Kanal

Risma Ogah Menteri dan Capres, Ini 15 Nama Lain yang Mencuat Pilpres 2024, Ada Sosok-sosok Baru

Sejumlah nama tokoh yang mencuat maju di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024

"Apakah benar pak Jokowi meminta ibu menjadi menteri?," tanya Aiman.

Baca juga :

EKSPRESI dan Jawaban Anies Baswedan saat Didukung Surya Paloh jadi Capres 2024

Tertutup, Peluang Ahok Jadi Menteri, Ini Aturan Undang-undang, Bagaimana dengan Caleg atau Capres?

"Matematikannya jabatan kan nggak begitu. Mungkin ada faktor-faktor lain dan tidak seperti itu. Saya juga nggak pernah membayang-bayangkan dan untuk apa dibayang-bayangkan," Jawab Risma,

"Seandainya pak Jokowi meminta ibu membantu pemerintahan?," tanya Aiman.

Risma menegaskan bahwa dirinya tak bisa menjawab itu dan yang bisa menjawab itu hanyalah Tuhan.

"Tuhan yang akan menjawab," kata Risma.

Juga tentang isu dirinya dipersiapkan untuk maju di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024, Risma juga memberikan tanggapan.

Jangankan bermimpi, kata Risma, ingin apalagi punya niat saja tidak.

Sebelum mengakhiri pertemuan, Aiman juga menanyakan apa yang sebenarnya menjadi keinginan Risma dalam hidup.

"Saya ingin berguna untuk orang lain. Saya punya arti untuk orang lain. Dalam jabatan apapun," ujar Risma.

Rekamannya bisa dilihat mulai menit 54.00

15 Nama Capres 2024 yang mencuat versi Survei LSI Denny JA

Setidaknya, muncul 15 nama calon presiden yang berpotensi maju pada Pemilihan Presiden 2024.

Sebagian besar ke-15 nama calon presiden itu adalah merupakan nama tokoh yang sudah sangat terkenal dan dikenal oleh publik Tanah Air.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebutkan 15 nama calon presiden (capres) yang potensial maju pada Pemilihan Presiden 2024.

“Ada 15 nama capres potensial untuk Pilpres 2024,” kata Peneliti LSI Rully Akbar dalam Konferensi Pers Hasil Temuan dan Analisis LSI Denny JA di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Adapun kriteria capres yang menjadi prediksi LSI, antara lain:

- memiliki popularitas di atas 25 persen,

- mempunyai potensi berdasarkan penilaian subjektif dari LSI,

- serta berasal dari empat sumber rekrutmen.

Empat sumber rekrutmen itu antara lain:

- pernah menjabat di pemerintahan pusat,

- berasal dari ketua partai politik,

- berasal dari kepala daerah,

- dan berasal dari profesional, swasta, atau ormas.

Dari segmen kepala pemerintahan daerah, LSI memprediksi empat nama, yaitu:

- Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat),

- Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta),

- Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah),

- dan Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur) yang menurut radar LSI berpeluang menjadi capres di 2024.

“Kepercayaan publik pada Ridwan Kamil cukup tinggi,” katanya lagi.

- Prabowo Subianto (Gerindra),

- Sandiaga Uno (PAN),

- Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat),

- Puan Maharani (PDIP),

- dan Muhaimin Iskandar (PKB).

“Cak imin misalnya PKB punya masa sendiri seperti NU dan Jawa Timurnya,” ujar Rully.

Selain itu, nama-nama yang saat ini memiliki jabatan di pemerintahan, yaitu:

- Sri Mulyani (menteri keuangan),

- Budi Gunawan (BIN),

- Tito Karnavian (Kapolri),

- dan Gatot Nurmantyo (Mantan Panglima TNI) juga menurut LSI Denny JA memiliki potensi menjadi capres di 2024.

Namun, LSI juga tidak menutup kemungkinan lain seperti ada nama-nama yang belum cukup dikenal masyarakat dan berpotensi menjadi capres 2024.

“Bisa jadi ada nama-nama memang tidak masuk di radar. Bisa jadi nama yang muncul tiba-tiba seperti kasus Jokowi di 2014,” kata Rully.

Rully menegaskan, prediksi capres itu tidak bermaksud untuk melangkahi pemerintahan baru saat ini.

Namun, Pilpres 2019 telah usai sehingga reposisi kekuasaan menjadi perhatian khusus bagi sebagian elit politik.

Sandiaga: "Saya ingin jeda politik dulu"

Sementara itu Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan ingin rehat sejenak dari aktivitas berpolitik maupun kepartaian usai perhelatan pemilihan presiden (Pilpres) 2019 agar dapat kembali fokus mengintensifkan program ekonomi kerakyatan di Indonesia.

"Saya ingin jeda politik dulu. Kita 'soft landing'. Kalau ibu-ibu kan maunya Oke Oce. Saya ingin jeda dulu dari berpolitik dan berpartai," kata Sandiaga usai menghadiri acara Rapat Kerja Nasional Wanita Pengusaha Muslimah Indonesia (WPMI) di Gedung Kementerian Koperasi dan UKM, di Jakarta, Selasa siang.

Menurut Sandiaga, dirinya tengah kembali fokus dalam upaya mendorong ekonomi kerakyatan melalui program Oke Oce dan Rumah Siap Kerja.

Program tersebut akan melibatkan sekitar 600 kader Wanita Pengusaha Muslimah Indonesia (WPMI) yang tersebar di beberapa provinsi di Indoneaia dalam upaya penyediaan lapangan kerja.

"Alhamdulillah sudah 600 anggotanya di beberapa Dewan Pengurus Daerah (DPD) pada beberapa provinsi dengan total lapangan kerja yang diciptakan sekitar lima per pengusaha, jadi sekitar 3.000 lebih lapangan kerjanya," kata Sandiaga.

Sandiaga mengatakan, usai menjadi kontestan calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto, dirinya ingin berkolaborasi dengan para pelaku ekonomi untuk mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berkembang optimal.

Ia ingin mendorong para pengusaha hebat UMKM dari kalangan ibu rumah tangga agar mendapatkan pelatihan serta pendampingan dalam memasarkan produk dan modal usaha.

"Nanti jadi fokus kegiatan ke depan akan ada dua pilar utama, yakni Oke Oce dan Rumah Siap Kerja yang fokus menciptakan lapangan kerja terlatih," katanya.

(TribunKaltim.co/Doan Pardede)

Penulis: Doan Ebenezer Pardede
Editor: Januar Alamijaya

Berita Populer