Satwa Liar

Buaya Muara Berbobot 150 Kilogram Berhasil Ditangkap, Reptil Ini Sering Teror Pemandian Anak-anak

Editor: Budi Susilo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNKALTIM.CO, ACEH - Petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menangkap seekor buaya muara di aliran Sungai Krueng Kala, Kecamatan Lhong, Kabupaten Aceh Besar, dengan menggunakan perangkap.

"Setelah mendapat laporan dari warga setempat, petugas BKSDA telah memasang perangkap pada Minggu (14/7/2019), tadi siang buaya masuk perangkap," kata Erwan Camera Jaya, Kepala Subbagian Tata Usaha, BKSDA Aceh, Selasa (16/7/2019).

Menurut Erwan, buaya muara itu terpaksa harus ditangkap dari aliran Sungai Krueng Kala, Kecamatan Lhong, Aceh Besar, karena belakangan ini kerap muncul di lokasi tempat pemandian anak-anak.

"Penangkapan buaya itu permintaan warga yang mulai resah dan takut ada korban, karena belakangan sering muncul di lokasi tempat pemandian anak-anak," kata dia.

Setelah berhasil masuk perangkap, buaya muara sepanjang 2,5 meter, berbobot 150 kilogram dengan diameter badan sekitar 70 sentimeter itu langsung dievakuasi ke kantor BKSDA di Banda Aceh untuk dikandangkan sementara.

"Saat evakuasi tadi petugas BKSDA dibantu oleh petugas BPBD Aceh Besar, Damkar, Polsek, Koramil dan warga Lhong," ujar dia.

Bentuk buaya muara yang bertubuh besar (Kompas.com/Ist)

Di tempat terpisah, sebagian alam di Kutai Timur sejauh ini masih dikatakan liar, masih bisa ditemukan binatang-binatang liar, ada satwa liar yang hidup dan berkembang biak secara baik di alam Kutai Timur. 

Belum lama ini ada cerita naas, seorang pria mengalami meninggal dunia di Sungai Bengalon, Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur, diterkam buaya muara di Kutai Timur, Sungai Bengalon. 

Pria ini bernama Ula yang usianya masih muda, baru berumur 30 tahun akan tetapi hidupnya tidak panjang, belum genap setengah abad, Ula sudah dipanggil yang Maha Kuasa, meninggal dunia di Sungai Bengalon karena diterkam buaya muara. 

Kejadian Ula diterkam buaya muara terjadi pada Minggu (7/7/2019). Jelas saja peristiwa Ula diterkam buaya muara menjadi kisah yang menyedihkan bagi rekan kerjanya, temannya dan keluarganya. 

Kejadian Ula diterkam buaya muara bukan satu-satunya yang terjadi di Kutai Timur, Sungai Bengalon. 

Momen hilangnya Ula itu berlangsung sekitar pukul 18.30 Wita. 

Si Ula terlihat membenahi dan memperbaiki baling-baling kapal ponton penyeberangan milik perusahaan di tempat kerja si Ula. 

Itulah kondisi yang mungkin tidak diprediksi.

Jenazah Ula, korban keganasan buaya muara Sungai Bengalon Kutai Timur saat dibawa ke rumah duka. (TribunKaltim.Co/HO Polres Kutim)
Halaman
12

Berita Terkini