Kanal

427 Anggota Palang Merah Remaja Ikuti Pelatihan Gabungan PMI Kabupaten Berau

PMI Kabupaten Berau gelar pelatihan PMR

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - PMI Kabupaten Berau mengelar latihan gabungan II untuk tingkat Palang Merah Remaja atau PMR madya dan wira se-Kabupaten Berau.

Kegiatan dipusatkan di SMP Negeri 3 Tanjung Redeb.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua PMI Kabupaten Berau, Agus Tantomo.

PMI Balikpapan Dapat 20 Kantong Darah dari Gelaran Honda Bikers Day di Lapangan Merdeka

Stok Darah PMI Kota Balikpapan Kamis (10/10/2019). Hari Ini Rencananya Masuk 100 Kantong Darah

Ketua PMI Berau: Tidak Ada Setetes Darah pun yang Kami Beli dan Jual, Kami Bekerja Demi Kemanusiaan

Sesuai dengan tema PMR Sebagai Jiwa Muda Yang Cerdas dan Berkualitas, kegiatan ini diharapkan menghasilkan regenerasi PMR yang kelak diharapkan dapat mengabdi kepada masyarakat melalui PMI.

Pelatihan gabungan ini merupakan agenda rutin PMI Kabupaten Berau.

Kali ini pelatihan diikuti oleh 7 SMP untuk tingkat madya, 11 SMA tingkat wira dan 3 sekolah peninjau.

Total kegiatan diikuti 427 siswa dari 21 sekolah.

Ketua PMI Berau Agus Tantomo menyampaikan, pelatihan gabungan ini dilaksanakan secara bertahap mulai dari tingkat madya dan wira.

Dengan pelatihan ini diharapkan seluruh peserta mendapat pengalaman yang bisa diaplikasikan oleh para peserta saat menjalankan tugas sebagai relawan.

“Sehingga saat dibutuhkan, kita sudah punya bekal menghadapi segala macam situasi, untuk membantu masyarakat,” kata Agus Tantomo.

Selain menjalankan fungsi sebagai PMR, Agus juga mengharapkan, dengan pengetahuan yang diproleh para peserta dalam pelatihan, dapat meningkatkan kesadaran untuk menjalankan pola hidup sehat.

Apalagi, dalam pelatihan ini ada beberapa materi yang disampaikan seperti pertolongan pertama, leadersip dan menjaga kesehatan.

“Minimal kita mulai dari diri sendiri untuk menjalankan hidup sehat,” tegasnya.

Banyaknya materi yang disampaikan, diharapkan bisa menjadi informasi yang sangat berharga bagi para peserta.

Seluruh pelatihan yang diberikan, kata Agus Tantomo dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kondisi darurat.

“Dalam pelatihan ini ada ilmu yang tidak kita dapatkan di sekolah.

Ini yang harus kita pelajari dan ingat selalu.

Pengalaman inilah yang bakal bermanfaat nantinya,” tandasnya. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim

Berita Populer