Kanal

TERPOPULER - SBY Blak-blakan Soal Proses Pergantian Kapolri, Ada yang Coba Intervensi via SMS

TERPOPULER - SBY Blak-blakan Soal Proses Pergantian Kapolri, Ada yang Coba Intervensi via SMS - Tribunnews.com

TRIBUNKALTIM.CO - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika menjadi Presiden RI pernah melakukan pergantian Kapolri.

Pergantian pucuk pimpinan Kepolisian dilakukan SBY itu tak luput menuai pro dan kontra.

SBY sempat menuangkan kisah ini dalam buku yang ditulisnya, berjudul SBY Selalu Ada Pilihan.

Dalam buku terbitan Kompas itu, SBY mengungkap detik-detik jelang pergantian Kapolri.

Ketika itu, pesan SMS bertubi-tubi masuk ke handphone-nya.

SMS tersebut berasal dari berbagai pihak.

Rupanya ada berbagai pihak yang coba mengintervensi SBY via SMS, dalam proses pergantian Kapolri.

Dilansir dari Tribunnews.com, isi pesan SMS itu kata SBY, berkaitan dengan permintaan agar Kapolri yang terpilih barasal dari pilihan pengirim SMS.

"Ada yang disampaikan melalui SMS yang meminta saya menjadikan Komisaris Jenderal Z sebagai Kapolri. Ada pula yang mengirim pesan agar Komisaris Jenderal X yang saya jadikan Kapolri," ungkap SBY.

Namun, SBY enggan menyebutkan nama pihak yang mencoba mengintervensinya melalui SMS terkait pergantian Kapolri.

Pun demikian dengan sosok yang dicalonkan sebagai Kapolri oleh pengirim SMS, SBY enggan membeberkan.

SBY punya alasan tersendiri mengapa tak mau mengungkapnya.

"Sengaja saya tidak sampaikan siapa pihak-pihak yang meminta saya untuk mengangkat nama-nama itu menjadi Kapolri," kata SBY.

Saat itu SBY konsisten dengan pilihannya, tidak akan terpengaruh oleh berbagai SMS tersebut.

"Yang jelas, saya konsisten dan tetap menggunakan sistem, aturan, dan mekanisme yang berlaku dalam penetapan calon Kapolri baru tersebut," ungkap SBY.

Selama dua periode menjadi Presiden RI, SBY tercatat melakukan empat pergantian Kapolri.

Awal kepemimpinannya di periode pertama, SBY memilih Jenderal Sutanto untuk menggantikan Jenderal Da'i Bachtiar. Berikutnya ia memilih Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri tahun 2008.

Dua tahun kemudian SBY mengangkat Jenderal Polisi Timur Pradopo sebagai Kapolri. Dan pada periode kedua akhir masa jabatannya, SBY menunjuk Jenderal Polisi Sutarman.

Kerap Mendapat Kritik

Sebagai orang nomor satu di Indoneisa, SBY tak lepas dari kritikan. Bahkan selama masa pemerintahan SBY, Kritikan terus mengalir dari berbagai pihak.

Masyarakat, mahasiswa, pengamat, akademisi hingga para politisi tak segan mengkritik pemerintahan SBY kala itu.

Kritik ditujukan terhadap gaya kepemimpinannya, hingga kebijakan, termasuk menyerang hal yang sifatnya pribadi.

Iapun mengungkapkan kritikan tersebut di dalam buku yang berjudul "SBY Selalu Ada Pilihan".

Buku terbitan tahun 2014 ini mengungkapkan adanya tokoh yang senang menentang siapapun.

Tak tanggung-tanggung, SBY menyebutnya hal itu merupakan bagian dari kebahagiaan sang tokoh tersebut jika berhasil mengkritik dirinya.

"Ada juga tokoh, lebih dari satu, yang memiliki kebahagiaan untuk menentang dan melawan siapa pun yang sedang memimpin negeri ini," tulis SBY.

SBY berpendapat, tokoh yang dimaksud itu akan selalu menyalahkan siapa pun yang memimpin Indonesia.

"Semuanya salah, dan harus dilawan," ungkap SBY.

Saat SBY membicarakan tokoh itu dengan para sahabatnya, seorang teman SBY pun nyeletuk.

Sahabat SBY itu mengatakan, tokoh tersebut akan berhenti berkelakuan semacam itu apabila dia sendiri yang menjadi presiden.

"Dia akan berhenti bertingkah laku dan berkata sengit seperti itu, jika dia sendiri yang jadi presiden. Cuma, Tuhan tidak kasih. Mengapa Tuhan tidak kasih, ya hanya Tuhan sendiri yang tahu," tulis SBY menirukan ucapan sahabatnya.

Buku yang ditulisnya berjudul SBY Selalu Ada Pilihan, merupakan hasil tulisannya sendiri.

Buku setebal 824 itu ditulis SBY ketika masih aktif menjadi Presiden RI.

Ia menyempatkan diri menulis di tengah tugas negara, maupun di waktu perjalanannya ke luar kota atau ke luar negeri.

Tak ingin dianggap curhat, buku ini mayoritas berisi pengalamannya dalam menjalankan roda kepemimpinan RI.

Terkait dengan pemilihan judul, SBY menjelaskan dengan sangat filosofis, bahwa hidup ini adalah pilihan. Menurutnya setiap orang punya pilihan dalam menentukan masa depan dan menjadi apa pun.

"Pendekatan dan cara apa untuk mengatasi permasalahan, itu juga pilihan. Sampai siapa yang paling tepat memimpin negeri ini ke depan, itu juga soal pilihan. Sebenarnya, puncak dari kebebasan adalah bebas untuk memilih," ungkap SBY. (*)

Seru Debat Habib Bahar Smith-Profesor Saksi Ahli: Soal Zinah hingga Hukum Islam dan Hukum Negara

Rene Mihelic, Jadi Pemain Paling Ditunggu Bobotoh, Berikut Fakta Calon Gelandang Persib Bandung Ini

Hasil Assesment Tata Nilai Rekrutmen Bersama BUMN Hanya Bisa Diakses 4 Hari, Cek Tahapan Selanjutnya

PKS Buka Suara soal Pertemuan Jokowi-AHY di Istana Merdeka

TERPOPULER - 50 Ucapan Selamat Ramadhan 2019 dan Selamat Berpuasa, Bisa Dikirim Lewat Medsos

Likes Fanpage Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram

Subscribe Official YouTube Channel

Editor: Alfiah Noor Ramadhany
Sumber: Tribun Kaltim

Berita Populer