Kanal

Ibu Kota Pindah ke Kalimantan Timur, Polres Balikpapan Buat Analisa Intelejen Tepis Ancaman Radikal

Partisipan aksi solidaritas membuat koreo membentuk tulisan "Lawan Radikalisme" sebagai respon akan tragedi teror bom yang terjadi di Jawa Timur beberapa waktu lalu. - TRIBUN KALTIM / ADITYA RAHMAN HAFIDZ

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Presiden Joko Widodo umumkan ibu kota pindah ke Kalimantan Timur.

Polres Balikpapan siapkan analisa intelejen tepis ancaman kelompok radikal

Peristiwa penusukan Menkopolhukam Wiranto rupanya menjadi perhatian serius Polres Balikpapan.

Ancaman kelompok radikal ini sangat diantisipasi Polres Balikpapan.

Rekam Jejak Andita Lela Karlita Mantan Pemeran Tukang Ojek Pengkolan, Pernah jadi Penonton Bayaran

Game Fortnite Error tak bisa Dimainkan Pengguna, Tampilan jadi Hitam Seluruhnya, Ini Penyebabnya

Cuaca Ekstrem di Berau, BPBD Peringatkan Waspadai Potensi Tanah Longsor Selama Musim Hujan

Terlebih, sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan ibu kota pindah ke Kalimantan Timur.

Balikpapan menjadi satu dari dua kota penyangga calon ibu kota baru Indonesia. 

Balikpapan kerap dikunjungi pejabat pusat sekelas menteri.

Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Fitra menjelaskan, pihaknya telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait penanganan tamu VIP atau VVIP mulai dari ring I, II dan III.

Bahkan untuk penambahan personel Polres Balikpapan juga mempertimbangkan lewat analisa intelejen siapa tamunya dan kemana saja tempat yang akan dikunjungi dan kegiatannya apa saja.

"Disitulah kita bisa prediksi berapa kekuatan yang harus kita siapkan," ujarnya, Senin, (14/10/2019).

Halaman
1234
Penulis: Aris Joni
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim

Beda Penampilan hingga Ekspresi Raja dan Ratu Kerajaan Agung Sejagat, Pakai Baju Keraton dan Tahanan

Berita Populer