Kanal

Ibu Kota Pindah ke Kalimantan Timur, Polres Balikpapan Buat Analisa Intelejen Tepis Ancaman Radikal

Partisipan aksi solidaritas membuat koreo membentuk tulisan "Lawan Radikalisme" sebagai respon akan tragedi teror bom yang terjadi di Jawa Timur beberapa waktu lalu. - TRIBUN KALTIM / ADITYA RAHMAN HAFIDZ

"Sudah, jadi jangan dibesar-besarkan lagi kasus itu, banyak berita-berita lain," ucap Luhut, Minggu (13/10/2019).

Ia menyampaikan, pejabat di negara besar seperti Amerika Serikat pun juga pernah mengalami peristiwa penyerangan.

"Lagian kejadian semacam itu bisa terjadi di mana saja, di Amerika (Serikat) berkali-kali kejadian itu," ujar Luhut.

Menurutnya, tidak ada satu negara pun yang dapat menghindar dari ancaman terorisme, termasuk Indonesia.

Luhut menyatakan, aparat keamanan harus bekerja keras untuk mencegah tindakan terorisme.

"Tidak ada satu negara pun yang kebal atau imun terhadap hal-hal macam itu," ujar Luhut.

"Tetapi saya kira tingkat pengamanan, polisi, intelijen, sudah mempunyai data yang baik."

Sementara itu terkait penusukan terhadap Wirabto, Direktur Eksekutif Setara Institute Ismail Hasani menyatakan pemerintah harus melakukan langkah pencegahan terhadap terorisme.

"Pencegahan terorisme menuntut pemerintah harus memiliki formula yang presisi, holistik, dan berkelanjutan dalam kerangka HAM dan demokrasi," kata Ismail, seperti dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Sabtu (12/10/2019).

Ismail menjelaskan, pemerintah harus memberantas aksi terorisme dari hulunya.

Halaman
1234
Penulis: Aris Joni
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim

Cerita Kodir Selamatkan Siswa SMPN 1 Turi Hanyut saat Susur Sungai: Ada Jeritan Saya Langsung Terjun

Berita Populer