Kanal

Harga Cabai dan Daging Ayam di Kabupaten Berau Naik Lagi, Ini Faktor Pemicunya

Sejumlah komoditi bahan pokok mulai mengalami kenaikan harga. Salah satunya adalah harga cabai yang awalnya Rp40 ribu per kilogram, kini menembus Rp80 ribu per kilogram. - TRIBUN KALTIM / GEAFRY NECOLSEN

“Jika mengacu pada Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, kami hanya melakukan pemantauan, bukan penindakan. Jadi kami hanya sebatas pemantauan harga saja, untuk pengawasan dan penindakan merupakan kewenangan pemerintah provinsi," imbuhnya.

Pihaknya hanya sebatas mengimbau para pedagang, agar tidak memanfaatkan situasi untuk mengeruk keuntungan.

Naiknya harga cabai ini, menurut Tamim terjadi karena beberapa faktor.

Salah satunya karena banyak daerah penghasil cabai yang mengalami gagal panen karena mengalami kekeringan.

Faktor lain karena terhambatnya distribusi.

Seperti diketahui, mayoritas cabai didatangkan dari Pulau Jawa.

Sejumlah kapal pengangkut logistik dikabarkan terhambat gelombang tinggi di laut, sehingga tidak berani berlayar.

Termasuk di wilayah perairan Berau sendiri, berdasarkan laporan BMKG, dalam beberapa hari terakhir, gelombang laut mencapai 2,5 meter.

Cukup rawan untuk transportasi air.

Tidak hanya cabai, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas lain, di antaranya harga daging ayam boiler yang sebelumnya hanya Rp 28 ribu, kini naik menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

Sementara harga cabai, nyaris semua jenis cabai naik harga jualnya.

Cabai merah kini menjadi Rp72 ribu per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada cabai tiung dan cabe keriting menjadi Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim

Beda Penampilan hingga Ekspresi Raja dan Ratu Kerajaan Agung Sejagat, Pakai Baju Keraton dan Tahanan

Berita Populer