Kerusuhan Penajam

Jelang Kedatangan Presiden Jokowi, Situasi Penajam Paser Utara Terkini Menegangkan, Begini Faktanya

Tiga orang yang diduga pelaku saat diamankan kepolisian setelah kabur ke kota Balikpapan.

Dan saat itu terlapor tepat didekat korban mendengar suara dari knalpot motor tersebut.

Sehingga membuat terlapor emosi dan lagsung mendatangi korban.

Lalu mengajak korban ketemuan di Pantai Nipah-nipah.

Soal Suara Motor, Dua Pemuda di PPU Ditikam di Pantai Nipah-Nipah, Satu Luka Berat, Satu Meninggal

Selanjutnya, sekira Pukul 23.00 wita korban dan terlapor bersama teman-teman yang masih diselediki jumlahnya ini bertemu di daerah Pantai Nipah-nipah.

Hingga terjadilah penikaman dengan mengunakan sajam terhadap korban.

"Saat ini ketiga orang sudah diamankan di Mapolres PPU," tutup AKP Dian.

Hingga berita ini diturunkan, pihak dari sat Reskrim Polres PPU masih terus melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang yang diamankan tersebut. 

Rencana Jokowi Kunjungi PPU

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo berencana mengunjungi calon ibu kota negara Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di Kalimantan Timur.

Rencana tersebut disampaikan Jokowi saat video conference bersama Bupati PPU Abdul Gafur Mas'ud usai peresmian tol langit atau proyek Palapa Ring, Senin (14/10/2019).

Abdul Gafur berencana menyopiri Presiden Jokowi selama berkunjung ke PPU, yang dijadwalkan awal November 2019 mendatang.

"Iya nanti saya sopiri Pak Presiden. Saya akan bawa Pak Presiden ke wilayah ibu kota negara, di Kecamatan Sepaku," ungkapnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (15/10/2019).

Abdul Gafur mengatakan sebagian besar infrastruktur jalan di kabupaten yang ia pimpin rusak.

Ia akan menunjukkan jalan itu kepada Jokowi.

"Ya, banyak jalan-jalan rusak atau kurang baik. Nanti saya tunjukin Pak Presiden. Tapi enggak mungkin juga bawa presiden jalan jauh-jauh, kan pengawalan ketat," jelasnya.

Abdul Gafur mencontohkan jalan provinsi dari Pelabuhan Ferry Penajam ke Paser.

Jalan itu, kata dia, sudah baik.

Akan tetapi, menurutnya, perlu ada perbaikan dan pelebaran dua jalur seperti di depan Kantor Bupati PPU.

Sehingga lalu lintas pendukung ibu kota negara bisa lebih baik.

"Kalau perlu dibikin tiga lajur kanan kiri jadi enam lajur untuk dua jalur. Itu yang kita inginkan dari pelabuhan feri sampai Kabupaten Paser, karena akan padat lalu lintas kalau ibu kota pindah," ungkap dia.

Selain itu, jalur dari Bukit Bangkirai dan sekitarnya pun perlu ada perbaikan karena masih rusak.

Belum lagi jalan-jalan desa rusak dan sempit. Perlu ada peningkatan.

Tak hanya jalan, Abdul Gafur juga ingin di Kabupaten PPU punya Syahbandar agar semua bongkar muat bisa melalui pintu di PPU. Itu agar bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

"Sampai sekarang PAD kami hanya Rp 34 miliar setahun. Karena bongkar muat barang dilakukan di Balikpapan," kata Abdul Gafur.

Lebih jauh, di sektor kesehatan dan pendidikan pun PPU masih terbelakang.

"Kami baru punya satu rumah sakit tipe C. Kami ingin ada tipe A. Kalau ada orang sakit selalu dirujuk ke Balikpapan, atau Samarinda dan kota terdekat lain," kata dia.

Abdul Gafur mengatakan, seluruh masyarakat PPU menyambut baik pemindahan ibu kota negara dan merindukan kunjungan Jokowi ke daerahnya pascapenetapan wilayah PPU dan sebagian wilayah Kutai Kartanegara sebagai ibu kota negara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rencana Sopiri Jokowi, Bupati Penajam Paser Utara Akan Tunjukkan Jalan Rusak", https://regional.kompas.com/read/2019/10/15/17572911/rencana-sopiri-jokowi-bupati-penajam-paser-utara-akan-tunjukkan-jalan-rusak?page=all#page3.


Berita Populer