Risma Ogah Menteri dan Capres, Ini 15 Nama Lain yang Mencuat Pilpres 2024, Ada Sosok-sosok Baru

Sejumlah nama tokoh yang mencuat maju di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Bukan hanya ogah jadi Gubernur DKI Jakarta, Wali Kota Surabaya Risma Tri Rismaharini atau juga dikenal dengan Wali Kota Risma juga tak ingin menjadi Menteri, apalagi Presiden.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Risma saat diwawancarai jurnalis KompasTV Aiman Witjaksono yang berkunjung ke Surabaya untuk mengikuti kegiatan Wali Kota Risma.

Wawancara Aiman dan Wali Kota Risma ini ditayangkan dalam program AIMAN dalam episode "Siap-Siap Untuk Risma!" pada Senin 19 Agustus 2019 pukul 20.00 WIB di KompasTV.

Dalam kesempatan tersebut, Aiman menyinggung sejumlah hal, salah satunya adalah Wali Kota Risma dikabarkan akan maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta atau Pilgub DKI Jakarta 2022.

"Konon, ibu akan dimajukan ke Jakarta untuk menjadi calon Gubernur DKI Jakarta. Benar nggak sih bu," tanya Aiman.

Menjawab pertanyaan ini, Risma mengungkapkan beberapa hal.

Pertama, dia mengaku tidak tahu seputar kabar tersebut.

Kedua, dia mengaku punya prinsip bahwa jabatan tidak bisa diminta, terutama untuk menjadi kepala daerah.

Menjadi kepala daerah menurutnya adalah sesuatu yang cukup berat.

Pasalnya, kepala daerah hanya ada satu di wilayah tersebut dan semuanya tentu akan bergantung kepada satu sosok tersebut.

"Karena itu saya tidak berani untuk ingin, tidak berani untuk yakin oh iya saya bisa. Itu pasti berat. Apapun itu," katanya.

Lantas kenapa mau jadi Wali Kota Surabaya? Risma mengaku sudah berupaya menghindar tapi tidak bisa.

"Itulah yang namanya takdir. Saya sudah berusaha menghindar tapi tidak bisa takdir Tuhan seperti itu saya mau apa," ujarnya.

Terkait jawaban tersebut, Aiman juga meminta penegasan dari Risma bahwa sebenarnya Risma tak pernah ingin menjadi pemimpin daerah, termasuk menjadi Wali Kota Surabaya.

Walau di lain sisi, kata Aiman, kepemimpinan Risma terbilang cukup baik dan di atas rata-rata.

Bahkan Risma juga memperoleh sejumlah penghargaan saat memimpin Kota Surabaya.

Risma mengatakan, sesuatu tak bisa hanya dinilai dari banyaknya penghargaan yang sudah diraih.

Baca juga :

Meski Cuma Misal, Rocky Gerung Ungkap Kenapa Anies - Ahok Bisa Saja Capres-Cawapres Nasdem 2024

Sebut Nasdem Mungkin Dukung Anies Capres Sambil Tertawa, Begini Jawab Surya Paloh saat Ditanya Ulang

Meski banyak penghargaan, ketika ada satu orang saja warga yang mengaku tidak merasakan sentuhan saat dirinya memimpin, maka belum bisa dikatakan baik.

"Apakah orang seperti itu ada?," tanya Aiman.

"Saya tidak tahu, makanya saya bilang ke seluruh ketua RT, ketua RW, Lurah, Camat, Kepala Dinas, tolong cari orang-orang itu. Yang sakit, yang tidak bisa berobat, anak yatim, orang yang terlantar, ayo kita cari. Kita rawat," ujarnya.

Bukan hanya di dunia, hal-hal seperti ini juga menurut Risma akan menjadi beban di akhirat nantinya.

Bilamana ada satu warga saja yang mengeluh atau tidak merasakan sentuhan ketika dirinya memimpin, maka hal itu menurutnya bisa menjadi penghalang dirinya masuk surga.

"Malaikat menyampaikan, Risma kamu nggak bisa masuk surga karena ada satu orang wargamu yang menderita. Karena kamu tidak adil," ujarnya.

"Maka saya tidak pernah mau mengatakan itu, iya (menjadi kepala daerah)," katanya.

Aiman juga menyinggung soal menteri Jokowi yang akan duduk di kabinet terbaru.

Berdasarkan penuturan Presiden Jokowi, kata Aiman, ada kepala daerah yang akan menjadi Menteri.

Dan mempertimbangkan antara lain kedekatan, tingkat kepuasan saat memimpin, sosok Risma menurut Aiman adalah orang yang dimaksud.

"Apakah benar pak Jokowi meminta ibu menjadi menteri?," tanya Aiman.

Baca juga :

EKSPRESI dan Jawaban Anies Baswedan saat Didukung Surya Paloh jadi Capres 2024

Tertutup, Peluang Ahok Jadi Menteri, Ini Aturan Undang-undang, Bagaimana dengan Caleg atau Capres?

"Matematikannya jabatan kan nggak begitu. Mungkin ada faktor-faktor lain dan tidak seperti itu. Saya juga nggak pernah membayang-bayangkan dan untuk apa dibayang-bayangkan," Jawab Risma,

"Seandainya pak Jokowi meminta ibu membantu pemerintahan?," tanya Aiman.

Risma menegaskan bahwa dirinya tak bisa menjawab itu dan yang bisa menjawab itu hanyalah Tuhan.

"Tuhan yang akan menjawab," kata Risma.

Juga tentang isu dirinya dipersiapkan untuk maju di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024, Risma juga memberikan tanggapan.

Jangankan bermimpi, kata Risma, ingin apalagi punya niat saja tidak.

Sebelum mengakhiri pertemuan, Aiman juga menanyakan apa yang sebenarnya menjadi keinginan Risma dalam hidup.

"Saya ingin berguna untuk orang lain. Saya punya arti untuk orang lain. Dalam jabatan apapun," ujar Risma.

Rekamannya bisa dilihat mulai menit 54.00

15 Nama Capres 2024 yang mencuat versi Survei LSI Denny JA

Setidaknya, muncul 15 nama calon presiden yang berpotensi maju pada Pemilihan Presiden 2024.

Sebagian besar ke-15 nama calon presiden itu adalah merupakan nama tokoh yang sudah sangat terkenal dan dikenal oleh publik Tanah Air.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebutkan 15 nama calon presiden (capres) yang potensial maju pada Pemilihan Presiden 2024.

“Ada 15 nama capres potensial untuk Pilpres 2024,” kata Peneliti LSI Rully Akbar dalam Konferensi Pers Hasil Temuan dan Analisis LSI Denny JA di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Adapun kriteria capres yang menjadi prediksi LSI, antara lain:

- memiliki popularitas di atas 25 persen,

- mempunyai potensi berdasarkan penilaian subjektif dari LSI,

- serta berasal dari empat sumber rekrutmen.

Empat sumber rekrutmen itu antara lain:

- pernah menjabat di pemerintahan pusat,

- berasal dari ketua partai politik,

- berasal dari kepala daerah,

- dan berasal dari profesional, swasta, atau ormas.

Dari segmen kepala pemerintahan daerah, LSI memprediksi empat nama, yaitu:

- Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat),

- Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta),

- Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah),

- dan Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur) yang menurut radar LSI berpeluang menjadi capres di 2024.

“Kepercayaan publik pada Ridwan Kamil cukup tinggi,” katanya lagi.

- Prabowo Subianto (Gerindra),

- Sandiaga Uno (PAN),

- Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat),

- Puan Maharani (PDIP),

- dan Muhaimin Iskandar (PKB).

“Cak imin misalnya PKB punya masa sendiri seperti NU dan Jawa Timurnya,” ujar Rully.

Selain itu, nama-nama yang saat ini memiliki jabatan di pemerintahan, yaitu:

- Sri Mulyani (menteri keuangan),

- Budi Gunawan (BIN),

- Tito Karnavian (Kapolri),

- dan Gatot Nurmantyo (Mantan Panglima TNI) juga menurut LSI Denny JA memiliki potensi menjadi capres di 2024.

Namun, LSI juga tidak menutup kemungkinan lain seperti ada nama-nama yang belum cukup dikenal masyarakat dan berpotensi menjadi capres 2024.

“Bisa jadi ada nama-nama memang tidak masuk di radar. Bisa jadi nama yang muncul tiba-tiba seperti kasus Jokowi di 2014,” kata Rully.

Rully menegaskan, prediksi capres itu tidak bermaksud untuk melangkahi pemerintahan baru saat ini.

Namun, Pilpres 2019 telah usai sehingga reposisi kekuasaan menjadi perhatian khusus bagi sebagian elit politik.

Sandiaga: "Saya ingin jeda politik dulu"

Sementara itu Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan ingin rehat sejenak dari aktivitas berpolitik maupun kepartaian usai perhelatan pemilihan presiden (Pilpres) 2019 agar dapat kembali fokus mengintensifkan program ekonomi kerakyatan di Indonesia.

"Saya ingin jeda politik dulu. Kita 'soft landing'. Kalau ibu-ibu kan maunya Oke Oce. Saya ingin jeda dulu dari berpolitik dan berpartai," kata Sandiaga usai menghadiri acara Rapat Kerja Nasional Wanita Pengusaha Muslimah Indonesia (WPMI) di Gedung Kementerian Koperasi dan UKM, di Jakarta, Selasa siang.

Menurut Sandiaga, dirinya tengah kembali fokus dalam upaya mendorong ekonomi kerakyatan melalui program Oke Oce dan Rumah Siap Kerja.

Program tersebut akan melibatkan sekitar 600 kader Wanita Pengusaha Muslimah Indonesia (WPMI) yang tersebar di beberapa provinsi di Indoneaia dalam upaya penyediaan lapangan kerja.

"Alhamdulillah sudah 600 anggotanya di beberapa Dewan Pengurus Daerah (DPD) pada beberapa provinsi dengan total lapangan kerja yang diciptakan sekitar lima per pengusaha, jadi sekitar 3.000 lebih lapangan kerjanya," kata Sandiaga.

Sandiaga mengatakan, usai menjadi kontestan calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto, dirinya ingin berkolaborasi dengan para pelaku ekonomi untuk mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berkembang optimal.

Ia ingin mendorong para pengusaha hebat UMKM dari kalangan ibu rumah tangga agar mendapatkan pelatihan serta pendampingan dalam memasarkan produk dan modal usaha.

"Nanti jadi fokus kegiatan ke depan akan ada dua pilar utama, yakni Oke Oce dan Rumah Siap Kerja yang fokus menciptakan lapangan kerja terlatih," katanya.

(TribunKaltim.co/Doan Pardede)

Berita Populer