Kanal

Video Conference dengan Presiden Joko Widodo, Bupati Penajam Paser Utara Sempat Merasa Dianaktirikan

Bupati Penajam Paser Utara video conference dengan Presiden Joko Widodo - tribunkaltim.co/Heriani

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Masud video conference dengan Presiden Joko Widodo usai peresmian Palapa Ring Timur, atau tol langit.

Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Masud, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Republik Indonesia, Anang Latief, dan sejumlah pejabat pemerintahan, berkumpul halaman Kantor Bupati Penajam Paser Utara, Senin (14/10/2019).

Para pejabat ini berkumpul dalam peresmian dan pengoperasian Palapa Ring Timur.

Peresmian dan pengoperasian Palapa Ring Timur oleh Presiden Joko Widodo langsung dari Istana Negara.

Kelakar Kaesang Pangarep, Putra Presiden Joko Widodo Saat Ditanya Soal Bisnis Sang Pisang

PTPJB UBJOM Kaltim Teluk Tandatangani MoU dengan Pemkot, Begini Kondisi Listrik di Balikpapan

Timnas Indonesia vs Vietnam, Tim Tamu Soroti Pemain Naturalisasi di Skuad Simon McMenemy

Setelahnya, dilanjutkan dengan video conference bersama 4 wilayah lain, yakni Sabang, Sorong, Ba'a Rote Ndao, Marauke dan Penajam Paser Utara.

Acara dimulai pukul 11.00 Wita, dimulai dengan penyambutan Direktur Bakti, rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan video conference.

Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Masud mengucapkan terima kasih atas pembangunan Palapa Ring Timur alias tol langit.

Sehingga masyarakat khususnya di Penajam Paser Utara bisa menikmati jaringan telekomunikasi tanpa hambatan.

Dalam video conference itu juga, Abdul Gafur Masud atau AGM menyampaikan, terkait dipilihnya Kabupaten Penajam Paser Utara, khusunya di Kecamatan Sepaku sebagai ibu kota baru Indonesia.

Abdul Gafur Masud berharappembangunan infrastruktur di Kabupaten Penajam Paser Utara bisa ditingkatkan oleh Pemerintah Pusat.

Penajam Paser Utara sempat merasa dianaktirikan, karena pembangunan yang kurang sama dengan wilayah tengah-timur lain.

Namun dengan keputusan pemindahan Ibu Kota, AGM yakin akan ada sejarah dengan tinta emas disana.

"Daerah kami kurang infrastrukturnya, dan kami rasakan kekurangan didaerah kami. Kami berharap ada penyatuan infrastruktur," ucapnya.

"Perlu perhatian khusus agar bisa mengimbangkan pembangunan di lokasi Ibu kota," pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, video conference masih berjalan. (*)

Penulis: Heriani AM
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim

Fakta Baru Pembunuhan Mahasiswa Bengkulu, Diduga Diperkosa hingga Motornya Digadaikan oleh Pelaku

Berita Populer