Kanal

Ibu Kota Pindah ke Kalimantan Timur, Polres Balikpapan Buat Analisa Intelejen Tepis Ancaman Radikal

Partisipan aksi solidaritas membuat koreo membentuk tulisan "Lawan Radikalisme" sebagai respon akan tragedi teror bom yang terjadi di Jawa Timur beberapa waktu lalu. - TRIBUN KALTIM / ADITYA RAHMAN HAFIDZ

Saat ditanya apakah sudah ada indikasi kelompok radikal di kota Balikpapan, Wiwin menegaskan masih dalam pantauan Tim Densus 88.

Serta bekerjasama dengan pemerintah mulai tingkat bawah seperti RT, Kelurahan dan Camat terkait update penduduk.

"Sudah kita minta Bhabinkamtibmas untuk bekerjasama dengan Babinsa, RT dan kelurahan untuk update penduduk," jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga mendata seluruh penduduk yang ada di Balikpapan, mulai di rumah-rumah hingga sampai kos-kosan.

"Biar kita tau siapa dan berasal dari mana, tujuannya apa," pungkasnya.

Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra saat ditemui di ruang kerjanya. (TribunKaltim.Co/Muhammad Fachri Ramadhani)

Jangan Dibesar-besarkan

 Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat tidak membesar-besarkan kasus penyerangan terhadap Wiranto.

Seperti diketahui Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Kemananan (Menkopolhukam) Wiranto diserang oleh orang tak dikenal di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Dilansir TribunWow.com dari Tribunnews.com, Minggu (13/10/2019), Luhut menyatakan penyerangan terhadap pejabat tidak hanya terjadi di Indonesia.

Menurutnya, di negara besar lainnya juga banyak terjadi penyerangan terhadap para pejabat.

Halaman
1234
Penulis: Aris Joni
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim

Viral Video Tenaga Medis Dilempari Batu saat Bawa Jenazah Pasien Covid-19: Jangan, Kita Juga Manusia

Berita Populer