Kanal

Keputusan Sandiaga Uno Setelah Namanya Ramai Disebut Masuk Daftar Calon Menteri Jokowi-Maruf

Sandiaga Uno saat tampil dalam Debat Pilpres 2019 - Kabar terbaru nama Sandiaga Uno kini ramai disebut masuk daftar calon menteri Jokowi-Maruf. - Capture Kompas TV

TRIBUNKALTIM.CO - Nama Sandiaga Uno santer disebut-sebut masuk dalam daftar calon menteri kabinet Jokowi-Maruf.

Meski proses sengketa Pilpres 2019 sedang bergulir di Mahkamah Konstitusi, namun nama-nama calon menteri kabinet Jokowi-Maruf sudah beredar.

Khususnya di kalangan elite.

Beberapa nama menteri yang lama bakal dipertahankan, kemudian sejumlah wajah baru diberitakan bakal masuk dalam kabinet Jokowi-Maruf.

Dalam info yang beredar tersebut, Luhut Binsar Panjaitan yang saat ini menjabat sebagai menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dipercaya menjadi Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM menggantikan Wiranto.

Sementara Sri Mulyani dalam informasi tersebut akan menjabat sebagai menteri Ekonomi di kabinet selanjutnya.

Kemudian ada nama putra Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

AHY dikabarkan akan menduduki posisi Menteri Sosial.

Selain AHY, nama Sandiaga Uno juga masuk.

Sandiaga Uno dikabarkan akan menjadi Kepala Koordinasi Penanaman Modal.

Lantas, benarkah kabar tersebut?

"Kami masih fokus pada perhitungan suara. Kami tidak membuat dan belum berpikir nama-nama anggota kabinet," ujar salah seorang anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf yang enggan disebut namanya kepada Tribunnews.com, baru-baru ini.

Sandiaga Uno Angkat Bicara

Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, selepas menghadiri wisuda Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di ICE BSD, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Kamis (2/5/2019). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Di tengah beredarnya kabar tersebut, Sandiaga Uno pun angkat bicara.

Calon Wakil Presiden nomor urut 02 itu membantah mendapatkan tawaran jabatan dari kubu Jokowi-Maruf.

"Ke saya sih enggak ada. Nanti mungkin bisa dicek ke Pak Prabowo, tapi ke saya enggak ada tawaran sama sekali," ungkap Sandiaga Uno ditemui seusai menghadiri acara di Masjid Raya Palapa Baitus Salam, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5/2019).

Sandiaga Uno mengaku pihaknya masih fokus menyelesaikan gugatan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.

"Saya yakin semua pihak masih menahan diri karena ini kan bukan tentang bagi-bagi jabatan," kata Sandiaga Uno.

Pernyataan Sandiaga Uno ini seakan membantah pernyataan juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Sebelumnya, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut Prabowo-Sandi ditawarkan jabatan politik.

"Banyak sekali tawaran-tawaran jabatan ke Prabowo, Bang Sandi. Bang Sandi berulang kali menyebutkan bahwa ia tidak akan tertarik dengan tawaran-tawaran jabatan," kata Dahnil, Kamis (23/5/2019).

BPN Belum Satu Suara Pertemuan Jokowi-Prabowo

Sementara itu, Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Fadli Zon mengakui bahwa pihaknya tidak satu suara terkait usul pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Prabowo pasca-Pilpres 2019.

Usul tersebut dilontarkan sejumlah pihak sebagai upaya untuk meredam polarisasi di tengah masyarakat yang menjadi pendukung kedua kubu.

Menurut Fadli Zon, masih terdapat pro dan kontra di kalangan petinggi BPN.

Ada yang menganggap sebaiknya pertemuan antara Jokowi dan Prabowo dilakukan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan permohonan sengketa hasil pilpres yang diajukan BPN.

"Saya kira kalau itu pendapat masing-masing orang, yang penting kan nanti dari pak prabowo. Ada yang pro ada yang kontra. Saya kira biasa-biasa saja. Maksudnya itu ada yang menganggap nanti saja setelah (keputusan) MK dan sebagainya," ujar Fadli Zon saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/5/2019), seperti dilansir Kompas.com.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menjadi narasumber pada diskusi polemik bertemakan Freeport Bikin Repot di Jakarta Pusat, Sabtu (21/11/2015). Diskusi mingguan ini membahas polemik dugaan Ketua DPR RI Setya Novanto mencatut nama presiden dan wapres untuk meminta saham Freeport. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Sementara, Fadli Zon mengatakan Prabowo sebelumnya sudah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Pertemuan tersebut terjadi pada Kamis (23/5/2019).

Kendati demikian, Fadli Zon belum mengetahui apakah Prabowo sudah merencanakan bertemu Presiden Jokowi setelah pertemuan itu.

"Saya kira komunikasi dialog itu hal yang biasa-biasa saja. Tapi kalau hal lain ya saya kira itu, ya kan Pak JK sudah mewakili dari pihak pemerintah," kata Fadli.

Subscribe official YouTube Channel

BACA JUGA:

TERPOPULER: Sikap Tegas Al El & Dul Jaelani pada Mulan Jameela, Bela Maia Estianty?

Media Sosial dan Whatsapp Sudah Normal, Begini Cara Hilangkan Dampak Buruk VPN Pada Ponsel

Kumpulan Ucapan Selamat Idul Fitri 2019, dalam Bahasa Indonesia, Arab, Inggris dan Jawa

Mustofa Nahrawardaya Ditangkap Polisi Terkait Cuitan Kerusuhan 22 Mei, Apakah Isinya?

Dua Eks Ketua Mahkamah Konstitusi Kompak, Sebut Hasil Pilpres 2019 Bisa Diubah, Prabowo Bisa Menang

Penulis: Syaiful Syafar
Editor: Alfiah Noor Ramadhany

Berita Populer