syukur masih selamat," demikian Diah. (*)

(*)

Baca Juga

BREAKING NEWS - Sedang Berteduh di Pondok, 4 Orang Tersambar Petir, 2 Meninggal Dunia

Bus Mundur Tak Terkendali Seusai Gagal Menanjak di Tanjakan Selarong Puncak, Banyak Korban Luka-Luka

Prabowo Diteriaki 'Presiden' Saat Hadiri Peringatan Hari Buruh

Cek Lagi! Yang Masih Tahapan Ini di 2018 Bisa Coba CPNS Papua 2019, Waktu Pendaftaran Masih Panjang

Link Live Streaming Billboard Music Awards 2019, BTS, EXO dan GOT7 Bersaing di Top Social Artist

Likes dan Follow Fanspage Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram

Subscribe official YouTube Channel

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: samir paturusi
Sumber: Tribun Kaltim

Berita Populer