Kanal

Sandiaga Uno: Putusan Mahkamah Konstitusi Soal Pilpres 2019 Terbaik tuk Indonesia, Terima Apapun Itu

Ilustrasi. Sandiaga Uno melakukan sesi pemotretan menggunakan baju dinas di Kawasan Jakarta Selatan, Kamis (12/10/2017). Sandiaga Uno angkat bicara soal timnya Prabowo-Sandi ajukan gugatan di Mahakamah Konstitusi terkait Pilpres 2019, keputusan gugatan Prabowo-Sandi di Mahkamah Konstitusi. - TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

TRIBUNKALTIM.CO - Sejauh ini tim Prabowo-Sandi mengajukan gugatan hasil Pilpres 2019 beberapa hari yang lau. Ajuan gugatan ke Mahakamah Konstitusi. 

Sebentar lagi akan keluar hasil keputusan gugatan tim Prabowo-Sandi di Mahkamah Konstitusi, atas hasil Pilpres 2019. 

Perjalanan Pilpres 2019 dianggap cukup menegangkan, kala ada pascapengumuman hasil pemenang Pilpres 2019 mucul kerusuhan di 21 sampai 22 Mei. 

Hasil pengumuman pemenang Pilpres 2019 belum bisa diterima oleh kubu Prabowo-Sandi untuk itulah ajukan gugatan hukum ke Mahkamah Konstitusi. 

Nah, satu di antara kandidat dari pasangan Prabowo-Sandi yakni Sandiaga Uno, angkat bicara soal jelang keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi atas Pilpres 2019. 

Pria keturunan Gorontalo ini punya pandangan soal sidang gugatan Pilpres 2019. 

Saat bersua dengan wartawan, disebutkan oleh Sandiaga Uno, sidang gugatan Pilpres 2019, dirinya akan menerima apa pun itu hasilnya, keputusan Mahkamah Konstitusi merupakan keputusan hukum yang sah. 

Tidak hanya itu, Sandiaga Uno, menyatakan, keputusan Mahkamah Konstitusi yang dikeluarkan adalah yang terbaik bagi bangsa Indonesia.

WartaKotaLive melansir Tribunnews.com, Sandiaga Uno berada di Boston, Amerika Serikat, untuk kunjungan singkat urusan keluarga.

Namun, ia sempat berbincang dengan VOA dan mengungkap alasannya menolak hasil Pemilu, malah ajukan gugatan hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi. 

Nah, Sandiaga Uno mengatakan, harapan tim kampanyenya dengan menyerahkan persoalan ke Mahkamah Konstitusi, adalah memperbaiki hal-hal yang sangat mendasar

Supaya, masalah yang ditemukan di lapangan tidak berulang dan demi perbaikan demokrasi Indonesia.

"Dengan (mengajukan gugatan ke MK) ini, kita bisa (melakukan) perbaikan (terhadap) sistem demokrasi kita. Kalau kita tidak lakukan ini, kita hanya…”Ya selamat” sehabis itu move on, negeri kita tidak akan memperbaiki sistemnya," kata Sandiaga Uno.

Menanggapi penilaian beberapa pihak bahwa bukti-bukti yang diajukan tim kampanyenya ke Mahkamah Konstitusi tidak kuat, Sandiaga Uno, menyerahkan sepenuhnya kepada MK.

 Tetapi ia yakin semua pihak mempunyai keinginan baik untuk memperbaiki sistem demokrasi.

“Kita tunggu nanti, tanggal 28 Juni, apa yang akan menjadi keputusan, dan tentunya kita mengedepankan kepentingan bangsa dan negara"

"Jika ini yang kita kedepankan, hasilnya adalah hasil yang terbaik untuk bangsa Indonesia,” tandasnya.

Selama di Amerika, Sandiaga Uno berlebaran bersama kedua putrinya yang sedang kuliah dan magang.

Setelah delapan bulan berkampanye, ia jeda sejenak untuk meluangkan waktu bersama keluarga, ujarnya.

“Saya gunakan kesempatan untuk bertukar pikiran, mendengar tren terakhir apa saja di Amerika terutama dalam bidang yang saya geluti, entrepreneurship dan teknologi. Amerika kan pusatnya,” tukas Sandi.

Pekan depan, Sandiaga Uno, sudah berada di Jakarta lagi, siap mengikuti persidangan gugatannya.

Sosok Sandiaga Uno, Lebaran 2019 di Amerika

Diberitakan sebelumnya, Sandiaga Uno memilih merayakan hari raya Idul fitri di Amerika Serikat.

Sandiaga berlebaran di luar negeri karena anak-anaknya tidak bisa pulang ke Indonesia.

"Saya kebetulan berlebaran di Amerika Serikat, karena Amyra engga libur karena mengambil summer school dan Atheera magang di sana sehingga tidak bisa pulang," kata Sandiaga Uno, di Media Center Prabowo Sandi, Jalan Sriwijaya, kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, (29/5/2019) lalu.

Nah, Sandiaga Uno, mengatakan ia akan berangkat pada Jumat esok.

Ia akan kembali 2 atau tiga hari setelah Lebaran 2019.

"Di sana (Amerika) juga rencananya bertemu rekan- rekan Indonesia yang sudah janjian, serta sejumlah relawan," katanya.

Kerpergiannya ke luar negeri menurut Sandiaga Uno bergantian dengan Prabowo Subianto.

Saat ini Prabowo sedang berada di luar negeri untuk keperluan pribadinya.

"Info dari beliau disampaikan seperti itu, karena saya bilang saya tidak akan ber Lebaran 2019 di sini (Indonesia), jadi nanti akan bergantian begitu saya pergi Pak Prabowo akan kembali," pungkasnya.

Sidang Mahkamah Konstitusi 14 Hari

Waktu 14 hari kerja yang dimiliki Mahkamah Konstitusi (MK) tidak ideal untuk memeriksa, mengadili, dan memutus Permohonan sengketa Pilpres 2019 yang diajukan oleh Pasangan Prabowo–Sandi.

Demikian disampaikan Pemerhati Pemilu dari Sinergi masyarakat untuk demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin, kepada Tribunnews.com, Rabu (29/5/2019).

Berdasarkan ketentuan Pasal 475 ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum (UU 7/2017), MK diberikan waktu 14 hari untuk menuntaskan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden.

"Sekalipun ketentuan hari itu tidak merujuk pada hari kalender karena telah dimaknai oleh MK sebagai hari kerja, tetapi menurut penalaran yang wajar waktu tersebut tampaknya tidak akan cukup memadai," ujar Direktur Sigma ini.

Perlu diingat, didalam waktu 14 hari itu persidangan nantinya akan dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu pemeriksaan pendahuluan, pembuktian, dan pembacaan putusan.

Nah, kata dia, yang paling penting dari tiga jenis persidangan itu tentu saja adalah sidang pembuktian.

Sebab pada sidang itulah para pihak berkesempatan untuk saling menunjukan bukti serta beradu argumentasi hukum guna membuktikan benar-tidaknya Pilpres 2019 berlangsung dengan curang.

"Kalau pemeriksaan pendahuluan itu kan hanya sidang untuk memeriksa kelengkapan dan kejelasan Permohonan serta pengesahan alat bukti saja. Sementara pada sidang pembacaan putusan para pihak hanya bisa duduk manis mendengarkan sikap Hakim," jelas Dewan Pakar Pusat Konsultasi Hukum Pemilihan Umum (Puskum Pemilu) ini.

Persoalannya, jangan dibayangkan dalam 14 hari itu Mahkamah Konstitusi nantinya akan menggelar sidang pembuktian sebanyak 14 kali. Jumlahnya pasti akan kurang dari itu.

Pada PHPU Pilpres 2014 saja, misalnya, MK hanya menggelar tujuh kali sidang pembuktian dari total sembilan kali persidangan.

Padahal, pada saat itu MK hanya fokus pada sidang PHPU Pilpres, tidak dipusingkan dengan sidang PHPU Pileg seperti sekarang.

Kalau sekarang, dia menjelaskan, selain mengadili PHPU Pilpres, Mahakamah Konstitusi  juga harus menyidangkan ratusan perkara PHPU Pileg.

Sebab di tahap awal saja Mahkamah Konstitusi sudah menerima permohonan perselisihan dari hampir seribu daerah pemilihan.

Dengan kondisi itu dapat dibayangkan betapa tidak mudahnya bagi Mahkamah Konstitusi untuk mengatur jadwal dan mengoptimalkan persidangan.

Teknis sidang dengan menggunakan sistem panel yang direncakanan Mahkamah pun menurut dia, masih belum memadai untuk mengejar efektifitas sidang. (*)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Sandiaga Uno Terima Apapun Keputusan MK: Apapun Hasilnya Terbaik Untuk Bangsa Indonesia, http://wartakota.tribunnews.com/2019/06/08/sandiaga-uno-terima-apapun-keputusan-mk-apapun-hasilnya-terbaik-untuk-bangsa-indonesia?page=all.

Editor: Panji Baskhara

Subscribe official YouTube Channel

 

BACA JUGA:

TERPOPULER - Pendaftaran SBMPTN 2019 Segera Dibuka, 4 Prodi Diperebutkan di 3 PTN Terfavorit

Ramalan Zodiak Hari Ini, Jumat 7 Juni: Scorpio Waspada Tekanan Kerja, Gemini Terjebak Nostalgia

Australian Badminton Open 2019 - 7 Wakil Indonesia Bertanding, Anthony Ginting vs Tommy Sugiarto

TERPOPULER - Teman dan Orang Terdekat Ungkap Keseharian Pelaku Bom Bunuh Diri di Pospam Kartasura

UEFA Nations League - Hancurkan Inggris Hingga Perpanjangan Waktu, Belanda Tantang Portugal di Final

Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribunnews

Video Detik-detik Oknum PNS Tabrak Satpam Solo Paragon Mall Gara-gara Tepergok Mesum di Parkiran

Berita Populer